Laporkan Masalah

Perubahan Representasi Kartun Panji Koming dalam Menyampaikan Pesan Politik di Koran Kompas Pada Masa Orba Hingga Pasca Reformasi (analisa ikonografi terhadap representasi politik kartun Panji Koming saat orba dan pasca reformasi))

DIAN NOVIAWATI, Dr.rer.pol Mada Sukmajati, SIP, MPP

2015 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Penelitian yang berjudul �Perubahan Representasi Kartun Panji Koming dalam Menyampaikan Pesan Politik di Koran Kompas Pada Masa Orba Hingga Reformasi� ini terwujud karena keingintahuan penulis mengenai kartun yang sangat berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Kartun telah ada sejak lama dan hingga saat ini kartun tetap ada dengan berbagai ragamnya. Fungsi dari kartun pun juga bermacam-macam, salah satunya adalah sebagai kartun politik seperti kartun Panji Koming. Kartun politik pasti mempunyai tujuan tertentu dan representasinya sendiri. Panji Koming yang notabene sebagai kartun politik ternyata dapat bertahan selama beberapa dekade. Selama beberapa dekade ini Panji Koming telah melewati sistem pemerintahan yang berbeda yakni era orde baru dan pasca orba. Dalam rentan waktu tersebut ternyata Panji Koming mengalami perubahan, baik perubahan secara fisik dan perubahan representasi, misalnya �siapa� dan �apa� yang direpresentasikan. Analisa yang digunakan untuk melihat perubahan tersebut adalah dengan analisa Ikonografi yang dipopulerkan oleh Erwin Panofsky. Melalui tiga tahap analisa yakni tahap preikonografi, ikonografi dan ikonologi perubahan Panji Koming dapat dilihat dengan lebih rinci. Dari analisa tersebut ditemukan bahwa Panji Koming mengalami perubahan. Yang paling mudah untuk dilihat adalah perubahan secara fisik. Pasca orba, Panji Koming terlihat lebih berwarna dalam beberapa edisi dan pembuatan karakter pun terlihat lebih detail selain itu juga ada penambahan gambar karikatur yang tidak terdapat pada edisi Panji Koming pada masa orde baru. Sedangkan posisi politik dari Panji Koming sendiri sebenarnya tidak berubah yakni sebagai pengkritik pemerintah dari era orde baru hingga pasca orba, namun cara yang digunakan berbeda. Faktor yang mempengaruhi perubahan suatu media biasanya terdapat dua hal yakni faktor intern dan faktor intern. Faktor ekstern sangat jelas terlihat mempengaruhi perubahan representasi yang dilakukan oleh Panji Koming seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Namun faktor intern seperti perubahan kepemimpinan media massa yang menaungi, Kompas, nampaknya tidak memberikan dampak apa pun terhadap Panji Koming. Hal ini dikarenakan Ideologi yang dianut oleh Kompas selama ini tidak berubah. Meskipun telah berganti pemimpin, tapi visi misi dan ideologi yang dianut masih sama yakni ideologi yang dibawa oleh Jakob Oetama sebagai salah satu pendiri dari Kompas sejak pertama kali diterbitkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Panji Koming mengalami perubahan representasi politik dari orde baru ke era pasca orba karena tujuan dan sasaran yang dituju berbeda. Perubahan tersebut disebabkan oleh faktor dari luar seperti perubahan rezim, teknologi, dan lain sebagainya.

Penelitian yang berjudul �Perubahan Representasi Kartun Panji Koming dalam Menyampaikan Pesan Politik di Koran Kompas Pada Masa Orba Hingga Reformasi� ini terwujud karena keingintahuan penulis mengenai kartun yang sangat berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Kartun telah ada sejak lama dan hingga saat ini kartun tetap ada dengan berbagai ragamnya. Fungsi dari kartun pun juga bermacam-macam, salah satunya adalah sebagai kartun politik seperti kartun Panji Koming. Kartun politik pasti mempunyai tujuan tertentu dan representasinya sendiri. Panji Koming yang notabene sebagai kartun politik ternyata dapat bertahan selama beberapa dekade. Selama beberapa dekade ini Panji Koming telah melewati sistem pemerintahan yang berbeda yakni era orde baru dan pasca orba. Dalam rentan waktu tersebut ternyata Panji Koming mengalami perubahan, baik perubahan secara fisik dan perubahan representasi, misalnya �siapa� dan �apa� yang direpresentasikan. Analisa yang digunakan untuk melihat perubahan tersebut adalah dengan analisa Ikonografi yang dipopulerkan oleh Erwin Panofsky. Melalui tiga tahap analisa yakni tahap preikonografi, ikonografi dan ikonologi perubahan Panji Koming dapat dilihat dengan lebih rinci. Dari analisa tersebut ditemukan bahwa Panji Koming mengalami perubahan. Yang paling mudah untuk dilihat adalah perubahan secara fisik. Pasca orba, Panji Koming terlihat lebih berwarna dalam beberapa edisi dan pembuatan karakter pun terlihat lebih detail selain itu juga ada penambahan gambar karikatur yang tidak terdapat pada edisi Panji Koming pada masa orde baru. Sedangkan posisi politik dari Panji Koming sendiri sebenarnya tidak berubah yakni sebagai pengkritik pemerintah dari era orde baru hingga pasca orba, namun cara yang digunakan berbeda. Faktor yang mempengaruhi perubahan suatu media biasanya terdapat dua hal yakni faktor intern dan faktor intern. Faktor ekstern sangat jelas terlihat mempengaruhi perubahan representasi yang dilakukan oleh Panji Koming seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Namun faktor intern seperti perubahan kepemimpinan media massa yang menaungi, Kompas, nampaknya tidak memberikan dampak apa pun terhadap Panji Koming. Hal ini dikarenakan Ideologi yang dianut oleh Kompas selama ini tidak berubah. Meskipun telah berganti pemimpin, tapi visi misi dan ideologi yang dianut masih sama yakni ideologi yang dibawa oleh Jakob Oetama sebagai salah satu pendiri dari Kompas sejak pertama kali diterbitkan. Jadi dapat disimpulkan bahwa Panji Koming mengalami perubahan representasi politik dari orde baru ke era pasca orba karena tujuan dan sasaran yang dituju berbeda. Perubahan tersebut disebabkan oleh faktor dari luar seperti perubahan rezim, teknologi, dan lain sebagainya.

Kata Kunci : kartun, representasi politik, analisa ikonografi

  1. S1-2015-266997-abstract.pdf  
  2. S1-2015-266997-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-266997-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-266997-title.pdf