Hijabers Community dan Perubahan Gaya Busana Muslim di Indonesia
DYRA FATIMA, Drs. Atik Triratnawati, M.A
2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAFenomena hijabers bukan hal yang baru lagi namun fenomena ini masih menarik untuk diteliti perkembangannya. Komunitas ini muncul sebagai bentuk ekspresi keberagamaan anak muda. Beberapa perubahan gaya berbusana Muslim dan variasi mode hijab yang dibawa komunitas ini mampu membuat busana Muslim dan jilbab terlihat moderen dan lebih mudah diterima serta dijadikan sebagai gaya hidup bagi sebagian anak muda dan ibu-ibu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana komunitas hijabers dapat menjaga eksistensinya berdasarkan ciri khasnya yaitu tampil cantik dan stylish, ditengah-tengah gempuran pihak lain tentang konsep syar�i. Penelitian ini dilakukan selama 1 tahun dari bulan Januari 2014-Januari 2015. Pemilihan informan didasari oleh latar belakang pendidikan, status sosial dan asal tempat tinggal yang berbeda karena penulis ingin mengetahui sampai dimana pengetahuan agama dan sekaligus pengetahuan mereka tentang fashion Muslim. Mereka juga merupakan anggota Hijabers Community Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara agar dapat menghasilkan data yang terarah. Penulis juga melakukan pendekatan observasi partisipasi dengan mengikuti langsung beberapa acara yang diadakan Hijabers Community Yogyakarta ini. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa munculnya komunitas hijabers ini membawa pengaruh yang cukup besar terhadap perubahan gaya berbusana Muslim para perempuan dari yang muda hingga tua. Pengetahuan agama yang semakin bertambah seiring dengan seringnya mengikuti pengajian dan dakwah memunculkan kegelisahan-kegelisahan dalam diri keempat informan, antara fashionable atau menjadi syar�i. Konsep syari�i sendiri ditafsirkan bermacam-macam oleh setiap individunya tergantung pemahaman agama dan penilaian dari lingkungan individu tersebut.
Hijabers phenomenon is not new anymore, but the phenomenon is still interesting to study its development. This community appears as a form of religious expression of young people. Some Muslim dress style changes and variations hijab fashion brought this community is able to make the Islamic dress and veil looks modern and more easily accepted and used as a way of life for most young children and mothers. The purpose of this study to describe how the community can maintain its presence hijabers based characteristic that look beautiful and stylish, in the midst of the onslaught of the other party about the concept Shar'ie. This study was conducted during the first year of the month January 2014-January 2015. Selection of informants based on educational background, social status and origin of the different residence because the author wanted to know the extent to which religious knowledge and also their knowledge of the Muslim fashion. They are also members of the Community Hijabers Yogyakarta. The method used is in-depth interviews using an interview guide in order to generate directional data. The author also approaches the direct observation of participation by following some of the events held Hijabers Community Yogyakarta. The results of this study concluded that the emergence of this hijabers community brings considerable influence to change the style of dress of Muslim women from young to old. Religious knowledge is increasing along with the frequent follow the teachings and propaganda raises anxieties within the four informants, among fashionable or be Shar'ie. Syari'i concept itself interpreted manifold by each individual depends religious understanding and assessment of the individual's environment. Keywords: Hijabers, fashion, Islamic dress, shar'ie, stylish.
Kata Kunci : Hijabers, fashion, busana Muslim, syar�i, stylish.