Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PETUGAS PEREKAM MEDIS DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

AGNES SETIYANINGRUM, Dra. Rawi Miharti, MPH

2015 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS SV

Latar Belakang: Pentingnya budaya organisasi dalam mendukung keberhasilan organisasi karena budaya menentukan arah organisasi dan membantu merangsang pegawai untuk antusias akan tugasnya. Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan Agustus 2014 ada beberapa petugas perekam medis yang kurang disiplin dalam melaksanakan tata tertib yang berlaku di bagian rekam medis RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Selain itu, tugas-tugas tidak terlaksana dengan baik seperti penundaan pengembalian berkas rekam medis ke rak penyimpanan, kurangnya motivasi serta semangat yang ditandai dengan perilaku terlambat datang ke tempat kerja dan tidak masuk kerja. Akibatnya kualitas pelayanan tidak maksimal dan menghambat bagian lain dalam melaksanakan pelayanan. Misalnya dalam pendistribusian berkas rekam medis terhambat karena berkas sulit ditemukan oleh petugas filing. Hal tersebut termasuk contoh jika budaya organisasi tersebut kurang didukung oleh para anggotanya. Budaya organisasi yang kurang didukung secara luas oleh para anggotanya, akan berpengaruh negatif pada organisasi karena akan memberi arah yang salah kepada para pegawainya. Oleh karena itu, budaya organisasi yang tertanam di bagian rekam medis memiliki peran penting terhadap kinerja petugas perekam medis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara budaya organisasi terhadap kinerja petugas perekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah petugas perekam medis yang sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Pearson (Product Moment). Hasil: Tingkat persepsi petugas perekam medis terhadap budaya organisasi di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tergolong baik ditunjukkan dengan sebesar 76,2% responden memberikan penilaian cukup. Tingkat kinerja petugas perekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dalam kategori baik ditunjukkan dengan sebesar 61,9% responden memberikan penilaian cukup. Budaya organisasi memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan tingkat kinerja petugas perekam medis di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,618 dan taraf signifikan yang dihasilkan kurang dari 5% yaitu p value=0,003. Keempat indikator dari budaya organisasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja petugas perekam medis.Nilai koefisien korelasi dimensi keterlibatan, konsistensi, adaptabilitas dan misi masing-masing yaitu 0,550 (p value 0,010), 0,539 (p value 0,012), dan 0,490 (p value 0,024) dan 0,600 (p value 0,004). Dari keempat dimensi budaya organisasi, dimensi misi berhubungan paling kuat terhadap kinerja petugas perekam medis.

Background: Co-operation of the members of the organization are aligned with the various rules, norms, beliefs, and certain values will form the organizational culture that continuously control the behavior of members of the organization. The importance of organizational culture in supporting the success of the organization as a culture to determine the direction of the organization and help stimulate employees to be enthusiastic about his job. Based on preliminary studies in August 2014, the organizational culture in the medical record dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital poorly supported by its members. It is seen from the tasks are not performing well as delay the return of the medical record file to a storage shelf, lack of motivation and spirit that characterized the behavior of late come to work and do not come to work. Organizational culture that is less supported by its members, will have negative effect on the organization because it will give the wrong direction to his servants. Therefore, organizational culture is embedded in the medical record dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital has an important role on the performance of medical recording officer. Objective: To examine the relationship between organizational culture on the performance of medical recording officer in dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital. Method: This research is a descriptive study with a quantitative approach with a cross-sectional design. Collecting data using questionnaires. The population in this study is a medical recorder officer as well as a sample in this study. Analysis of data using univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis using Pearson correlation test (Product Moment). Results: The level of medical recording officer perceptions of organizational culture in dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital quite well indicated by 76.2% of respondents provide sufficient assessment. The performance level of medical recording officer in dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital in both categories indicated by 61.9% of respondents provide sufficient assessment. Organizational culture has a positive and significant relationship with the level of performance of medical recorder officer in dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hospital, indicated by the value of the correlation coefficient of 0.618 and generated a significant level of less than 5%, is p value = 0.003. These four indicators of organizational culture has a significant relationship to the performance of the medical recording officer. Correlation coefficient value of dimensional is involvement, consistency, adaptability and mission of each is 0.550 (p value 0.010), 0.539 (p value 0.012), and 0.490 (p value 0.024 ) and 0.600 (p value 0.004). Of the four dimensions of organizational culture, mission dimensions relate most strongly to the performance of medical recording officer.

Kata Kunci : Kata kunci: budaya organisasi, kinerja, kinerja petugas perekam medis.

  1. D3-2015-332277-abstract.pdf  
  2. D3-2015-332277-bibliography.pdf  
  3. D3-2015-332277-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2015-332277-title.pdf