Perubahan strategi manajemen budaya keselamatan kinerja di CNOOC SES Ltd. guna menunjang keunggulan kompetitif
SUHARYADI, Harsono, Dr., M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenCNOOC SES Ltd. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha hulu operasi Pertambangan Minyak dan Gas Bumi di daerah lepas pantai Laut Jawa. CNOOC SES Ltd. sering menghadapi berbagai masalah kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal (fatality) yang mengakibatkan pekerja meninggal dunia, cidera (injury) ataupun kerusakan peralatan (property damage) dan kerusakan lingkungan (environment damage) di wilayah kerja operasi. Cidera dan sakit yang di sebabkan oleh pekerjaan mempunyai pengaruh yang cukup berarti pada individu itu sendiri maupun perusahaan dimana dapat mengakibatkan kerugian di pihak karyawan dan biaya yang besar serta reputasi atau image perusahaan. Oleh karena itu, setiap kecelakaan yang terjadi harus segera diselidiki atau di investigasi (accident investigation) sehingga dapat ditemukan faktor penyebab utamanya (root cause) , kemudian di lakukan tindakan perbaikan atau koreksi (corrective actions) dan upaya bersama yang melibatkan semua pihak untuk menghindarkan terjadinya lagi kecelakaan yang serupa (accident prevention). Sistim manajemen keselamatan ada lah sa lah satu alat proses yang dapat digunakan untuk melakukan beberapa jenis pekerjaaan yang beresiko agar dapat dilaksanakan dengan aman dan benar, karena sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan persyaratan serta prosedur kerja, namun dalam kenyataannya masih juga terjadi kecelakaan kerja. Karena setiap kecelakaan yang terjadi merupakan kerugian yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bi snis, maka dengan adanya perubahan manajemen budaya keselamatan kerja di tempat kerja, diharapkan akan dapat menghasilkan suatu kinerja keselamatan dan kualitas kerja yang lebih baik untuk mencapai tingkat keselamatan kerja kelas dunia (world class safety) dalam menunjang keunggulan bisnis yang kompetitif. xii Tesis ini mencakup evaluasi pelaksanaan sistim manajemen keselamatan kerja yang di lakukan oleh perusahaan, dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan dalam sistim ini dalam pelaksanaan atau implementasi sistim manajemen kese lamatan kerja dibandingkan dengan sistim pengalaman terbaik (Best Practice) yang di lakukan oleh perusahaan kelas internasional seperti DuPont dan juga dengan hasil Audit internal yang di lakukan oleh CNOOC SES Ltd. Dengan menggunakan metoda penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif terhadap anal isa kajian perubahan manaj emen budaya Keselamatan Kerja melalui perubahan peri laku Keselamatan Kerja terhadap kinerja Keselamatan Kerja di C OOC SES Ltd, dapat diperoleh hasil penelitian, kesimpulan dan saran. Kaj ian ini akan lebih mempersoalkan keadaan sebenarnya dil ihat dari perubahan perilaku Keselamatan Kerja sebagai fenomena sosial yang di interpretasikan sesuai dengan sudut pandang dan kepentingan strategi manajemen Keselamatan Kerja di CNOOC SES Ltd. Manajemen perusahaan CNOOC SES Ltd akhirnya telah memutuskan untuk menginstruksikan kepada semua jajaran manajemen dan segenap karyawan dan kontraktor untuk lebih mengintensifkan program - program keselamatan kerja baik jangka pendek, menengah maupun jangka panj ang untuk selalu meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan kerja (Safety Awareness) dan kepedulian lingkungan (Environment Awareness). Bagi pemimpin yang tulen, perubahan itu suatu pe/uang sekaligus ancaman. Kalau peluang itu tidak diambil maka pangsanya akan diambil pesaing sehingga menjadi ancaman (Robby Djohan) Keywords: safety awareness, world class safety, management commitment, zero accident, safety behavior, gap analysis, safety road map, competitive advantage
Organizational culture is a concept often used to describe shared corporate values that affect and influence members' attitudes and behaviors. Safety culture is a sub-facet of organizational culture, which is thought to affect members' attitudes and behavior in relation to an organizations ongoing safety performance. The term ' safety culture' first made its appearance in the 1987 OECD Nuclear Agency report (INSAG, 1988) on the 1986 Chernobyl disaster. Gaining international currency over the last decade, it is loosely used to describe the corporate atmosphere or culture in which safety is understood to be, and is accepted as, the number one priority (Cullen, 1990). Unless safety is the dominating characteristic of corporate culture, which arguably it should be in high-risk industries, safety culture is a subcomponent of corporate culture, which alludes to individual, job, and organizational features that affect and influence health & safety. Geller (1997) also proposes a 'Total Safety Culture' model that encompasses ' the safety triad' (e.g. Geller, 1989) that recognizes the dynamic and interactive relationships between person, environment and behavior. Heinrich, Peterson & Roos (1980) identified that Accident causation models recognize the presence of an interactive or reciprocal xiv relationship between psychological (people), situational (organization) and behavioral factors Gobs). In workplaces with troublesome rates of unsafe performance, behavioral safety programs, properly implemented, produce significant improvements in safe performance and major reductions in workplace injuries and illnesses. Human suffering and financial costs are sharply reduced. Moreover, the costs of producing these gains in human performance are a good investment, paying for themselves many times over. CNOOC SES Ltd is one the largest oil and gas in Indonesia operating offshore. Working in Hazardous environment with around 1,000 employees and contractors, CNOOC E Ltd. management understands that workplace safety plays important role in managing business risks. Although CNOOC SES Ltd. has improved current afety System, CNOOC SE Ltd. sti ll faces several incidents in the workplace. When inc ident happens, minor or major injuries are matters of probabili tjes. Focusing hazards will reduce the risk of incident happen. It i a responsibility of line management to reduce hazards. Current management walk-around with a reputable afety consultant shows that there is a lot of room for improvements to achieve world-class safety culture by enhancing afety culture toward business competitive advantage. "if you do what you've always done, you 'll get what you always got!" (W. Edwards Deming) Keywords: safety awareness, world class safety, management commitment, zero accident, safety behavior, gap analysis, safety road map, competitive advantage
Kata Kunci : Safety awareness,World class safety,Management commitment,Zero accident,Safety behavior,Gap analysis,Safety road map,Competitive advantage