HUBUNGAN ANTARA TINGKAT LITERASI KESEHATAN DENGAN CITRA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA DI KABUPATEN SLEMAN
ANISA LUTHFIA ROHMAH, dr. Guardian Yoki Sanjaya, M.HlthInfo; A. Fahmy Arif Tsani, S.Gz, M.Sc, Dietisien
2015 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar belakang : Masalah yang saat ini banyak terjadi pada remaja adalah citra tubuh. Citra tubuh pada remaja diketahui dapat dipengaruhi oleh kemampuannya untuk mengakses, memahami informasi kesehatan (literasi kesehatan) untuk membuat keputusan yang tepat terkait standar bentuk tubuh ideal dan menjaga berat badan dengan meningkatkan aktivitas fisik. Remaja cenderung memiliki tingkat literasi kesehatan yang kurang bila dibandingkan dengan dewasa. Penelitian ini masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan dengan citra tubuh dan aktivitas fisik. Metode penelitian : Studi cross-sectional yang melibatkan 141 pelajar SMA berusia 15-19 tahun di Kabupaten Sleman. Survei dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2014. Literasi kesehatan subyek diukur dengan kuesioner EU-Asia-Q. Citra tubuh diukur menggunakan kuesioner Stunkard's Figure Rating Scale. Data aktivitas fisik diukur dengan kuesioner IPAQ modifikasi. Hasil : Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan literasi kesehatan dan aktivitas fisik baik di daerah urban dan rural (p>0.1), namun ada perbedaan citra tubuh di daerah urban dan rural dengan p = 0.017 (p<0.1), r=-0.2017. Di sisi lain, tidak terdapat hubungan antara literasi kesehatan dengan citra tubuh dan hubungan literasi kesehatan dengan aktivitas fisik, namun terdapat hubungan antara citra tubuh dan aktivitas fisik pada remaja Kabupaten Sleman (p = 0.042; p<0.1; r = -0.1741). Kesimpulan : Hasil ini mengindikasikan bahwa literasi kesehatan tidak berpengaruh pada citra tubuh dan aktivitas fisik pada remaja di Kabupaten Sleman.
Background : The most problematic among adolescents is about body image. It was known that body image in adolescents was influenced by their ability to access, understand basic health information (health literacy) to make appropriate judgments related to ideal body shape and also to maintain body weight by increasing their physical activity. Health literacy among adolescent limited. Objective : To understand the association between health literacy, body image and physical activity among adolescent in Sleman regency. Methods : This study was cross-sectional study involving 141 Senior High School's students aged 15-19 years old in Sleman regency. The survey was conducted on October-December 2014. The level of health literacy was measured using EU-Asia-Questionnaire. Perception of body image was measured using Stunkard's Figure Rating Scale. Physical activity was measured using modified IPAQ. Result : The result shows that there was no difference on health literacy and physical activity (p>0.1), but there was difference on body image between students in urban and rural area (p=0.017; p<0.1). More over, there was no association between health literacy and body image. There was no association between health literacy and physical activity. On other side, there was a significant p-value in association between body image and physical activity (p=0.042; p<0.1). Conclusion : Health literacy is not associated with body image and physical activity among adolescent in Sleman regency. However, body image may affect for physical activity among adolescent.
Kata Kunci : literasi kesehatan, citra tubuh, aktivitas fisik, remaja, health literacy, body image, physical activity, adolescent