Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Dalam Meningkatkan Manajamen Diri Pada Pasien Hipertensi
Widya Rachmi Yuliandari, Uki Noviana, S.Kep., Ns., MN.Sc., Ph.D.; Dr. Heru Subekti, S.Kep., Ns., MPH.
2026 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang:
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan
utama di Indonesia dan dunia yang membutuhkan kemampuan manajemen diri dalam
pengendalian kondisi kesehatan.
Edukasi kesehatan berbasis komunitas dengan melibatkan kader kesehatan
berpotensi meningkatkan kemampuan manajemen diri penderita hipertensi melalui edukasi
dan pendampingan yang berkelanjutan di masyarakat.
Tujuan: Mengetahui
pengaruh edukasi kesehatan berbasis komunitas terhadap manajemen diri pada
pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mlati II Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian
ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest
control group design. Sampel berjumlah 60 penderita hipertensi yang
dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30).
Intervensi berupa edukasi kesehatan berbasis komunitas yang diberikan oleh
kader kesehatan selama empat minggu melalui edukasi tatap muka, pendampingan
melalui WhatsApp, dan diskusi kelompok. Manajemen diri diukur menggunakan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire
(HSMBQ). Analisis data menggunakan paired t-test, independent t-test,
dan regresi linier
Hasil: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa, rerata skor manajemen diri kelompok intervensi
meningkat dari 2,47±0,18 menjadi 2,87±0,16, dengan perubahan 0,40 (p<0 p=0,671). d=6,90). B=0,401; R²=0,926).>
Kesimpulan:Edukasi kesehatan berbasis komunitas berpengaruh terhadap peningkatan
manajemen diri pasien hipertensi. Pendekatan ini dapat menjadi strategi
keperawatan komunitas melalui pemberdayaan kader kesehatan.
Background: Hypertension is one of the major non-communicable diseases and remains
a significant public health concern worldwide, including in Indonesia. Community-based
health education involving health cadres has the potential to improve
self-management behaviors among patients with hypertension through a more
accessible, continuous, and community-oriented approach.
Objective: To analyze the effect of community-based health education on
self-management among patients with hypertension in the working area of Mlati
II Public Health Center, Sleman Regency.
Methods: This study employed a quasi-experimental design with a
pretest-posttest control group design. A total of 60 patients with hypertension
were recruited and divided into an intervention group (n=30) and a control
group (n=30). The intervention consisted of community-based health education
delivered by health cadres over four weeks through face-to-face education
sessions, WhatsApp-based mentoring, and group discussions. Self-management was
measured using the Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ).
Data were analyzed using paired t-test, independent t-test, and regresi linier.
Results: The mean self-management score in the intervention group increased from 2.47±0.18 to 2.87±0.16, with a mean change of 0.40 (p<0 p=0.671). d=6.90). B=0.401; R²=0.926)>
Conclusion: Community-based health education significantly improved
self-management among patients with hypertension. This approach may serve as a
community nursing strategy through the empowerment of health cadres.
Kata Kunci : Hipertensi, Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas, Manajemen Diri, Kader Kesehatan, Keperawatan Komunitas.