Laporkan Masalah

SISTEM PELAYANAN SPASIAL PASAR TRADISIONAL DI KOTA PADANG SEBELUM DAN SESUDAH GEMPA BUMI 30 SEPTEMBER 2009

DODI FADLI, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Pasar merupakan fasilitas umum yang tercipta oleh adanya kebutuhan manusia yang tidak mampu memproduksi sendiri kebutuhannya. Pasar tradisional merupakan salah satu sektor penting guna mendukung perekonomian rakyat. Pasar tradisional menjadi tumpuan dan harapan masyarakat menengah ke bawah dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Di pasar tradisional masyarakat dapat memilih kebutuhan harian maupun kebutuhan non harian mereka sesuai dengan kemampuan ekonomi karena harga yang ditawarkan untuk berbagai kebutuhan harian cukup beragam. Perkembangan pasar tradisional memerlukan faktor pendorong untuk dapat membuat pasar tersebut lebih hidup dan berperan memberikan pelayanan yang lebih optimal. Oleh karena itu pasar tradisional harus memiliki kelebihan dan keuntungan dibanding dengan fasilitas umum lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem pelayanan spasial pasar tradisional dengan studi kasus pasar tradisional di Kota Padang sebelum dan sesudah gempa bumi 30 September 2009. Juga untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah gempa bumi tersebut. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah dengan pendekatan metode deduktif. Analisis data dilakukan dengan mengkategorikan komoditas tertentu dalam memberikan gambaran makna dibalik data yang ada serta analisis spasial dengan menggunakan teknik penyusunan peta untuk mengetahui aspek keruangan dari layanan pasar yang ada baik sebelum maupun sesudah gempa bumi. Sistem pelayanan spasial dalam artian distribusi barang dan pelayanan terhadap konsumen menunjukkan pola yang tidak beraturan khususnya untuk kebutuhan harian. Sementara untuk kebutuhan non harian pola yang terbentuk lebih teratur karena umumnya kebutuhan harian didistribusikan melalui perantara. Gempa bumi 30 September 2009 yang terjadi di Kota Padang mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar serta mempengaruhi sistem pelayanan spasial pasar tradisional. Kerusakan jaringan jalan mengganggu distribusi barang dari sentra produksi serta pergerakan konsumen ke pasar tradisional, sementara kerusakan bangunan pasar tradisional serta lingkungan permukiman penduduk mengakibatkan terjadinya perubahan arah tujuan konsumen dalam pemenuhan kebutuhan harian maupun non harian mereka.

A market is a public facility established by the existence of human needs that are not capable of producing their own needs. Traditional market is one of the important sectors of economy in supporting the society’s economy. Traditional markets have been the aim and the hope for the middle-low economic society in facing the rising prices of basic commodities. In traditional markets, public can choose daily needs as well as non-daily needs according to their economic capacity considering that the price offered for various daily needs are quite diverse. Development of traditional market requires the driving force to make the market more lively and capable to provide more optimal service. Therefore, the traditional markets have to show their advantages and benefits that is comparable with other public facilities. This research was conducted to determine the spatial service system of traditional market with a case study of traditional markets in the city of Padang before and after September 30, 2009 earthquake. Besides, this research is aimed to explore the changes after the earthquake. Deductive method was used to achieve the objectives of this research. Data analysis was performed by categorizing a particular commodity in examining the meaning of the existing data and by analysing spatial aspect using the technique of map organization to find out the spatial aspects of the market services before and after the earthquake. Spatial service system in terms of distribution of consumer goods and services showed an irregular pattern, especially for daily needs. While for non-daily needs, more regular patterns were formed since the daily requirement is generally distributed through distributors. The September 30, 2009 earthquake that occurred in the city of Padang resulted in damage and losses and affected a very large spatial service system of traditional markets. Damages in road networks disrupted the distribution of goods from production centers as well as the movement of consumers to the traditional markets, while damages of traditional markets buildings and public settlements surroundings resulted in a change in consumer’s destination to fulfill their daily and non-daily needs.

Kata Kunci : Pelayanan Spasial, Pasar Tradisional, Gempa Bumi

  1. S2-FTK-2012-Dodi_Fadli-Abstract.pdf  
  2. S2-FTK-2012-Dodi_Fadli-Bibliography.pdf  
  3. S2-FTK-2012-Dodi_Fadli-TableofContent.pdf  
  4. S2-FTK-2012-Dodi_Fadli-Title.pdf