Evaluasi dan Pengembangan Dokumen Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pekerjaan Konstruksi
Mega Calvina Izumi, Agus Nugroho, S.T., M.T
2026 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) merupakan dokumen acuan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang memuat persyaratan teknis dan standar mutu. Namun, penggunaannya di lapangan masih menghadapi kendala berupa penyajian yang panjang, informasi yang sulit ditelusuri, dan kesamaan dokumen antarproyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penggunaan RKS, mengevaluasi dokumen RKS, serta mengembangkan dokumen RKS yang lebih terstruktur dan mudah ditelusuri.
Penelitian dilakukan melalui pre-evaluation (evaluasi penggunaan awal) menggunakan kuesioner terhadap 40 pelaku proyek konstruksi dan evaluasi terhadap empat dokumen RKS. Evaluasi dilakukan terhadap pola susun dan content/isi dokumen berdasarkan konsistensi, kesesuaian informasi, redundansi, similarity, dan data pendukung. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar pengembangan dokumen RKS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RKS belum optimal dan masih ditemukan ketidakteraturan pola susun, pengulangan, serta pengelompokan informasi yang belum sesuai. Pengembangan dilakukan melalui penyeragaman struktur, pengelompokan informasi yang belum sesuai. RKS hasil pengembangan memiliki struktur informasi yang lebih terarah dan content/isi yang lebih berfokus pada informasi teknis untuk pelaksanaan dan pengendalian mutu pekerjaan konstruksi.
Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), or technical specification document is a document used as a reference for construction work and contains technical requirements and quality standards. However, its use in practice still has several limitations, such as lenghty documents, difficulty in finding information, and simiarities between RKS documents used in different projects. This study aims to identify the current use of RKS documents, evaluate their structure and content, and develop an RKS document that is more structured and easier to navigate.
The study began with pre-evaluation using a questionnaire involving 40 construction project practitioners, followed by an evaluation of four RKS documents. The evaluation examined the structure and content of the documents based on consistency, information relevance, redundancy, similarity, and supporting data. The findings from these evaluations were then used as the basis for developing the RKS document.
The results show that use of RKS documents is not yet optimal. The documents still contain inconsistencies in structure, repeated information, and information that is not grouped appropriately. The development focused on standardizing the document structure, grouping information according to its function, reducing repetition, and simplifying the presentation. The developed RKS has a more organized structure and focuses on technical information needed for construction work and quality control.
Kata Kunci : RKS, evaluasi dokumen, pengembangan dokumen, konstruksi.