Competitive Strategy Analysis of a Regional General Hospital (Case Study in Barabai, South Kalimantan)
Fachru Rahmatullah, Bambang Riyanto L.S., Prof., Dr., MBA., Ak., CA.
2026 | Tesis | S2 ManajemenPenelitian ini menganalisis posisi bersaing RSUD H. Damanhuri Barabai (RSHD) dalam industri rumah sakit di Wilayah Banua Anam serta merumuskan prioritas strategis untuk memperkuat daya saingnya. Penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal deskriptif kualitatif yang didukung oleh analisis dokumen, wawancara semi-terstruktur dengan manajemen rumah sakit dan personel pada fungsi-fungsi utama, serta validasi ahli oleh Direktur RSHD. Lingkungan eksternal dianalisis menggunakan Porter’s Five Forces, Driving Forces, Strategic Group Mapping, dan Key Success Factors, sedangkan kondisi internal dianalisis melalui Value Chain Analysis, Benchmarking, dan Competitive Strength Assessment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rumah sakit di Wilayah Banua Anam memiliki tekanan persaingan pada tingkat sedang hingga tinggi. Permintaan layanan rumah sakit yang didukung oleh JKN secara berkelanjutan dan masih adanya kesenjangan layanan berbasis dokter spesialis di tingkat regional menciptakan peluang, tetapi rumah sakit juga menghadapi tekanan penggantian biaya, kelangkaan tenaga dokter spesialis, persaingan berbasis keandalan layanan, serta tuntutan regulasi dan digital yang semakin meningkat. Secara internal, RSHD memiliki cakupan klinis yang luas, pemanfaatan kapasitas dan volume pelayanan yang tinggi, kapabilitas penyerapan kasus yang kuat, basis dokter spesialis yang memadai, serta kapasitas layanan penunjang klinis yang luas. Namun, kekuatan tersebut belum secara konsisten dikonversi menjadi kinerja layanan yang andal karena masih terdapat kesenjangan pada akses pasien, keandalan jadwal dokter spesialis, pelaksanaan JKN, pengendalian siklus pendapatan, dan sinkronisasi lintas fungsi. Strategi diferensiasi luas RSHD yang berbasis pada pengembangan kapabilitas masih relevan, tetapi membutuhkan fokus pelaksanaan yang lebih kuat dalam jangka pendek hingga menengah. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan Strategi Diferensiasi Luas melalui Keandalan Layanan Regional, yang dilaksanakan melalui Prioritisasi Portofolio Layanan Selektif, Model Operasi Lini Layanan Terintegrasi, serta Pelaksanaan JKN dan Siklus Pendapatan Terintegrasi.
This study analyzes the competitive position of RSUD H. Damanhuri Barabai (RSHD) in the hospital industry at Banua Anam Region and formulates strategic priorities to strengthen its competitiveness. The study uses a qualitative descriptive single-case design supported by document analysis, semi-structured interviews with hospital management and key functional personnel, and expert validation by the Director of RSHD. The external environment was examined using Porter’s Five Forces, Driving Forces, Strategic Group Mapping, and Key Success Factors, while the internal situation was assessed through Value Chain Analysis, Benchmarking, and Competitive Strength Assessment. The findings indicate that the industry is characterized by moderate-to-high competitive pressure. Sustained JKN-supported demand and regional gaps in specialist-backed services create opportunities, but hospitals also face reimbursement pressure, specialist scarcity, reliability-based competition, and increasing regulatory and digital requirements. Internally, RSHD has broad clinical scope, substantial capacity utilization and throughput, strong case absorption capability, a meaningful specialist base, and extensive clinical support capacity. However, these strengths have not been consistently converted into reliable service performance because of gaps in patient access, specialist schedule reliability, JKN execution, revenue-cycle control, and cross-functional synchronization. RSHD’s existing capability-led broad differentiation strategy remains relevant, but it requires a stronger short-to-medium-term execution focus. This study therefore proposes a Broad Differentiation Strategy through Regional Service Reliability, implemented through Selective Service Portfolio Prioritization, an Integrated Service-Line Operating Model, and Integrated JKN and Revenue-Cycle Execution.
Kata Kunci : competitive strategy, regional public hospital, service reliability, JKN, RSUD H. Damanhuri Barabai