Laporkan Masalah

Pragmatic Functions of Person, Place, and Discourse Deixis in Conversational Opening and Closing in The Sopranos

Mario Malik Sabana, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A.

2026 | Skripsi | SASTRA INGGRIS

Penelitian ini mengkaji fungsi pragmatis dan realisasi deiksis orang, tempat, dan wacana pada pembuka dan penutup percakapan dalam serial drama kriminal televisi The Sopranos (1999-2007) karya David Chase. Penelitian ini menggunakan teori deiksis dan analisis percakapan Stephen Levinson (1983), yang didukung oleh pragmatik fiksi Locher dan Jucker (2017), untuk mengidentifikasi bagaimana ketiga jenis deiksis tersebut direalisasikan serta perbedaan dan persamaan yang ditunjukkannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 145 tuturan dari 34 percakapan pada tiga musim pertama serial tersebut, yang dikumpulkan dari transkrip daring dan dicocokkan dengan adegan-adegannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 183 ekspresi deiksis orang (orang kedua 86, orang pertama 73, orang ketiga 24), 33 ekspresi deiksis tempat, dan 14 ekspresi deiksis diskursus. Pada pembuka percakapan, deiksis orang menetapkan para partisipan, deiksis tempat mengidentifikasi dan menunjukkan letak orang dan Benda, sedangkan deiksis diskursus mengaitkan percakapan dengan peristiwa yang baru saja terjadi atau memperkenalkan topik. Pada penutup percakapan, deiksis orang melepaskan para partisipan melalui pernyataan pergi, janji, ungkapan keramahan, dan peringatan; deiksis tempat muncul dalam direktif yang berkaitan dengan pengakhiran interaksi; dan deiksis diskursus menutup atau merangkum topik. Deiksis diskursus hanya direalisasikan melalui that dan untuk merujuk pada tuturan, proposisi, atau peristiwa sebelumnya, dan merujuk pada topik atau situasi yang sedang berlangsung. Ketiga jenis deiksis tersebut bergantung pada konteks dan mengikuti penutur yang sedang berbicara, serta mendukung koherensi dan penokohan, tetapi berbeda dalam hal acuannya, bentuknya, dan distribusinya; selain itu, this dan that dapat merealisasikan deiksis tempat maupun deiksis diskursus, bergantung pada konteksnya.

This research examines the pragmatic functions and realization of person, place, and discourse deixis in conversational openings and closings in the crime TV drama The Sopranos (1999-2007), created by David Chase. It uses Stephen Levinson's (1983) theory of deixis and conversation analysis, supported by Locher and Jucker's pragmatics of fiction, to identify how the three types are realized and what differences and similarities they show. This research uses the qualitative descriptive method. The data are 145 utterances from 34 conversations in the first three seasons of the series, collected from online transcripts and checked against the scenes. The findings show 183 person deictic expressions (second person 86, first person 73, third person 24), 33 place deictic expressions, and 14 discourse deictic expressions. In openings, person deixis establishes the participants, place deixis identifies and locates people and objects, and discourse deixis ties the conversation to what has just happened or introduces the topic. In closings, person deixis releases the participants through departures, promises, well-wishing, and warnings, place deixis appears in directives related to ending the interaction, and discourse deixis closes or sums up the topic. Discourse deixis is realized only through that and this to refer to previous utterances, propositions, or events, ongoing topics or situations. All three types are context-dependent and follow the current speaker, and they support coherence and characterization, but they differ in what they refer to, in their forms, and in their distribution, and this and that realize either place or discourse deixis depending on context.

Kata Kunci : pragmatis, pragmatik fiksi, deiksis, deiksis orang, deiksis tempat, deiksis diskursus, The Sopranos

  1. S1-2026-493153-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493153-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493153-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493153-title.pdf