Laporkan Masalah

Pengembangan kerangka kebijakan pengelolaan pembiayaan infrastruktur jalan :: Kasus jalan pantai utara Pulau Jawa

AULIA, Dr.Tech.Ir. Danang Parikesit, M.Sc.

2006 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik Transportasi

Salah satu jaringan jalan dalam sistem transportasi nasional yang ada di Pulau Jawa adalah jalur Pantai Utara Jawa atau lebih dikenal dengan sebutan "Jalur Pantura" yang memiliki panjang 1.183,7 Km. Jalur Pantura merupakan jalan arteri yang melayani arus lain lintas antar pulau dan antar propinsi di Pulau Jawa. Lalu lintas angkutan orang dan barang dari Pulau Sumatera ke wilayah timur Pulau Jawa/Bali sebagian besar memanfaatkan jalur jalan ini dan banyak kegiatan ekonomi yang dihubungkan oleh Jalur Pantura sehingga Jalur Pantura mempunyai peranan sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa. Persoalan yang dihadapi adalah adanya keterbatasan anggjiran pemerintah dalam hal penanganan infrastruktur jalan sementara aset jaringan jalan yang kita miliki sudah sangat besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran pengelolaan pembiayaan infrastruktur jalan dari sisi kinerja pelayanan jalan, menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan infrastruktur jalan dan melakukan kajian untuk melihat efektifitas pembiayaan infrastruktur jalan terhadap kinerja pelayanan. Penelitian difokuskan pada jaringan jalan Jalur Pantura Jawa berdasarkan data IRMS yang diperoleh dari Departemen Pekerjaan Umum dari tahun 2001-2004. Untuk mempermudah dalam hal pengolahan dan analisa data digunakan program excel dan SPSS versi 11.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan didalam penanganan setiap segmen jalan di Jalur Pantura. Hal ini terlihat dari pola penanganan yang tidak teratur disetiap segmen jalan yang ditangani. Kecendrungan yang terjadi adalah segmen jalan dengan kondisi LHR yang tinggi cendrung mengalami penurunan kualitas, sedangkan segmen jalan dengan LHR yang rendah cendrung mengalami peningkatan kualitas jalan. Data juga menunjukkan bahwa peningkatan investasi jalan di Jalur Pantura adalah sebesar 27,98 %, diikuti oleh peningkatan panjang jalan sebesar 3,16 % serta peningkatan panjang efektif jalan yang ditangani sebesar 38,19 %, akan tetapi peningkatan tersebut tidak berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja pelayanan jalan karena terjadi penurunan kecepatan kendaraan sebesar 0,47 %, kualitas jalan dalam nilai IRI menurun sebesar 10,1 % demikian pula dengan nilai BOK bertambah sebesar 32,71 % serta terjadi peningkatan nilai v/c ratio sebesar 3,85 %.

One of road network in national transport system in Java Island is North Java Corridor or usually called 'Tantura Lane" which is 1,183.7 km. North Java Corridor is an arterial road servicing traffic flow among the provinces in Java Island. Passenger and cargo traffic flow from Sumatera island to eastern part of Java or Bali island frequently uses this corridor and many economic activities connected by North Java Corridor so that North Java Corridor has vital role for economic growth in Java island. The limited government s financial is a problem in managing road infrastructure whereas a lot of road network assets need to manage. The objective of this research is to provide an illustration on the management of road infrastructure financing based on road service performance, to analyze relationship among factors which affect road infrastructure cost and to assess the effectiveness of road infrastructure financing compared to the service and performance. This research was focused on North Java Corridor based on IRMS data from Department of Public Work among 2001-2004. This research applied Microsoft Excel 2000 and SPSS version 11.5 to ease data analysis. The research shows that there were significant differences in managing each road segment on North Java Corridor which appear from the irregular method in managing each road. A road segment with higher AADT (Annual Averange Daily Traffic) value tend to decrease in service quality, while the lower AADT value tend to increase in service quality. The data showed the increasing of road investment on North Java Corridor was 27.98% followed by 3.16% road length improvement and 38.19/0 effective length road improvement of the managed road. The improvement did not affect the service performance significantly because the vehicle speed decrease down to 0.47%, while the road quality decrease down to 10.1% based on IRl value, vehicle operational cost increased up to 32.71 % and volume per capacity ratio improvement was 3.85%.

Kata Kunci : Infrastruktur Jalan,Kebijakan Pengelolaan

  1. S2-PAS-2006-AULIA-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-PAS-2006-AULIA-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-PAS-2006-AULIA-TABLE_OF_CONTENT.pdf  
  4. S2-PAS-2006-AULIA-TITLE.pdf