Kesiapan Penggunaan E-Commerce Sebagai Strategi Pemasaran Industri Kreatif (Studi Pada UKM Sentra Industri Kripik di Jalan Pagar Alam Desa Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kotamadya Bandar Lampung)
TRIA RIALISA, Drs. Yuyun Purbokusumo, M.Si
2015 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)E-commerce merupakan salah satu bentuk pemanfaatan transaksi bisnis baik penjualan maupun pembelian dengan jaringan internet. E-commerce/ perdagangan online membentuk ulang pasar dan bisnis sehingga industri keripik pisang Lampung harus mempersiapkan diri agar dapat mengadopsi teknologi ini untuk mempertahankan daya saing. Kesiapan Industri Keripik pisang di Bandar Lampung dalam memanfaatkam e-commerce belum maksimal. Kesiapan yang perlu dilakukan dalam pemanfaatan e-commerce adalah eksternal dan internal, agar industri keripik pisang dalam melakukan kegiatan promosi/penjualan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana kesiapan penggunaan e-commerce sebagai alternatif alat berpromosi pada UMKM industri kripik pisang di Jalan Pagar Alam Desa Segala Mider, kecamatan Tanjung Karang Barat Kotamadya Bandar Lampung dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapaan UMKM dalam memanfaatkan e-commerce. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif digunakan agar peneliti mampu melakukan penilaian kesiapan penggunaan e-commerce sebagai alat pemasaran UMKM pada industri keripik pisang di Bandar Lampung. Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk mengumpulkan data tersebut adalah melalui penyebaran keusioner dilapangan dengan 34 responden pemilik kios di Kawasan Industri Jalan Pagar Alam. Industri keripik pisang yang ada di kawasan Jalan Pagar Alam belum sepenuhnya menggunakan e-commerce. Kualitas jaringan internet di Kota Bandar Lampung sebenarnya sudah sangat baik, terbukti dari berbagai provider penyedia layanan berbenah diri dan meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi di kota Bandar Lampung. Jaringan dan sinyal 3G sudah dapat diakses dengan mudah di kota Bandar Lampung. Namun kualitas jaringan yang tersedia dengan baik ini belum dapat membantu kesiapan industri keripik memanfaatkan IT. Pengadopsian teknologi baru ini terhambat masalah eksternal dan internal dalam kesiapannya sehingga masih sulit untuk diaplikasikan.
E-commerce is one form of business transaction use both the sale and purchase of the Internet network. E-commerce / trade online reshape the market, therefore Lampung banana chips industry must prepare in order to adopt this technology to maintain competitiveness. Industry Readiness banana chips in Bandar Lampung in utilizing e-commerce is not maximized. Readiness is needed on the use of e-commerce is the external and internal, that banana chips industry in conducting promotional activities / sales could reach a wider market. The purpose of this study is how the use of e-commerce readiness as an alternative means of promoting the industry SMEs banana chips in in Pagar Alam Road Industrial Estate Desa Segala Mider, kecamatan Tanjung Karang Barat Kotamadya Bandar Lampung and the factors that affect readiness SMEs in using e-commerce. The research methods used is a quantitative methods. Quantitative research methods used so that researchers were able to assess the readiness of the use of e-commerce as a marketing tool in the industry SMEs banana chips in Bandar Lampung. The stages are carried out to collect such data is through the deployment of field with 34 respondents keusioner stall owner in Pagar Alam Road Industrial Estate. Banana chips industry in Pagar Alam Road area has not fully use e-commerce. The quality of Internet network in the city of Bandar Lampung is already good, is evident from the various providers of service providers to improve itself and improve the quality of telecommunications networks in the city of Bandar Lampung. Network and 3G signals can be accessed easily in the city of Bandar Lampung. However the quality of the available network with this kind can not help readiness chips utilizing IT industry. The adoption of these new technologies is hampered external and internal problems in readiness so it is still difficult to apply.
Kata Kunci : E-commerce, Kesiapan, industri keripik pisang