Laporkan Masalah

PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS HAK GUNA USAHADI KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONALPROVINSI KALIMANTAN BARAT

Setiawan, Chandra, Ir. Waljiyanto, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Pengelolaan basisdata pendaftaran Hak Guna Usaha (HGU) di Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Barat telah menerapkan komputerisasi, namun penyimpanan datanya masih terpisah pada masing-masing bidang kerja serta data spasial dan data tekstualnya belum terintegrasi, sehingga pembuatan laporan pendaftaran HGU sulit dilakukan. Data spasial pendaftaran HGU memiliki perbedaan format penyimpanan dan sistem koordinat satu dengan yang lainnya, sehingga kemungkinan terjadinya tumpang tindih antar obyek HGU semakin besar. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan aplikasi Sistem Informasi Geografis Hak Guna Usaha (SIGHGU). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah menghasilkan aplikasi SIGHGU berbasis web yang dapat memudahkan pengelolaan dan pengintegrasian data pendaftaran HGU serta mendeteksi terjadinya tumpang tindih antar obyek HGU. Adapun metodologi penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan; tahap pengumpulan data dengan melakukan analisis sistem yang berjalan melalui identifikasi masalah, wawancara, dan inventarisasi data serta penentuan tujuan aplikasi yang baru; tahap pengolahan data melalui desain sistem dan implementasi sistem sehingga aplikasi dapat dioperasikan; kemudian tahap analisa dengan melakukan pengujian black-box; dan pengambilan kesimpulan. Aplikasi SIGHGU dibuat dengan menggunakan program PostgreSQL 8.4 dengan extention PostGIS 1.5 untuk pembangunan basisdata; Apache sebagai web server; Mapserver (ms4w- 2.3.1) dan Pmapper 4.0 untuk web mapping; CodeIgniter adalah Framework yang membantu pembuatan antar muka; dan OpenJump 1.3 sebagai converter shapefile ke PostgreSQL dan sebaliknya. Aplikasi SIGHGU dapat menyelesaikan permasalahan pada sistem manual, yaitu dapat mengintegrasikan data pendaftaran HGU dari beberapa bidang kerja; mempercepat dan mempermudah pengelolaan data dan pembuatan laporan pendaftaran HGU secara periodik; membantu mendeteksi adanya tumpang tindih antar obyek HGU maupun antara obyek HGU dengan ijin lokasi atau dengan kawasan hutan yang disebabkan terjadi kesalahan pengukuran atau penggambaran; pengguna dapat mengakses informasi dari SIGHGU melalui internet sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan.

Database management for registration of cultivation land right (HGU) in the National Land Agency Regional Office of West Kalimantan has been computerized. However, data are still stored in the separate section in each field of work, so that spatial data and textual data are not yet well integrated. It led to the difficulity to create a report of cultivation land right registration. Differences in spatial data coordinate system of HGU objects, raises the more possibility of overlapping between objects. Therefore, a research to produce an aplication of Geographic Information System of cultivation land right (SISHGU) is needed. The purpose of this research is to develop a web-based applications that can manage and integrate the textual - spatial data and detect the occurrence of overlapping between cultivation land right objects Carried out research methodology included preparation; data collection that includes analysis of existing systems by identification the issues, interviews, data inventory, and determining the purposes of new application; data processing, by creating the system design and implementation of the system so that applications can be operated; analized through black-box testing, and draw conclusions. SIGHGU applications created by the PostgreSQL 8.4 with PostGIS 1.5 extension for database development installed; Apache as a web server; Mapserver (ms4w-2.3.1) and Pmapper 4.0 for web mapping; CodeIgniter as a framework to create the interface; and OpenJump 1.3 to convert a shape file format into PostgreSQL format and vice versa. SIGHGU can solve the problems in the current system (manual), ie by integrating registration data of right to cultivation land from different divisions, speeding up and simplifying the management of data and regular reports; detecting any overlapping between the right to cultivation lands, issuance of location permit and forestry area, which occur due to measurement error or depiction. Moreover, SIGHGU users can access information from SIG HGU through the internet for decision making consideration.

Kata Kunci : sistem informasi geografi berbasis web, HGU, dan PostgreSQL.

  1. S2-FTK-2011-Chandra_Setiawan-Abstract.pdf  
  2. S2-FTK-2011-Chandra_Setiawan-Bibliography.pdf  
  3. S2-FTK-2011-Chandra_Setiawan-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FTK-2011-Chandra_Setiawan-Title.pdf