Negosiasi dan Konstruksi Makna Hidup Perempuan Lanjut Usia sebagai Caregiver Anggota Keluarga dengan Penyakit Kronis: Studi Naratif tentang Pengalaman Perawatan
Calya Ayu Putri Salsabilla, Dewi Cahyani Puspitasari, S.Sos., M.A., Ph.D.
2026 | Skripsi | Sosiologi
Penuaan penduduk dan meningkatnya prevalensi
penyakit kronis menyebabkan kebutuhan perawatan jangka panjang dalam keluarga
semakin besar. Dalam kondisi tersebut, perempuan lanjut usia dapat tetap
menjalankan peran sebagai caregiver utama meskipun menghadapi
keterbatasan fisik akibat penuaan, keterbatasan ekonomi, kebutuhan pribadi,
serta tuntutan dan ekspektasi keluarga maupun sosial. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis bagaimana caregiver lansia perempuan menegosiasikan
tuntutan dan ekspektasi perawatan dalam kehidupan sehari-hari serta
mengonstruksi makna hidup melalui pengalaman merawat anggota keluarga dengan
penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain
penelitian naratif yang berfokus pada pengalaman dan cerita kehidupan enam
caregiver lansia perempuan di Dusun Pronosutan, Kalurahan Kembang, Kapanewon
Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Informan dipilih menggunakan purposive
sampling. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan
catatan lapangan, kemudian dianalisis secara tematik dengan memperhatikan alur
pengalaman, peristiwa penting, relasi sosial, serta proses pemaknaan dalam
narasi informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman menjadi caregiver
berlangsung melalui proses negosiasi antara keterbatasan fisik akibat
penuaan, tuntutan perawatan, keterbatasan sumber daya ekonomi, kebutuhan diri,
dan ekspektasi sosial. Negosiasi dilakukan melalui penyesuaian aktivitas fisik,
pengaturan waktu dan tenaga untuk membagi peran sebagai caregiver dan pencari
nafkah utama, serta pengendalian emosional. Pengalaman perawatan
kemudian dimaknai melalui tiga tema utama, yaitu pengabdian sebagai bentuk
komitmen dalam relasi keluarga, semangat sebagai kekuatan untuk mempertahankan
kehidupan dan menjalankan perawatan, serta penerimaan terhadap kondisi kehidupan
dan peran sebagai caregiver. Proses pemaknaan tersebut terbentuk melalui
relasi keluarga dan nilai sosial-budaya yang menjadikan perawatan sebagai
tanggung jawab yang dianggap wajar bagi perempuan. Dengan demikian, makna hidup
perempuan lanjut usia sebagai caregiver dikonstruksi melalui pengalaman
perawatan dalam perjalanan kehidupan dan relasi sosial mereka. Konstruksi
tersebut menjadi sumber makna dan kekuatan dalam menjalankan perawatan, tetapi
pada saat yang sama berpotensi turut menaturalisasi pembagian kerja perawatan
berbasis gender dalam keluarga.
Population ageing and the increasing prevalence of chronic diseases have contributed to a growing need for long-term care within families. In this context, older women may continue to serve as primary caregivers despite facing physical limitations associated with ageing, economic constraints, personal needs, and family and social demands. This study aims to analyze how older women caregivers negotiate caregiving demands and expectations in their everyday lives and construct meaning in life through their experiences of caring for family members with chronic illnesses. This study employs a qualitative approach with a narrative research design focusing on the experiences and life stories of six older women caregivers in Pronosutan Hamlet, Kembang Village, Nanggulan District, Kulon Progo Regency. Informants were selected using purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observation, and field notes, and were analyzed thematically by examining the trajectories of experiences, significant events, social relationships, and meaning-making processes emerging from the informants’ narratives. The findings show that caregiving experiences involve an ongoing process of negotiation between physical limitations associated with ageing, caregiving demands, limited economic resources, personal needs, and social expectations. These negotiations are carried out through adjustments to daily activities, the management of time and energy to share roles as caregiver and primary breadwinner, as well as to manage emotions in daily life. Caregiving experiences are then understood through three main themes: devotion as a form of commitment within family relationships, perseverance as a source of strength for sustaining everyday life and caregiving responsibilities, and acceptance of life circumstances and the caregiving role. These meaning-making processes are shaped by family relationships and socio-cultural values that position caregiving as a responsibility considered natural for women. Thus, the meaning in life of older women caregivers is constructed through caregiving experiences embedded in their life trajectories and social relationships. This construction provides a source of meaning and strength for carrying out caregiving responsibilities, while simultaneously potentially contributing to the normalization of gender-based divisions of caregiving labor within the family.
Kata Kunci : Older women caregivers, Caregiving negotiation, Meaning in life, Gendered caregiving, Social construction.