Laporkan Masalah

Hubungan Lingkungan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Pendidikan Kedokteran Preklinik

Bayu Praditya Indarto, dr. Yoyo Suhoyo, MMedEd., Ph.D ; Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D

2026 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

ABSTRAK

Latar Belakang: Peralihan ke pembelajaran dalam jaringan (daring) sejak pandemi COVID-19 mengubah secara tiba-tiba lingkungan belajar mahasiswa kedokteran, sekelompok populasi yang dikenal memiliki prevalensi kecemasan tinggi. Persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran daring diduga berhubungan dengan kecemasan akademik, tetapi bukti pada mahasiswa kedokteran Indonesia masih terbatas.

Tujuan: Mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa terhadap lingkungan pembelajaran daring dengan tingkat kecemasan Mahasiswa pre-klinik.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan potong lintang pada mahasiswa tahap pre-klinik. Sebanyak 101 dari 232 mahasiswa (tingkat respons 43,5%) mengisi kuesioner Online Learning Environment Survey (OLES) yang telah di modifikasi 11 aspek dan Achievement Emotion Questionnaire (AEQ) adaptasi melalui formulir daring. Hubungan antar-variabel diuji dengan korelasi Kendall Tau; jawaban pertanyaan terbuka kemudian dianalisis melalui coding kualitatif sebagai data penunjang interpretasi hasil kuantitatif.

Hasil: Lingkungan pembelajaran daring dipersepsikan positif (rerata 4,14 dari 5), tertinggi pada aspek Penggunaan Perangkat Elektronik (4,59) dan terendah pada aspek Penilaian dan Evaluasi (3,29). Rerata skor kecemasan 77,73 ± 19,26 (pada kategori sedang); 41,6% responden berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Tidak terdapat hubungan bermakna antara persepsi lingkungan pembelajaran daring dan tingkat kecemasan (? = -0,042; p = 0,535). Aspek Penilaian dan Evaluasi dipilih 45% responden sebagai pemicu kecemasan utama, dan kecemasan tertinggi ditemukan pada aspek pembelajaran mandiri.

Kesimpulan: Lingkungan pembelajaran daring yang dipersepsikan positif tidak secara langsung disertai tingkat kecemasan yang lebih rendah. Kecemasan mahasiswa tampak lebih terkait dengan faktor belajar mandiri dan penilaian serta regulasi diri, sehingga intervensi institusi perlu untuk menyasar desain penilaian daring dan penguatan keterampilan belajar mandiri.


ABSTRACT

Background: The shift to online learning since the COVID-19 pandemic has reshaped the learning environment of medical students, a population known to have a high prevalence of anxiety. Students’ perception of the online learning environment is thought to be associated with academic anxiety, but evidence among Indonesian medical students remains limited.

Objective: To determine the relationship between students’ perception of the online learning environment and anxiety levels among students pre clinical.

Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted among preclinical students. A total of 101 of 232 students (response rate 43.5%) completed a modified 11-aspect Online Learning Environment Survey (OLES) and an adapted Achievement Emotion Questionnaire (AEQ) via an online form. Associations were tested using Kendall’s Tau correlation; open-ended responses were analyzed through qualitative coding as supporting data.

Results: The online learning environment was perceived positively (overall mean 4.14 of 5), highest for Electronic Device Usage (4.59) and lowest for Evaluation and Assessment (3.29). The mean anxiety score was 77.73 ± 19.26 (moderate); 41.6% of respondents fell into the high to very high category. No significant relationship was found between perception of the online learning environment and anxiety level (? = -0.042; p = 0.535). Evaluation and Assessment was chosen by 45% of respondents as the main anxiety trigger, and anxiety was highest in the self-directed learning dimension.

Conclusion: A positively perceived online learning environment is not necessarily accompanied by lower anxiety. Students’ anxiety appears more related to assessment and self-regulation factors, suggesting that institutional interventions should target online assessment design and the strengthening of self-directed learning skills.


Kata Kunci : pembelajaran daring; lingkungan pembelajaran; kecemasan akademik; mahasiswa kedokteran;

  1. S2-2026-548475-abstract.pdf  
  2. S2-2026-548475-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-548475-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-548475-title.pdf