Efektivitas implementasi izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai instrumen pengendalian pemanfaatan lahan kota :: Kasus di Kota Bantul
SAYOGO, Decky, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D
2008 | Tesis | S2 MPKDKetersediaan laban yang sangat terhatas mengakihatkan penggunaan laban menjadi tidak tertata dengan haik dan menimhulkan pemhorosan pemanfaatan ruang yang hermuara pada penurunan kualitas kehidupan. Karena itu maka diperlukan penataan penggunaan laban untuk mengatur wujud struktural dan pola pemanfaatannya herdasarkan hesaran kegiatan, jenis kegiatan, fungsi lokasi, kwalitas ruang, dan estetika lingkungan. Dalam penataan penggunaan laban itu maka diperlukan suatu rencana penataan ruang yang haik dan jelas sehingga basil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu hentuk pengendalian penataan ruang yang hiasa digunakan oleh pemerintah adalah peraturan Izin Mendirikan Bangunan (1MB). Dengan memiliki IMB maka hangunan yang didirikan seharusnya sudah sesuai dengan tata ruang dan aturan teknis yang herlaku. Namun pada kenyataannya masih hanyak pelanggaran terhadap IMB. Penelitian ini hertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi 1MB sehagai instrumen pengendalian pemanfaatan laban kota di Kota Bantul, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi 1MB sehagai instrumen pengendalian pemanfaatan laban kota di kota Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitattif dengan pendekatan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan hahwa variahel peraturan, kemampuan instansi pelaksana, dan sumber daya berpengaruh terhadap efektivitas implementasi IMB di Kota Bantul. V ariahel peraturan, kemampuan instansi pelaksana, dan sumber daya dalam penelitian efektivitas implementasi IMB di kota Bantul ini menunjukkan hahwa semua faktor kurang efektif hila dilihat dari output yang dihasilkan yaitu hangunan yang her- 1MB harus sesuai rencana tata ruang mulai dengan peruntukan laban, ketinggian hangunan, koefisien dasar hangunan, dan garis sempadan hangunan, serta meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap rencana tata ruang dan 1MB. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi IMB dalam penelitian ini adalah kurang tegasnya penerapan suatu peraturan, kurangnya sosialisasi peraturan haik rencana tata ruang dan peraturan 1MB, kurang tegasnya sanksi yang dikenakan terhadap pelanggar 1MB, kurangnya sumber daya aparat, dan faktor masyarakat sendiri. Berdasarkan basil penelitian dan analisis, maka untuk meningkatkan efektivitas implementasi 1MB sehagai instrumen pengendalian pemanfaatan laban kota di Kota Bantul dapat diberikan heberapa rekomendasi, yaitu perlunya sosialisasi yang jelas tentang Rencana Tata Ruang dan 1MB kepada masyarakat, perlunya pengawasan dan pengendalian yang berkesinamhungan, perlunya peraturan yang jelas tentang pemherian sanksi, perlunya ditamhah kualitas dan kuantitas aparat, dan perlunya diherikan penghargaan kepada pemilik 1MB yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang. Kata Kunci : Efektivitas, rencana tata ruang, izin mendirikan bangunan
Limited availability of land result in poor arrangement of land use and causes wasteful spatial usage which leads the decrease of the quality of life. For that matter, there is a need for an arrangement of land use to regulate the structures and usage pattern based on the scale of activity, type of activity, function of location, quality of space, and aesthetic of environment. In the arrangement of land usage it is desirable to make a solid and clear spatial arrangement plan in order that the outcome wiil be as expected. One of the frequently government implemented forms of spatial arrangement control is a regulation on building permit. By having a building permit, the structure erected is supposed to have complied with the existing spatial arrangement and technical regulations. In practice, however, there are still many violations to building constructions permit regulation. The study aims at finding out the effectiveness of building construction permit implementation as a control instrument of urban land use in Bantul district and at understanding the factors that have impact on the effectiveness of building constructions permit implementation as a checking instrument of urband land use in Bantul district. The research uses descriptive-qualitative method with deductive approach. The result of the research shows that the variables of regulation, the competence of enforcing institution, and resource have influence on the effectiveness of building construction permit implementation in Bantul district. The variables of regulation, competence of enforcing institution, and resources in this study on the effectiveness of building construction permit implementation in Bantul district shows that all factors are not effective from the perspective of the output, namely the requirement that a structure that already has the building construction permit must follow the spatial arrangement plans that include land allocation, building height, building coverage ratio, and building line, and the increasing public knowledge and understanding of the spatial arrangement plan and building construction permit. The factor that influence the effectiveness of building construction permit implementation found in this research is the lack of regulation enforcement, lack of socialization of spatial planning and building construction permit regulations, lack of disciplinary measure taken for violators of building construction permit, lack of enforcer resource, and the factor of society itself. Based on the result of the research and analysis, to increase the effectiveness of building construction permit implementation as a control instrument of urban land use in Bantul district, some recommendations might be given, they are need of clear socialization of spatial arrangement plan and building construction permit to the society, the need of continuous checking and controlling, the need of clear regulation of enforcement, the need of increasing the quality and quantity of enforcer, and the need of reward given to the owners ofthe building construction permit which are suitable with spatial arrangement plan. Keyword : Effectiveness, spatial arragement plant, building construction permit
Kata Kunci : Efektiviats,Rencana tata ruang,Izin mendirikan bangunan