Hubungan antara Parental Burnout dengan Regulasi Emosi Anak: Studi pada Generasi Z dan Generasi Alfa Komunitas Familia Indonesia di Yogyakarta
Annisa Avicenna Ayudiyusraa, Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ (K); Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes
2026 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar
belakang: Masalah
perilaku di kalangan anak-anak, termasuk kesulitan dalam mengatur emosi,
agresivitas, dan perilaku antisosial mengalami peningkatan yang tidak hanya memengaruhi
perkembangan anak secara individu, tetapi juga dapat berdampak pada lingkungan
sosialnya. Kasus kriminalitas di kalangan anak juga menunjukkan hubungan yang
erat dengan masalah regulasi emosi. Fenomena parental burnout atau kelelahan orang tua merupakan salah satu
faktor yang mungkin berkontribusi terhadap masalah perilaku anak. Perubahan
generasi dari Generasi Z (Gen Z) ke Generasi Alfa (Gen Alfa) membawa tantangan
dan dinamika baru dalam konteks parenting
dan perkembangan anak. Sehingga, penting untuk memahami hubungan antara parental burnout dan regulasi emosi
anak.
Tujuan
penelitian: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parental burnout dengan regulasi emosi
anak, menganalisis perbedaan parental
burnout antara orang tua, dan menganalisis perbedaan regulasi emosi anak
antara Gen Z dan Gen Alfa pada komunitas Familia Indonesia di Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah pasangan ibu dan anak Gen Z dan Gen Alfa dari komunitas Familia Indonesia di Yogyakarta. Parental burnout akan diukur menggunakan instrumen PBA dan regulasi emosi anak akan diukur menggunakan instrument ERC versi Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan uji Chi Square, koefisien kontingensi, dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan yang disepakati signifikan secara statistik adalah nilai p<0>
Hasil: Jumlah responden penelitian ini 196 subjek (pasangan ibu – anak).
Terdapat hubungan yang bermakna antara parental
burnout dengan regulasi emosi anak Gen Z dan Gen Alfa pada komunitas
Familia Indonesia di Yogyakarta (z=3.07, p=0.002, CC=0.23). Tidak terdapat
perbedaan bermakna dari parental burnout
antara orang tua Gen Z dan Gen Alfa pada komunitas Familia Indonesia di
Yogyakarta (?2=0.05, p=0.817). Terdapat perbedaan bermakna dari
regulasi emosi anak antara Gen Z dan Gen Alfa pada komunitas Familia Indonesia
di Yogyakarta (?2=9.54, p=0.008). Hasil analisis multivariat
menunjukkan bahwa parental burnout
dan pendidikan ibu berpengaruh terhadap regulasi emosi anak Gen Z dan Gen Alfa
pada komunitas Familia Indonesia di Yogyakarta (R2= 0.13).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara parental burnout dengan regulasi emosi anak Gen Z dan Gen Alfa, tidak terdapat perbedaan parental burnout antara orang tua Gen Z dan Gen Alfa, dan terdapat perbedaan regulasi emosi antara Gen Z dan Gen Alfa komunitas Familia Indonesia di Yogyakarta.
Background: Behavioral problems among
children, including difficulties in regulating emotions, aggressiveness, and
antisocial behavior, are increasing, affecting not only individual children's
development but also their social environment. Crime cases among children also
show a close relationship with emotional regulation problems. The phenomenon of
parental burnout, or parental exhaustion, is one factor that may contribute to
children's behavioral problems. The generational shift from Generation Z (Gen Z)
to Generation Alpha (Gen Alpha) brings new challenges and dynamics in the
context of parenting and child development. Therefore, it is important to
understand the relationship between parental burnout and children's emotional
regulation.
Research objectives: This study aims to analyze
the relationship between parental burnout and children's emotional regulation,
analyze differences in parental burnout between parents, and analyze
differences in children's emotional regulation between Gen Z and Gen Alpha within
the Familia Indonesia community in Yogyakarta.
Methods: This is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The subjects were mother-child pairs of Gen Z and Gen Alpha members from the Familia Indonesia community in Yogyakarta. Parental burnout was measured using the PBA instrument, and child emotional regulation was measured using the Indonesian version of the ERC instrument. Data analysis used the Chi-square test, contingency coefficient, and logistic regression, with a statistically significant level of p<0>
Results: The number of respondents in
this study was 196 subjects (mother-child pairs). There was a significant
relationship between parental burnout and children's emotional regulation of
Gen Z and Gen Alpha members within the Familia Indonesia community in
Yogyakarta (z=3.07, p=0.002, CC=0.23). There was no significant difference in
parental burnout between Gen Z and Gen Alpha parents in the Familia Indonesia
community in Yogyakarta (?2=0.05, p=0.817). There was a significant difference
in children's emotional regulation between Gen Z and Gen Alpha parents in the
Familia Indonesia community in Yogyakarta (?2=9.54, p=0.008). The results of
the multivariate analysis showed that parental burnout and maternal education
influenced the emotional regulation of Gen Z and Gen Alpha children in the
Familia Indonesia community in Yogyakarta (R2=0.13).
Conclusion: There is a relationship
between parental burnout and the emotional regulation of Gen Z and Gen Alpha
children. There is no difference in parental burnout between Gen Z and Gen
Alpha parents, and there is a difference in emotional regulation between Gen Z
and Gen Alpha parents in the Familia Indonesia community in Yogyakarta.
Kata Kunci : parental burnout, regulasi emosi anak, Generasi Z, Generasi Alfa, PBA, ERC