Laporkan Masalah

Membentuk sekolah yang "Baik": Educational Taste dan Praktik Pemilihan Sekolah Dasar Swasta oleh Orang Tua di Yogyakarta

Regyta Meilanie Putri, Dr. M. Falikul Isbah, G.D.Soc., M.A.

2026 | Skripsi | Sosiologi

Pemilihan sekolah dasar tidak hanya berkaitan dengan sekolah mana yang akhirnya dipilih oleh orang tua, tetapi juga dengan proses yang membuat suatu sekolah terlebih dahulu dinilai baik dan layak bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep kualitas dan keunggulan sekolah dasar terbentuk dalam proses pemilihan sekolah oleh orang tua di Yogyakarta serta bagaimana orang tua menentukan pilihan sekolah bagi anak dalam kondisi yang mereka hadapi dan pilihan pendidikan yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam ibu yang memiliki pengalaman memilih sekolah dasar swasta bagi anak di Yogyakarta. Empat dari enam informan memilih sekolah dasar Muhammadiyah. Data dianalisis menggunakan Teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu melalui konsep modal, habitus, dan taste.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan keunggulan sekolah tidak memiliki arti yang seragam bagi setiap orang tua. Pengalaman sosial dan pendidikan berhubungan dengan pembentukan disposisi yang kemudian bekerja melalui educational taste ketika orang tua mengklasifikasikan karakteristik pendidikan sebagai penting atau tidak penting, sesuai atau tidak sesuai, serta layak atau tidak layak bagi anak. Agama, perkembangan emosional, adab, kedisiplinan, kebebasan, prestasi, lingkungan sosial, dan karakteristik institusi memperoleh arti dan bobot yang berbeda sesuai dengan prinsip penilaian orang tua. Namun, sekolah yang dianggap baik belum tentu menjadi sekolah yang akhirnya dipilih. Pilihan aktual juga dibentuk oleh horizon pilihan yang tersedia serta proses memperoleh informasi, membandingkan dan mengeliminasi alternatif, dan mempertemukan preferensi dengan sumber daya yang dimiliki atau dapat diakses, jarak, biaya, pekerjaan, pengasuhan, ketersediaan sekolah, serta kebutuhan dan respons anak. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bagaimana prinsip penilaian yang terbentuk secara sosial berhubungan dengan proses mewujudkan preferensi pendidikan menjadi pilihan aktual dalam konteks pemilihan SD swasta di Yogyakarta. Temuan ini dibatasi oleh cakupan enam informan ibu dan tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh orang tua atau sekolah dasar swasta di Yogyakarta.

Primary school choice concerns not only which school parents ultimately select, but also the process through which a school is first perceived as good and suitable for their child. This study aims to explain how perceptions of primary school quality and excellence are constructed in parents’ school-choice processes in Yogyakarta, as well as how parents make school choices under their particular circumstances and within the educational options available to them. This qualitative study draws on semi-structured interviews with six mothers who had experience choosing private primary schools for their children in Yogyakarta. Four of the six participants selected Muhammadiyah primary schools. The data were analyzed using Pierre Bourdieu’s Theory of Social Practice, particularly the concepts of capital, habitus, and taste.


The findings show that school quality and excellence do not carry uniform meanings for all parents. Social and educational experiences are associated with the formation of dispositions that operate through educational taste, through which parents classify educational characteristics as important or unimportant, suitable or unsuitable, and worthy or unworthy for their children. Religion, emotional development, manners, discipline, freedom, achievement, social environment, and institutional characteristics acquire different meanings and degrees of importance according to parents’ evaluative principles. However, a school perceived as good is not necessarily the school ultimately selected. Actual choices are also shaped by the available horizon of choice and by processes of obtaining information, comparing and eliminating alternatives, and negotiating preferences with the resources parents possess or can access, distance, costs, employment, caregiving responsibilities, school availability, and children’s needs and responses. This study contributes by showing how socially formed evaluative principles are related to the process of translating educational preferences into actual school choices in the context of private primary school selection in Yogyakarta. Its findings are limited to six mother participants and are not intended to represent all parents or private primary schools in Yogyakarta.

Kata Kunci : pemilihan sekolah, orang tua, educational taste, habitus, modal

  1. S1-2026-498021-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498021-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498021-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498021-title.pdf