Laporkan Masalah

Polimorfisme gena rearranged during transfection (RET) dan Endothelin beta-tipe receptor (EDNRB) pada penyakit Hirschsprung di Yogyakarta

SARYONO, Promotor Prof. Dr. Dra. Wiryatun Lestariana, Apt

2010 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran dan Kesehatan

Penyakit Hirschsprung (HSCR) merupakan gangguan kongcnital yang ditandai dengan tidak adanya sel ganglion parasimpatis pada kolon. Gena reseptor tirosin kinase (RET) dan reseptor endotclin tipe B (EDNRB) terlibat dalam migrasi saraf enterik yang menyebabkan HSCR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji polimorfisme gena RET dan EDNRB pada penyakit Hirschsprung di Yogyakarta. Penelitian 1m menggunakan desain kasus-kontrol dengan cara mengekstraksi DNA dari jaringan kolon aganglion ik pada 46 pasien HSCR sporadik yang dirawat di RS Dr. Sardj ito Yogyakarta selama tahun 2007, dan darah dari kelompok kontrol. Ekson 2, 13, 15 gena RET dan ekson 4 gena EDNRB diamp1ifikasi dengan teknik PCR-RFLP untuk mengetahui adanya polimorfisme. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi square pada kemaknaan p=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aiel 135A pada ekson 2 menunjukkan frekuensi 70,65% pada kelompok HSCR dan 45,65% pada kelompok kontrol. Aiel 2307G pada ekson 13 menunjukkan ·frekuensi 75% pada kelompok HSCR dan 55,43% pada kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi aiel 135A dan 2307G gena RET berbeda bermakna antara kelompok HSCR dan kontrol (p<0,05). Aiel A pada c i35G>A (OR=2,86) dan aiel G pada c2307T>G (OR=2,4 1) berperan sebagai salah satu fak-tor risiko HSCR pada populasi di Yogyakarta. Polimorfisme c27 12C>G gena RET dan c831A>G gena EDNRB tidak ditemukan pada populasi ini. Polimorfisme ci35G>A gena RET berhubungan dengan jenis ke lamin dan panjang segmen aganglion pada subyek HSCR di Yogyakarta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat polimorfisme c 135G>A dan c2307T>G gena RET sedangkan pada c27 12C>G gena RET dan c831 A>G gena EDNRB tidak ditemukan pada populasi di Yogyakarta. Aiel A dan G berperan sebagai salah satu faktor risiko terjadinya HSCR. Kata kunci: Hirschsprung di sease, RET, EDNRB, polimorfisme, genotipe, aiel

Hirschsprung disease (HSCR) is a frequent congenital disorder that characterized by the absence of parasympathetic ganglion cells in colon. RET receptor and endothelin-8 receptor have been involved in the development of the mammalian nervous system that causes HSCR. The purpose of this study was to investigate the polymorphism of I~ ET and EDNRB genes in H irschsprung's disease (HSCR) in Yogyakarta. This research used case control design. Genomic DNA was extracted from bowel tissues of 46 unrelated HSCR patients hospitalized in Dr. Sardjito hospital, Yogyakarta in 2007, which were removed by surgery and blood from control group. Exons 2, 13, 15 of RET gene and exon 4 of EDNRB gene were amplified by polymerase chain reaction - restriction fragment length polymorphism (PCRRFLP). The distribution of the polymorphism in patients and controls were analyzed by chi square test with p value of 0,05 considered to be statistically significant. Rearranged during transfection receptor polymorphi~ was detected in exon 2 and exon 13 of the 46 HSCR patient in Yogyakarta population. A aiel in the c 135G>A and G allele in the c2307T>G have a role as risk factor for HSCR in Yogyakarta population. Thought, c27 12C>G RET gene and c83 1 A>G EDNRB gene polymorphism didn 't lind in that population. A and G allele of RET gene was as a risk factor or HSCR. As conclusion, there were c 135G>A and c2307T>G of RET genes polymorph ism in Indonesian population but not in c2712C>G of RET gene and c83 1 A>G of EDNRB gene. Keywords: Hirschsprung di sease, RET, EDNRB, polymorphism, genotype, allele

Kata Kunci : Hirschsprung disease,RET,EDNRB,Polimorfisme,Genotipe,Alel

  1. S3-FKU-2010-Saryono-Abstract.pdf  
  2. S3-FKU-2010-Saryono-Bibliography.pdf  
  3. S3-FKU-2010-Saryono-Tableofcontent.pdf  
  4. S3-FKU-2010-Saryono-Title.pdf