PENGARUH KONSELING OLEH FARMASIS TERHADAPTINGKAT KONTROL ASMA DAN KEPUASAN TERAPIINHALASI PASIEN ASMA RAWAT JALAN
MUTIARA HERAWATI, Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc., Apt.; dr. I Dewa Putu Pramantara S., SpPD, K-Ger
2013 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiAsma adalah gangguan peradangan kronis pada saluran pernafasan. Peradangan kronis pada saluran pernafasan yang hiperesponsif menyebabkan terjadinya obstruksi dan pembatasan aliran udara karena terjadinya bronkokonstriksi, gumpalan mukus, dan peningkatan peradangan ketika terjadinya pajanan terhadap faktor risiko. Terapi asma salah satunya menggunakan inhaler. Pasien tidak mungkin menggunakan inhaler dengan benar kecuali pasien menerima instruksi yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan adanya konseling, kepuasan dalam penggunaan inhaler dapat meningkatkan sehingga diharapkan dapat mengontrol gejala asma bagi pasien asma yang mendapatkan terapi inhalasi di poliklinik penyakit dalam rawat jalan RSUD Sleman dan RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan 75 pasien laki – laki dan perempuan berusia 18 – 70 tahun dengan berbagai macam latar belakang pendidikan, status pekerjaan, lamanya menderita asma, tingkat keparahan asma, dan penyakit penyertanya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok secara acak yaitu 38 pasien pada kelompok kontrol dan 37 pasien pada kelompok intervensi. Rancangan penelitian eksperimental yang dipakai adalah pretest-posttest with control group. Penilaian terhadap tingkat kontrol asma menggunakan kuesioner Asthma Control Test (ACT) dan kepuasan menggunakan kuesioner Feeling Satisfaction Inhaler-10 (FSI-10). Hasil penelitian menggunakan uji analisis Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum konseling dan sesudahnya pada kelompok kontrol dan konseling dalam hal tingkat kontrol asma dan kepuasan terapi inhalasi. Perbedaan yang bermakna terhadap tingkat kontrol asma pasien persisten sedang (p=0,000) dan persisten berat (p=0,001) serta pada tingkat kepuasan pasien menggunakan inhalasi (p=0,000). Tingkat kontrol asma mempunyai hubungan yang lemah dan tidak bermakna secara statistik namun searah (p=0,059; r=0,219) terhadap tingkat kepuasan pasien menggunakan inhalasi. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konseling dapat meningkatkan tingkat kontrol asma dan kepuasan terapi inhalasi yang lebih tinggi dibandingkan tidak diberikan konseling.
-
Kata Kunci : asma, inhalasi, tingkat kontrol asma, kepuasan inhalasi