Laporkan Masalah

Identifikasi Variasi, Kondisi, dan Permasalahan Pemanfaatan Ruang di Sempadan Sungai Code, Kota Yogyakarta

YOKE INDRAMURTI WINARTO, Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T. ; Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Si

2015 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Ruang merupakan sumberdaya yang terbatas, sedangkan kebutuhan akan ruang cenderung terus meningkat. Ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan ruang menyebabkan banyak permasalahan, salah satunya ketidaksesuaian pemanfaatan ruang, termasuk di Kota Yogyakarta. Sempadan Sungai Code di Kota Yogyakarta sebagai kawasan lindung justru dimanfaatkan sebagai permukiman oleh masyarakat. Namun, jika dilihat lebih dalam lagi, terdapat variasi pemanfaatan ruang dan permasalahan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan variasi dan kondisi pemanfaatan ruang di sempadan Sungai Code Kota Yogyakarta serta 2) mengetahui permasalahan terkait pemanfaatan ruang yang ada di sempadan Sungai Code Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey deskriptif. Data primer diperoleh dengan observasi dan pengukuran lapangan yang diperkuat dengan indepth interview serta penggunaan citra satelit Quicbird. Batas sempadan sungai dalam penelitian ini adalah sempadan sungai dengan lebar 15 meter di kiri-kanan tanggul Sungai Code. Terdapat delapan zona sempadan sungai yang dibagi berdasarkan batas jalan dan batas administrasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya persebaran jenis pemanfaatan ruang dan komposisi yang menarik di sempadan Sungai Code Kota Yogyakarta. Jenis pemanfaatan ruang yang dapat ditemukan diantaranya permukiman, RTH, jasa dan komersial, pertanian dan fasilitas pelayanan. Permukiman informal dengan persentase luas 65% merupakan jenis pemanfaatan ruang yang paling mendominasi dan dapat ditemukan hampir di semua zona. Perumahan dengan persentase 10,7 % dapat ditemukan pada Zona Satu, Zona Enam, Zona Tujuh, dan Zona Delapan. Sempadan sungai dengan persentase 7,5 % dapat ditemukan pada semua zona kecuali Zona Dua dan Zona Lima. 56% bangunan di sempadan Sungai Code dibangun menghadap sungai. Secara umum, lebar jalan inspeksi bervariasi dari 0,5 sampai 5 m dan dalam kondisi diperkeras. Permasalahan yang dapat ditemukan meliputi perkembangan kebijakan pemanfaatan ruang dan dualisme status Tanah Sultan, belum adanya kesepakatan mengenai batas sempadan sungai, ketidakteraturan arah hadap bangunan terhadap sungai serta sampah dan limbah yang menumpuk dan mencemari sungai. Alternatif penanganan sempadan Sungai Code yang dapat dilakukan meliputi penataan bangunan menghadap sungai, pembuatan kampung tematik, pembangunan rusunawa dengan kebijakan yang jelas, dan perbaikan infrastruktur permukiman.

Space is limited resources, while the need of space tends to keep rising, especially in cities. The unbalanced state of supply and demand in space causes some problems. One of which is the discrepancy of space utilization. Some big cities in Indonesia, including Yogyakarta, is also inseparable from this problem. Code Riverbank as a protected area in Yogyakarta Municipality, at a glance, is occupied by settlement. But if seen in more detail point of view, it has a variation of space utilization and problems related to it. This research purpose is to 1) describe the variation and condition of space utilization in Code Riverbank 2 understand the problems related to space utilization in Code riverbank, Yogyakarta Municipality. This research used qualitative approach with survey methods. The data used in this research are primary and secondary data. Primary data mainly obtained from observation, field measurement, and strengthen with in-depth interview and quickbird imagery data. The boundary of riverbank is defined to 15 meters on the right-left side of the river dike. Based on zoning, there are 8 zones of riverbanks. Zoning is done with the consideration of administrative border and streets. The result show an interesting pattern of distribution and composition of space utilization in Code Riverbanks. Space utilization that can be found are settlement, green space, agriculture, service and commerce, and facilities. Informal housing dominates space utilization in Code riverbank with percentage of 65% and It can be found in almost all zones. Planned housing with percentage of 10,7 % can be be found in Zone One, Zone Six, Zone Seven, and Zone /eight. Natural Riverbank with percentage of 7,5 % can be found in all zones but Zone Two and Zone Five. Most building in Code Riverbanks are built frontward with percentage of 56%. In Zone One, Two, Three, and 4, it can be found some informal housing built on the high cliff beside the river. The width of inset road varies from 0,5 to 5 meters and generally paved. The problems identified related to space utilization are 1) space utilization policy and Sultan Ground dualism status 2) disagreement of riverbank boundary 3) unorganized building direction toward river and 4) unprocessed waste and garbage on the riverbank.The alternative solution to arrange the Code Riverbanks Area, include arranging the building to be all river-frontward, creating thematic kampong, building flat-housing with certain regulation, and upgrading settlement infrastructure.

Kata Kunci : Pemanfaatan ruang, Sempadan Sungai, Sungai Code, Kota Yogyakarta

  1. S1-2015-301324-abstract.pdf  
  2. S1-2015-301324-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-301324-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-301324-title.pdf