Laporkan Masalah

KAJlAN FILSAFAT ANALITIK TENTANG UNGKAPAN JURNALISTIK: RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN ETIKA PERS

WIBOWO, Wahyu, Promotor Prof.Dr. Hj. Endang Daruni Asdi

2007 | Disertasi | S3 Ilmu Filsafat

Ungkapan jurnalistik surat kabar Indonesia pada era Reformasi (1998-2006), terutama yang diperlihatkan oleh harian Kompas, Media Indonesia, dan Rakyat Merdeka edisi 2004-2006 tentang Pemilu 2004, memperlihatkan ketertundukannya pada etika kebijaksanaan yang dalam perspektif ideologi bangsa merupakan cerminan dari nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, istilah pers Pancasila yang dicetuskan oleh wartawan Indonesia pada 1984 patut direvitalisasi. Etika kebijaksanaan, yang ditopang oleh prinsip ruk:un dan sikap hormat, oleh surat kabar Indonesia pertama-tama digunakan untuk memfungsikan pers sebagai peranti pendidikan bagi masyarakat dalam hal berbangsa dan bemegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif, sedangkan langkah rnetodis penelitian ini dilakukan secara eklektis berdasarkan unsur-unsur metodis umum yang berlaku dalam penelitian filsafat, yang oleh karena juga ditopang oleh metode deskriptif (pelukisan sistematis-interpretatif mengenai etika pers, kesadaran berbahasa wartawan, dan klasifikasi mengenai ungkapan jurnalistik), metode historis (penggalian data historis primer dan sekunder mengenai sejarah pers Indonesia dan sejarah Filsafat Analitik), metode verstehen (pemahaman mengenai objek formal dan objek material berupa sistem nilai dan simbol sebagai tahap awal interpretasi dan menghidupkan kembali dalam konteks kehidupan dewasa ini), metode interpretasi (menjembatani pesan yang implisit dan eksplisit yang terdapat dalam data dan menerangkannya), metode analitika bahasa (rnemperjelas ungkapan jumalistik berdasarkan konsep-konsep filsafat bahasa), metode analisis bingkai (penyimpulan data setelah melakukan pengumpulan dan analisis data melalui sintesis yang induktif aposteriori dalam rangka membentuk kerangka kajian dan kerangka teoretik berdasarkan prinsip pembingkaian), metode hermeneutika (mencari makna terdalam melalui analisis ungkapan jurnalistik), dan metode heurestika (mengungkapkan sistern etika kebijaksanaan sebagai landasan etika pers nasional dalam upaya merevitalisasi Pers Pancasila). Sedangkan, tujuan penelitian ini adalah rnerefleksikan secara kritis hubungan makna bahasa dalam perspektif Filsafat Analitik dan Filsafat Bahasa Biasa dengan nilai-nilai etika di balik ungkapan jurnalistik. Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk memperkaya khazanah pemikiran dalam bidang Filsafat Bahasa atau bidang Filsafat Jurnalistik, khususnya dalam rangka pengembangan etika pers. Kata kunci: Ungkapanjurnalistik, Fi lsafat Analitik, Filsafat Bahasa Biasa, etika kebijaksanaan, etika pers, pers Pancasila.

Journalistic utterance in Indonesia 's newspapers in Reformation era, especially emerged in Kompas, Media indonesia, and Rakyat Merdeka by the years of 2004-2006 edition regarding the 2004 General Elections, indicates the obedients to wisdom ethics that in the ideology prespective reflects the values of Pancasila. So the term Pancasila press that was issued by the journalists in 1984 needs to be revitalized. Wisdom Ethics which is supported by the principle of harmony and respectful to each other is firstly used by the Indonesian newspapers to be functioned as the media of education to the Indonesian people. This research is qualitative descriptive, and the methodology is through eclectic methods which is based on the common methodology used in philosophy research that is supported by descriptive method (interpretative and systematic description about press ethics, the language awareness of the journalists, and classifications of journalistic utterance), historical methods (finding the primary and secondary historical datas about Indonesian pers history and Analytical Philosophy), verstehen methods (understanding about formal object and material such as value system and symbol as the preinterpretation and correlating them into the nowadays contexts), interpretation method (bridging the implicit and explicit message in the words and explain them), language analytical methods (explaining the journalists utterance based on the Language Philosophy), framing analysis method (summarizing the datas after the data collection and data analysis through an inductive aposteriory syntesis to form the research and theoritical frame based on the framing analysis), hermeunitics method (finding the deepest meaning through journalist utterance analysis), and heuristic method (showing the wisdom ethics system as the basis of National Press ethics to revitalize Pancasila Press. The purpose of this research is reflecting critically the relationship between the language meaning in Analytical Philosophy perspective and Ordinary Language Philosophy towards the ethics values in the journalist utterance. This research is hoped to enrich the Language Philosophy ideas or Journalistic Philosophy, especially for the press ethics. Key words: Journalistic utterance, Analytical Philosophy, Ordinary Language Philosophy, wisdom ethic, press ethic, Pancasila press.

Kata Kunci : Filsafat Analitik, Jurnalistik, Etika Pers

  1. S3-PAS-2007-WahyuWibowo-Abstract.pdf  
  2. S3-PAS-2007-WahyuWibowo-Bibliography.pdf  
  3. S3-PAS-2007-WahyuWibowo-Tableofcontent.pdf  
  4. S3-PAS-2007-WahyuWibowo-Title.pdf