Laporkan Masalah

NAVIGASI PARADOKS PERTUMBUHAN EKONOMI HIJAU: PERAN KAPABILITAS DINAMIS DALAM PENCIPTAAN NILAI BERKELANJUTAN PADA PT CHANDRA ASRI PACIFIC TBK

Fisaniya Putri Rahmanisa, Choirunnisa Arifa, S.E., M.Sc, Ph.D, Ak., CA.

2026 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini menganalisis ketegangan strategis yang dihadapi PT Chandra Asri Pacific Tbk (CAP), produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia. CAP mengakuisisi aset kilang minyak dan kompleks petrokimia intensif karbon di Singapura untuk mengamankan rantai pasok, sementara komitmennya mencapai emisi nol bersih pada 2060 menjadi lebih sulit dipenuhi. Penelitian ini menjawab dua pertanyaan: mengapa CAP mengambil keputusan strategis yang tampak paradoks tersebut, dan bagaimana mekanisme kapabilitas dinamis, yaitu klaster sensing, seizing, dan transforming, bekerja menavigasi ketegangan itu menuju penciptaan nilai berkelanjutan. Penelitian memakai metode campuran dengan desain konvergen dominan kualitatif (QUAL+quan). Data primer berupa wawancara mendalam dengan satu informan kunci dipadukan dengan analisis dokumen CAP (Laporan Tahunan, Laporan Keberlanjutan, dan Laporan Ekonomi Sirkular) pada periode amatan 2022 hingga kuartal I 2026, dengan dokumen 2021 sebagai baseline, serta data kuantitatif deskriptif 2022–2025 dari basis data Osiris dan Refinitiv. Kedua jenis data diintegrasikan melalui matriks joint display. Analisis bertumpu pada satu teori, yaitu teori kapabilitas dinamis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua langkah yang tampak bertentangan, yaitu akuisisi aset intensif karbon serta pengembangan diversifikasi dan inisiatif rendah karbon, dapat dijelaskan sebagai respons CAP atas dua tekanan yang sama-sama nyata, bukan sebagai inkonsistensi strategi. Ketiga klaster kapabilitas dinamis bergerak dengan tempo berbeda dan saling tumpang tindih. Kematangan proses pada klaster sensing dan transforming belum diikuti perbaikan indikator hasil: skor ESG turun dari 72,03 pada 2022 menjadi 67,88 pada 2025, dan emisi Scope 1+2 absolut naik dari 1,71 juta menjadi 5,40 juta tCO?e pada 2025, bertepatan dengan konsolidasi aset kilang Aster. Dengan demikian, kapabilitas dinamis CAP berfungsi menavigasi ketegangan tersebut, bukan menyelesaikannya. Penciptaan nilai berkelanjutan berkembang tidak merata pada empat aspek: kemajuan paling jelas terlihat pada tanggung jawab atas produk dan rantai pasok, upaya efisiensi operasional nyata tetapi bukti kinerjanya campuran, investasi rendah karbon masih berskala kecil, dan arah visi pasar rendah karbon paling tertinggal.

This study examines the strategic tension faced by PT Chandra Asri Pacific Tbk (CAP), the largest integrated petrochemical producer in Indonesia. CAP acquired a carbon-intensive oil refinery and petrochemical complex in Singapore to secure its supply chain, while its commitment to reach net-zero emissions by 2060 became harder to meet. The study asks why CAP made this seemingly paradoxical strategic decision, and how the dynamic capabilities mechanism, namely the sensing, seizing, and transforming clusters, works to navigate this tension toward sustainable value creation. It uses a mixed-methods, qualitative-dominant convergent design (QUAL+quan). Primary data from an in-depth interview with one key informant are combined with an analysis of CAP’s corporate documents (Annual Reports, Sustainability Reports, and Circular Economy Reports) covering an observation period from 2022 to the first quarter of 2026, with 2021 documents as a baseline, and with descriptive quantitative data for 2022–2025 from the Osiris and Refinitiv databases. The two strands are integrated through a joint display matrix. The analysis relies on a single theory, dynamic capabilities theory.

The results show that two seemingly contradictory moves, acquiring carbon-intensive assets and developing diversification and low-carbon initiatives, can be explained as CAP’s response to two equally real pressures, not as strategic inconsistency. The three dynamic capabilities clusters move at different paces and overlap. Process maturity in the sensing and transforming clusters has not yet been followed by better outcome indicators: the ESG score fell from 72.03 in 2022 to 67.88 in 2025, and absolute Scope 1+2 emissions rose from 1.71 million to 5.40 million tCO?e in 2025, coinciding with the full consolidation of the Aster refinery assets. CAP’s dynamic capabilities therefore work to navigate this tension, not to resolve it. Sustainable value creation develops unevenly across four aspects: progress is clearest in product and supply chain responsibility, operational efficiency efforts are real but the performance evidence is mixed, low-carbon investment is still small in scale, and the direction of a low-carbon market vision lags the most.

Kata Kunci : Paradoks Pertumbuhan Hijau, Petrokimia, Kapabilitas Dinamis, Dekarbonisasi, Penciptaan Nilai Berkelanjutan

  1. S2-2026-551990-abstract.pdf  
  2. S2-2026-551990-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-551990-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-551990-title.pdf