Laporkan Masalah

Pengguna Naavagreen sebagai Agen Wacana Kecantikan

SAYEKTI NUGRAHANING RAHMANTI, Prof. Dr. Partini, S. U.

2015 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Kecantikan yang seharusnya dipertahankan kealamiannya kini sudah mengalami perubahan. Cantik alami tidak hanya ditujukan pada penampilan fisik saja, tetapi juga merangkap pada kecantikan hati yang sering disebut dengan inner beauty. Meski demikian, yang terjadi saat ini, konsep cantik sudah mengalami pergeseran yang dapat dikatakan bahwa setiap individu terutama perempuan ini marak berlomba-lomba untuk memperindah kecantikan fisik dan penampilan saja. Fenomena yang terjadi ialah maraknya pengguna produk dan jasa di salon perawatan kecantikan kulit atau yang biasa disebut dengan skincare. Kondisi ini sudah bukan menjadi hal eksklusif lagi, karena hampir semua kalangan menggunakan jasa skincare. Penelitian ini difokuskan pada para pengguna skincare Naavagreen di Kota Yogyakarta. Alasan pemilihan skincare tersebut karena pertimbangan seperti: peneliti mudah mendapatkan informasi dari informan terkait adanya relasi yang merupakan pengguna, mempunyai member atau pemakai yang lebih banyak dibanding dengan skincare yang lain, serta memiliki lebih dari satu cabang di Yogyakarta. Dengan demikian, kategori-kategori tersebut dapat membantu dalam penelitian ini, yang memfokuskan pengguna skincare sebagai agen pembawa wacana kecantikan yang mempunyai kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain untuk percaya terhadap apa yang mereka wacanakan. Dalam konteks ini, wacana kecantikan yang mereka bentuk berupa penyebaran wacana atau diistilahkan dengan reproduksi wacana yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini, yang bisa dikatakan penelitian ini mencari cara kerja agen tersebut. Maka, dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan 4 cara teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi lapangan. Sesuai dengan fokus yang dicari maka didapatkan hasil diantaranya: motivasi yang beragam dari informan dalam pemilihan perawatan di skincare Naavagreen, cara para agen dalam proses reproduksi wacana kecantikan dengan komunikasi verbal seperti cerita kepada orang lain, serta melalui tulisan dengan menggunakan teknologi internet yaitu melalui media sosial dan blog. Ada pula proses reproduksi wacana kecantikan melalui visual, yaitu dengan memamerkan foto diri yang diunggah di media sosial sehingga hal tersebut dapat dikatakan menajdi bukti nyata bagaimana kecantikan yang para agen wacanakan untuk disebarkan kepada orang lain.

Beauty should be maintained naturalness has now changed. Natural beauty is not only aimed at the physical appearance, but also referred to as inner beauty. However, when this happens, the concept has undergone a shift beautiful can be said that every individual, especially women bloom vying to beautify the physical beauty and appearance only. The phenomenon that occurs is rampant users of products and services in a beauty skincare or commonly referred to skincare. This condition has not become exclusive anymore, because almost all people use skincare services. This study focused on the skincare Naavagreen users in the city of Yogyakarta. The reason for choosing these skincare because of considerations such as: researchers easily obtain information from informants related to the existence of a relation which is the user, member or user has more than with other skincare, and has more than one branch in Yogyakarta. Thus, these categories can assist in this research, which focuses skincare users as an agent "carrier" beauty discourse that has power to influence others to believe in the discourse by them. In this context, the discourse of beauty that they create formed by spread discourse or reproduction termed a discourse that is in question in this study, which could be said of this research looking for the workings of the agency. So, do research with qualitative approach with 4 way data collection techniques like observation, interviews, and field documentation. In keeping with the focus of the search, the obtained results are: motivation variety of informants in the selection Naavagreen skincare treatments, how the agents in the reproduction process of discourse beauty with verbal communication such as stories to others, as well as through writing using Internet technology is through social media and blogs. There is also a reproduction process through the visual beauty of discourse, namely the showcase uploaded a picture of yourself in social media so that it can be said to be an advanced real evidence of how beauty discourse by agents spread to others.

Kata Kunci : Skincare,Naavagreen,member,agen,wacana kecantikan

  1. S1-2015-298956-abstract.pdf  
  2. S1-2015-298956-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-298956-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-298956-title.pdf