Analisis strategi Divisi Energi-Wika dalam bersaing pada industri konstruksi ketenagaan di Indonesia :: Studi kasus SBU Divisi Energi-PT Wijaya Karya
SETYAWAN, Wahyu Purnama, John Suprihanto, Dr., MIM
2008 | Tesis | S2 Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk menyusun formulasi strategi pada tingkat Single Business Unit (SBU) yang dilakukan pada Divisi Energi - Wika demi tercapainya keunggulan bersaing pada industri jasa konstruksi ketenagaan di Indonesia. Studi dilakukan dengan menggunakan kaidah-kaidah manajemen stratejik dengan mempertimbangkan keadaan lingkungan internal dan Iingkungan eksternal organisasi pada industri. Terdapat tiga tahapan utarna yang lakukan dalam analisis penyusunan strategi yaitu; pertama tahap pemasukan, kedua tahap pencocokan, dan ketiga tahap pengambilan keputusan. Pada tahap pemasukan, dilakukan analisis lingkungan internal dan eksternal organisasi dengan menggunakan Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) yang berisi faktor-faktor peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan. Pada tahap pencocokan, dilakukan analisis Matriks SWOT dan analisis Matriks SPACE. Hasil Analisis Matriks SWOT diperoleh empat alternatif strategi yaitu Kekuatan-Peluang (S-0), Kelemahan-Peluang (W -0), Kekuatan-Ancaman (S-T), dan Kelemahan-Ancaman (W-T). Dengan analisis Matriks SPACE dilakukan penilaian atas kekuatan financial (FS), keunggulan kompetitif (CA), kekuatan industri (IS), dan stabilitas lingkungan (ES) guna mengetahui karakter strategi yang tepat untuk dilaksanakan apakah agresif, bersaing, defensif, atau konservatif. Pada tahap pengambilan keputusan dilakukan analisis QSPM untuk memilih strategi yang tepat dari berbagai alernatif strategi yang diperoleh dari anal isis Matriks SWOT. Hasil analisis menyarankan Divisi Energi Wika menggunakan alternative strategi kekuatan-peluang (S-0) dimana hasil analisis QSPM memberikan nilai tertinggi 5,63. ilai untuk strategi W-0 = 3,5; S-T = 4,22; dan W-T = 2,99. Alternatif Strategi S-0 sejalan hasil analisis Matriks SPACE yang menyarankan Divisi Energi Wika menerapkan pola strategiyang agresif. Langkah strategis yang perlu dijalankan oleh Divisi Energi Wika adalah lebihagresif dalam penetrasi pasar, meningkatkan kerjasama dengan pemasok dan mitra kerja,meningkatkan kinerja untuk mempertahankan reputasi, meningkatkan efisiensi demi tercapainya low cost leadership, membantu peningkatan kinerja mitrakerja agar dapat menjadisubkontraktor handal, dan meningkatkan kompetensi dengan pemanfaatan teknologi Kata kunci: formulasi strategi, keunggulan bersaing, Matriks !FE, Matriks EFE, Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks QSPM
This research is planned to design a strategy formulation on a Single Business Unit (SBU) level for Divisi Energi - Wika, to achieve a competitive advantage in the power plant construction industries in Indonesia. The strategy refers to strategic management theories and consider to internal and external environments of the organization in the industry. Three steps are used in the analysis to define strategy. First step is called input step, second step is called matching step, and the last step is called as decision step. Internal and external environment analysis should be done in the first step. External Factors Evaluation (EFE) Matrix and Internal Factors Evaluation (IFE) Matrix are used in the analysis. Four factors of opportunities, threats, strengths, and weaknesses are involved. On the matching step, strategic analysis which has to be done consist of SWOT Matrix and SPACE Matrix analysis. Result of SWOT Matrix are four alternatives of strategic i.e. Strength-Opportunity Strategy (S-0), Weakness-Opportunity Strategy (W- 0), Strength-Threat Strategy (S-T), and Weakness- Threat Strategy (W-T). While the SPACE Matrix analysis is done with review of fmancial strength (FS), competitive advantage (CA), industry strength (IS), and environment stability (ES) to identify a suitable character of strategy that could be applied for the organization. Those characters are aggressive strategy, competitive strategy, defensive strategy, and conservative strategy. On the decision steps, QSPM analysis has to be done to choose an appropriate strategy adopted from alternative strategies resulted from SWOT Matrix analysis. Final result of QSPM analysis shows that Strength-Opportunity (S-0) has the biggest value of 5.63. Value for W-0 Strategy is 3.5, S-T Strategy is 4.22, and W-T Strategy is 2.99. S-0 Strategy is in accordance with SPACE Matrix result which suggests Divisi Energi - Wika to apply aggressive strategy. The research implicates that Divisi Energi Wika supposed to use S-0 Strategy in its business management by with intensive market penetrations, strategic alliances developments with subcontractors and supplier, strengthening its reputation, low cost leadership, helping its subcontractors to be more professional, and increase its competence through high technology applications. Keywords: strategy formulation, competitive advantage, /FE Matrix, EFE Matrix, SWOT Matrix, SPACE Matrix, QSPM Matrix
Kata Kunci : Formulasi strategi,Keunggulan bersaing,Matriks IFE,Matrik EFE,Matriks SWOT