Laporkan Masalah

Media Campaign Sebagai Instrumen Dalam Menjalankan Fungsi Intermediari Organisasi Masyarakat Sipil : Studi Pada Harmoni Muslim Nusantara

RANGGA RUKMANA ROMARIO, Hasrul Hanif, S.I.P., M.A., Ph.D.

2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN

Organisasi masyarakat sipil di era digital tidak lagi hanya menjalankan fungsi sosial konvensional, tetapi juga memanfaatkan media digital sebagai instrumen dalam menjalankan fungsi intermediari, yaitu menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan isu sosial, kebijakan publik, maupun institusi lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Harmoni Muslim Nusantara (HMN), sebuah organisasi masyarakat sipil yang lahir pada masa pandemi Covid-19, memanfaatkan media campaign atau kampanye media sebagai instrumen dalam menjalankan fungsi intermediari tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode observasi partisipan, mengingat penulis terlibat langsung dalam Bidang Media dan Publikasi HMN sejak tahun 2021 hingga 2024. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan, keterangan informal, dan dokumentasi kegiatan serta konten media organisasi, kemudian dianalisis berdasarkan tiga indikator fungsi intermediari, yaitu menjembatani komunikasi sosial, menyebarkan informasi publik, dan membangun partisipasi masyarakat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa HMN menjalankan ketiga fungsi tersebut secara simultan lewat kombinasi forum diskusi publik dan produksi konten digital. HMN menjembatani komunikasi sosial lewat forum diskusi mengenai isu kebijakan yang kompleks, menyebarkan informasi publik lewat konten digital yang dikemas komunikatif dan dekat dengan generasi muda, serta membangun partisipasi masyarakat dengan mendorong keterlibatan aktif audiens, khususnya pemilih muda, dalam menjaga kualitas demokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media campaign berfungsi sebagai instrumen yang menyatu bagi HMN dalam menjalankan peran intermediarinya sebagai organisasi masyarakat sipil berbasis kepemudaan di era digital.

In the digital era, civil society organizations no longer limit themselves to conventional social functions; many now utilize digital media as an instrument for carrying out an intermediary function, namely bridging communication between society and social issues, public policy, or other institutions. This study aims to analyze how Harmoni Muslim Nusantara (HMN), a youth-based civil society organization established during the Covid-19 pandemic, utilizes media campaigns as an instrument in carrying out this intermediary function.

This study employs a qualitative-descriptive approach using the participant observation method, as the author was directly involved in HMN's Media and Publication Division from 2021 to 2024. Data were collected through field notes, informal accounts, and documentation of the organization's activities and media content, then analyzed using three indicators of the intermediary function: bridging social communication, disseminating public information, and building community participation.

The findings show that HMN carries out these three functions simultaneously through a combination of public discussion forums and digital content production. HMN bridges social communication through discussion forums on complex policy issues, disseminates public information through digital content packaged to be communicative and accessible to young audiences, and builds community participation by encouraging active audience engagement, particularly among young voters, in safeguarding the quality of democracy. This study concludes that media campaigns function as an integrated instrument through which HMN carries out its intermediary role as a youth-based civil society organization in the digital era.

Kata Kunci : organisasi masyarakat sipil, fungsi intermediari, kampanye media, komunikasi publik

  1. S1-2026-443225-abstract.pdf  
  2. S1-2026-443225-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-443225-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-443225-title.pdf