Manajemen Pengunjung (Visitor Management) sebagai Pendekatan Pengembangan Kawasan Tamansari Yogyakarta
mira hafizhah tanjung, M.Sany Roychansyah,ST.,M.Eng.,D.Eng
2013 | Tesis | S2 Mag.Arsitektur PariwisataTamansari merupakan salah satu satu ikon budaya Yogyakarta, telah ditetapkan oleh World Monument Fund (WMF) yang memliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi,akan tetapi WWF juga menetapkan Tamansari sebagai salah satu dari 100 situs budaya yang paling terancam di dunia. Keistimewaan Tamansari bukan hanya terletak pada lokasinya yang berada di komplek Keraton Yogyakarta, akan tetapi juga pada keindahan bangunan.Tamansari yang memiliki seni arsitektur Eropa dan Jawa. Keindahan Tamansari ini menyebabakan banyak wisatawan yang datang ke kawasan Tamansari. Banyaknya kunjungan ke Tamansari menimbulkan dampak negatif terutama berkaitan dengan sikap dan perilaku pengunjung yang kurang respek terhadap keberadaan dan pelindungan situs, serta aspek perawatan fisik lingkungan yang masih terbatas. Selain kerusakan fisik, mulai menurunnya kualitas kunjungan pengunjung yang dapat dilihat dari pengunjung yang merasa daya tarik Tamansari menurun bahkan tidak menarik untuk di kunjungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan ekspektasi pengunjung terhadap Tamansari terkait dengan kondisi pengembangan produk wisata dan juga kondisi perlindungannya sebagai situs peninggalan sejarah serta mengetahui kualitas daya tarik wisata dan kualitas perlindungan Tamansari dengan menggunakan prinsip-prinsip visitor management. Metode yang digunakan adalah perpaduan kualitatif dan kuantitatif dengan alat pengukur persepsi wisatawan menggunakan IPA (Importance Performance Analysis) dengan menggunakan sampel 100 orang wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisatawan memiliki persepsi bahwa beberapa atribut wisata sudah memenuhi persepsi dan ekspektasi pengunjung seperti :1)Kolam Pemandian,2)Sumur Gemuling,3) Pulau cemeti/kenanga, 4)Kompleks Keraton Yogyakarta dan 5)Prasarana jalan yang baik dan nyaman. Sedangkan atribut yang belum memenuhi persepsi dan ekspektasi pengunjung adalah 1)Prasarana jalan yang nyaman di dalam kompleks Tamansari, 2)Ketersediaan beberapa alternatif moda transportasi menuju Tamansari, 3)Pusat informasi wisata yang mudah ditemukan dan bermanfaat bagi pengunjung, 4)Area parkir yang teratur,bersih dan nyaman bagi pengunjung, 5)Fasilitas toilet yang bersih dan nyaman bagi pengunjung, 6)Papan informasi yang mudah ditemukan, jelas dan memberi informasi penting/bermanfaat bagi pengunjung. Untuk itu perlu pengembangan lebih lanjut pada atributatribut wisata yang kurang sesuai dengan ekspektasi pengunjung dan untuk yang sudah sesuai dipelihara dan dikembangkan lebih lanjut. Serta dalam meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengunjung perlu adanya pengaturan yang jelas dalam Zonasi, Waktu kunjungan, Rute kunjungan, dan Daya dukung wisatawan sehingga dapat meminimalkan dampak negatif yang ada.
Tamansari is an icon of Yogyakarta culture, has been set up by the World Monument Fund (WMF), which has a historical and cultural value is high, also establishes as one of the 100 most endangered cultural sites in the world. Water castle (Tamansari) feature not only because of its location which is in the Keraton Yogyakarta, but also in the beauty of the building. Water Castle (Tamansari) that has the art of European architecture and Java. Because of the beauty of the Water Castle (Tamansari) many tourists that come to see it. The number of visits to the Water Castle (Tamansari) poses a negative impact primarily relates to the attitude and behavior of visitors lacking respect the existence and shield cover sites, , as well as aspects of the physical treatment of buildings is still limited. In addition to the physical damage, began the decline of the quality of visitor visits that can be seen from the visitors who feel the fascination of Water Castle (Tamansari) is declining even not interesting to visit. This research aims to know the perceptions and expectations of visitors to Water Castle (Tamansari) related tourism product development conditions and also conditions of protection, as a historical heritage site and knowing the quality of the tourist attraction and quality protection of Water by using the principles of visitor management. The method used was a mix of qualitative and quantitative with gauges perceptions of tourists using IPA (Importance Performance Analysis) using a sample of 100 people solo nusantara and tourists 20 people. The results of this research show that tourists have the perception that some tourism attributes already meet the perceptions and expectations of visitors such as : 1)Pool, 2)Sumur Gemuling, 3)Pulau Cemeti/kenanga, 4)Royal Place Yogyakarta, and 5)Good infrastructure and comfrotable. Whereas attributes do not meet the perceptions and expectations of visitors is: 1)a comfortable road Infrastructures in complex Water Castle (Tamansari). 2)The availability of some alternative mode of transportation to Water Castle (Tamansari), 3)The Centre of the tourist information easy to find and useful to visitors. 4)Regular parking Area, clean and convenient for visitors, 5)Toilet facilities are clean and convenient for visitors and 6) Board the information easy to find, clearly and give important information/useful for visitors. The further of development on tourism attribute less in accordance with the expectations of visitors and to the already fit well preserved and further developed. To minimize the negative impact brought about by visitors need for clear arrangements within the Zoning, the time of the visit, the route and cruising excursions, support services so as to minimize the negative impact.
Kata Kunci : Yogyakarta, Tamansari, Visitor Management, Pelestarian.