Laporkan Masalah

Perencanaan strategis program corporate social responsibility (CSR) pada PT Kaltim Prima Coal (KPC) tahun 2010-2012

HERUTOMO, Rohana S, John Suprihanto, Dr.,M.I.M

2010 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kebijakan strategis pelaksanaan Corporate Social Responsibility pada PT Kaltim Prima Coal peri ode 2010-2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan data sekunder yang didapat pada PT KPC periode 2006-2009, serta metode analisis yang digunakan ada lab metode deskriptif analitis. Adapun hasil penelitian yang didapat adalah (1) lsu-isu strategis lingkungan ekstemal PT KPC yang berpengaruh dalam rencana strategis program CSR dimana yang menjadi peluang adalah: (a) Komitmen secara politik dari Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor tambang batubara bagi peningkatan devisa negara; (b) Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang membebaskan pajak dan retribusi demi peningkatan daya saing investasi; (c) Stabilitas perekonomian nasional terhadap krisis ekonomi global; (d) Indonesia sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam tambang batubara terbesar di dunia; (e) Kabupaten Kutai Timur merupakan daerah yang kaya sumber daya alam tambang batubara terbesar di Indonesia. Ditemukan bahwa isu-isu yang menjadi ancaman dalam penyelenggaraan CSR adalah: (a) isu-isu global tentang lingkungan dan sosial yang dimotori organisasi nirlaba intemasional dan badan dunia akan menjadi ancaman sanksi bi la tidak mematuhi peraturan tentang lingkungan alam dan sosia l; (b) Tingkat kepedulian masyarakat yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan alam dan sosial dapat menjadi ancaman sosial; (c) Rendahnya kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah Kutai Timur menjadi ancaman tersendiri; (d) Tertundanya permasalahan divestasi saham PT KPC semenjak tahun 1996 hingga saat ini menjadi ancaman tersembunyi dalam membina hubungan dengan pemerintah daerah. (2) rsu-isu strategis dari internal yang menjadi kekuatan dalam rencana strategis program CSR adalah: (a) PT KPC memiliki komitmen, SOP, corporate culture dan company policy penyelenggaraan CSR; (b) Kesediaan menganggarkan dana untuk CSR seni lai US$ 5 juta per tahun; (c) Telah menjalankan tujuh program CSR yang berfokus ke bidang sosial dengan kearifan lokal; (d) Telah mendapatkan penghargaan dari organisasi independen atas penyelenggaraan CSR selama ini; (e) Adanya divisi khusus menangani CSR (Divisi External Affairs & Sustainable Development). Sedangkan yang menjadi kelemahan adalah: (a) Penyelenggaraan CSR belum tepat sasaran dan masih tumpang tindih; (b) Program kerja CSR secara internal belum terintegrasi secara holistik dengan program kerja departmen lain (c) Belum menempatkan CSR sebagai program kerja yang bersifat strategis bagi kelangsungan bisnis perusahaan. (d) Otoritas dan jumlah staf Divisi ESD yang belum seimbang dengan luasnya daerah pelayanan CSR. (e) program belum merupakan competitive advantage dan bargaining power terhadap stakeholders (3) Rencana strategis CSR yang akan dijalankan adalah: (a) Pemberdayaan masyarakat melalui program pendidikan dan pelatihan keahlian yang mendukung langsung bisn is PT KPC; (b) meningkatkan wewenang Divisi ESD dan penambahan jumlah staf Divisi ESD (c) menyusun rencana kerja yang holistik dan terintegrasi agar dapat mendukung pencapaian goals dalam meningkatkan produksi batubara sebesar 70 juta metrik ton mulai tahun 20 I I.

This research was aimed to planning strategic policy implementation of Corporate Social Responsibility at PT Kaltim Prima Coal period of 2010-2013. Descriptive qualitative was implemented as research method, and secondary data released by PT KPC during 2006-2009 was used as main data. Analyzis method used in this study was descriptive-analytic method. Results showed that: 1. External environment strategic issues which influenced plan of CSR programme at PT KPC that could be opportunities were: (a) the political commitments of indonesian government to increasing coals export for improving foreign revenues; (b) the commitments of Kabupaten Kutai Timur in exempting tax and retribution for the sake of investment competitivenes; (c) the stability of national economics during global financial crisis; (d) the fact chat Indonesia is one of largest natural resources countries and the biggest coal mining in the world; (e) Kabupaten Kutai Timur had the largest coal mining areas in Indonesia. Whereas issues that could be threats were: (a) global environmental and social issues supported by international NCO's and world organizations; (b) the consciousness of society toward environmental and social issues; (c) The economic level society in Kabupaten Kutai Timur; (d) the delay of stock dives/a/ion since 1996 had hampered business activities and good network with the province government. 2. Strategic issues at internal environment which had influences in CSR programme that could be strength were: (a) PT KPC had commitment, SOP, cmporate culture and company policy in implementing CSR; (b) PT KPC provided US$ 5 millions annually as CSR funds; (c) PT KPC had seven CSR programmes focused on local inhabitants social-economics; (d) awarded by many independent organizations, (e) PT KPC performed a special organization External Affairs & Sustainable Development Division to run CSR. Whereas issues that could be weak11esses were: (a) The programme still not based on need assessment; (b) The implementations of CSR internally still not integrated holistic/y between departments (c) authority and number of staff of ESD Division is limitation comparing to the services area; (d) the CSR still had low bargaining power. 3. Strategic planning of CSR programme which will be excuted are: (a) the empowerment of Kutai Tirnur society through education programmes and trainings to support activities of PT KPC; and (b) increasing the authority level and number of ESD staff to cover the whole areas that need to serve, (c) Designing work plan holistic and integrated with ESD Division work plan for optimi:::ing the implementations of CSR programmes and supporting the 70 millions metrix tonne coal production starling in 20 II.

Kata Kunci : CSR,Peluang dan ancaman eksternal,Kekuatan dan kelemahan internal,Stakeholders,Divisi external affairs,7o juta metrik ton

  1. S2-FEB-2010-ROHANA_S__HERUTOMO-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-FEB-2010-ROHANA_S__HERUTOMO-TABLEOFCONTENT.pdf  
  3. S2-FEB-2010-ROHANA_S__HERUTOMO-TITLE.pdf