Pengolahan Arsip Inaktif Keuangan di Record Center Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta
FEBRILIANI PUTRI S, Julianto Ibrahim, S.S., M.Hum; Waluyo, S.S., M.Hum
2015 | Tugas Akhir | D3 KEARSIPAN SVLaporan Tugas Akhir ini membahas tentang pelaksanaan pengolahan arsip inaktif keuangan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta. Tahapan yang dilakukan untuk mengolah arsip inaktif keuangan ini antara lain pemilahan arsip, pembuatan skema, pengelompokan dan pemberkasan, manuver arsip inaktif, entri arsip inaktif keuangan, pembungkusan, pemberian kode, penataan dan pelabelan boks, pembuatan daftar arsip inaktif keuangan, dan penataan boks pada rak arsip. Pengolahan ini dilakukan untuk menata secara sistematis agar dapat ditemukan. Pertumbuhan arsip yang relatif tinggi tidak diiringi dengan pengolahan arsip inaktif, sarana yang tidak standar, dan keterbatasan SDM menjadi kendala dalam melaksanakan pengolahan arsip inaktif keuangan. Metode yang dipilih untuk mengumpulkan data yang relevan dengan topik adalah metode observasi partisipasi yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung melalui PKL selama dua bulan, wawancara dilakukan untuk menambah informasi melalui pegawai yang terlibat, dan studi pustaka untuk memberikan konsep dan dasar teori melalui literatur dan buku. Metode ini dipilih untuk mendapatkan informasi dan data yang lengkap dan akurat, sehingga data yang diperoleh saling terkait dan dapat mendukung penyusunan Laporan Tugas Akhir. Kesimpulan dari Laporan Tugas Akhir ini adalah pengolahan arsip inaktif keuangan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta belum terlaksana secara optimal. Selain itu record center dan sarana penyimpanan belum sesuai dengan standar penyimpanan arsip inaktif. Perekrutan tenaga kearsipan diperlukan guna mengoptimalkan manajemen kearsipan khususnya pengolahan arsip inaktif.
This final report is about the implementation of the processing of financial inactive records in Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta. Steps being taken to process the financial inactive records include sorting, creation schemes, grouping and filing, maneuver inactive records, financial inactive records entry, packaging, coding, structuring and labeling boxes, creating a list of inactive financial records, and the arrangement of the box on records shelves. This processing is done to systematically organize in order to be found. Records relatively high growth is not accompanied by inactive records processing, nonstandard facilities, and lack of human resources is a constraint in implementing the processing of financial inactive records. The method chosen to collect data relevant to the topic is the observation method of participation is by direct observation through field practice for two months, interviews were conducted to supplement the information through employee involved, and literature to provide the basic concepts and theories through literature and books. This method was chosen to obtain the information and data that is complete and accurate, so that the data obtained are interrelated and can support the preparation of the final report. The conclusion of this final report is processing financial inactive records in Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta has not been done optimally. In addition to the record center and storage facility is not in accordance with the standards of inactive records storage. Recruitment of Archivist required in order to optimize the processing of records management especially processing inactive records.
Kata Kunci : Arsip inaktif, ditemukan, keuangan, pengolahan, record center.