Laporkan Masalah

Upaya Korea Selatan dalam Pembingkaian Ancaman Siber Korea Utara di ASEAN: Studi Kasus Indonesia

Achmad Fauzan Rafi, Prof. Dr. Dafri Agussalim, M.A.

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Perkembangan teknologi informasi telah memperluas dinamika persaingan keamanan di Semenanjung Korea dari domain konvensional ke ruang siber. Sebagai respons, Korea Selatan melakukan penyesuaian strategi keamanan sibernya melalui penguatan kapabilitas pertahanan, pengembangan kebijakan keamanan siber yang lebih proaktif, serta perluasan kerja sama internasional dengan berbagai mitra, termasuk negara-negara Asia Tenggara. Dalam konteks ini, Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN terlibat aktif dalam berbagai inisiatif kerja sama siber ASEAN–Korea Selatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas, penguatan kerja sama regional, dan penanganan ancaman siber. 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Korea Selatan dalam membentuk persepsi ancaman siber Korea Utara di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, serta menjelaskan proses konstruksi persepsi tersebut melalui kerja sama siber ASEAN–Korea Selatan. Dengan menggunakan Teori Framing dan Teori Sekuritisasi dalam tradisi pemikiran Mazhab Kopenhagen, penelitian ini mengkaji pola pembingkaian narasi keamanan siber yang dibangun oleh Korea Selatan dan Indonesia melalui analisis terhadap berbagai dokumen pernyataan resmi dan pemberitaan yang berkaitan dengan kerja sama siber kedua pihak. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korea Selatan berperan penting dalam membingkai ancaman siber melalui narasi diagnosis, prognosis, dan motivasional, termasuk dengan menempatkan Korea Utara sebagai salah satu sumber utama ancaman siber. Namun, pembingkaian tersebut tidak sepenuhnya beresonansi dalam narasi Indonesia. Kedua negara cenderung membangun narasi keamanan siber dengan penekanan, prioritas, dan orientasi yang berbeda. Temuan ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memiliki agensi dalam membentuk dan mereproduksi narasi keamanan siber sesuai dengan kepentingan, pengalaman, dan perspektif masing-masing sehingga menghasilkan tingkat resonansi naratif yang terbatas dalam kerja sama keamanan siber mereka.

The rapid advancement of information technology has expanded the dynamics of security competition on the Korean Peninsula from the conventional domain into cyberspace. In response to the growing complexity of cyber threats, South Korea has strengthened its cybersecurity posture through the enhancement of defense capabilities, the adoption of more proactive cybersecurity policies, and the expansion of international cyber cooperation, including partnerships with Southeast Asian countries. Within this context, Indonesia, as a member of ASEAN, has emerged as an active participant in various ASEAN–South Korea cybersecurity cooperation initiatives. 

This study seeks to analyze South Korea’s role in shaping perceptions of North Korean cyber threats in Southeast Asia, particularly in Indonesia, and to explain how such perceptions are constructed through cybersecurity cooperation. Drawing upon Framing Theory and Securitization Theory within the Copenhagen School tradition, the study examines the patterns of cybersecurity narratives developed by South Korea and Indonesia through an analysis of official statements, policy documents, and media reports related to ASEAN–South Korea cyber cooperation. 

The findings reveal that South Korea plays a significant role in framing cyber threats through diagnostic, prognostic, and motivational narratives, including portraying North Korea as one of the principal sources of cyber threats. However, these framing efforts do not fully resonate within Indonesia’s cybersecurity narratives. Rather, both countries construct cybersecurity narratives with different emphasis, priorities, and orientations. The study demonstrates that Indonesia and South Korea each exercise agency in shaping and reproducing cybersecurity narratives in accordance with their respective interests, experiences, and perspectives, resulting in a limited degree of narrative resonance within their cybersecurity cooperation.

Kata Kunci : Keamanan Siber, Semenanjung Korea, Indonesia, Sekuritisasi, Framing

  1. S1-2026-497372-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497372-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497372-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497372-title.pdf