Laporkan Masalah

Pengukuran risiko operasional dengan metode VaR: Studi pada Bank 'X'

PUJIASTUTI, Wiwin, Erni Ekawati, Dr., MBA

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Sesuai Road Map penerapan pengukuran risiko operasional dari BI, maka saat ini Bank Indonesia mengatur perbankan di Indonesia untuk mengukur risiko operasional dengan pendekatan Basic Indicator Approach (BIA), mengingat perhitungan dengan metoda BIA menghasilkan capital charge yang sangat besar maka Bank 'X' masih mencari alternatif metoda perhitungan dengan pendekatan Internal Model. Tujuan penelitian ini adalah mengukur risiko operasional Bank 'X' dengan pendekatan Value at Risk, menggunakan metoda Extreme Value Theory, (EVT) sehingga dapat menghitung cadangan modal yang harus disediakan untuk risiko operasional dengan lebih realitis. Data didapatkan dari Bank 'X' yang merupakan record kerugian eperasional hasil audit seluruh unit kerja di Bank 'X' selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. Hasil analisis data didapatkan kesimpulan sebagai berikut: pertama hasil perhitungan risiko operasional Bank 'X' dengan pendekatan VaR dengan metoda EVT menghasilkan angka yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan pendekatan BIA yaitu sebesar Rp39,4 milyar sedangkan dengan metoda BIA menghasilkan capital charge sebesar 2.132 milyar, kedua dari analisis satu per satu item penyebab timbulnya risiko operasional, ternyata risiko terbesar disebabkan oleh faktor sumber daya manusia terutama adalah aspek eksekusi, pelayanan dan manajemen proses.

According to Road Map of operational risk measurement Bank Indonesia, until now regulates banks in Indonesia to measure operational risk by using Basic Indicator Approach(BIA), This Approach might result in huge capital charge, so that bank 'X' is looking fo ran alternative calculation method by using Internal Model Approach. The aim of this research is to measure operational risk Bank 'X' by Value at Risk approach, using Extreme Value Theory Method (EVT) so that bank 'X' can calculate capital charge that should be available in more realistic operational risk. Data is from Bank 'X' operational loss records that was audited from all Bank 'X'units from 2005 to-2007. The research finding show the following conclusions: first, bank 'X' operasional risk calculated by using VaR approach that is using EVT method resulting in a number that is much smaller capital charge that isRp. 39,4 billions, compared to that of using BIA that show Rp2,132billons/s Second, the analysis on each individual item contributing to the operasional risk indicates that the biggest risk is caused by human resource factors, especially on implementation, service and process management

Kata Kunci : Pengukuran risiko operasional dan EVT, Operational Risk Measurement and EVT

  1. S2-FEB-2008-Wiwin_Pujiastuti-Abstract.pdf  
  2. S2-FEB-2008-Wiwin_Pujiastuti-Bibliography.pdf  
  3. S2-FEB-2008-Wiwin_Pujiastuti-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-FEB-2008-Wiwin_Pujiastuti-Title.pdf