Laporkan Masalah

Pemaknaan Kepemimpinan Transformasional dalam Proses Adaptasi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta terhadap Tantangan Global

DIAH SWASTIKA NINGRUM, Indrayanti, S. Psi., M. Si., Ph.D., Psikolog.

2026 | Tesis | S2 Manajemen

Globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menghadirkan tantangan bagi organisasi budaya tradisional, termasuk Keraton Yogyakarta, dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya di tengah perubahan zaman. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan Sultan Hamengku Bawono Ka 10 menjadi penting untuk dipahami dari perspektif Abdi Dalem sebagai pelaku budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan kepemimpinan Sultan Hamengku Bawono Ka 10 oleh Abdi Dalem, menjelaskan proses adaptasi Abdi Dalem terhadap tantangan global, serta menganalisis peran kepemimpinan Sultan dalam membentuk proses adaptasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil analisis selanjutnya diinterpretasikan menggunakan transformational leadership sebagai lensa analitis melalui pendekatan abduktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Sultan Hamengku Bawono Ka 10 dimaknai oleh Abdi Dalem melalui keteladanan, pembentukan makna pengabdian, cara berpikir adaptif, dan relasi pengayoman. Adaptasi berlangsung secara selektif dengan menjadikan nilai budaya sebagai landasan utama dalam merespons globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepemimpinan Sultan berperan membentuk cara pandang adaptif, memberikan arah terhadap praktik adaptasi, serta menjaga keberlanjutan budaya melalui penguatan nilai-nilai yang hidup di lingkungan Keraton. Temuan penelitian menegaskan bahwa transformational leadership tetap relevan sebagai perspektif untuk memahami kepemimpinan Sultan Hamengku Bawono Ka 10. Namun, melalui interpretasi secara abduktif, penelitian ini juga memperlihatkan bahwa praktik kepemimpinan Sultan memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh simbolisme budaya, filosofi Jawa, dan pengalaman pengabdian Abdi Dalem. Dengan demikian, penelitian ini memperluas pemahaman mengenai kepemimpinan dalam organisasi budaya sebagai praktik yang bersifat kontekstual dan berorientasi pada keberlanjutan nilai budaya.

Globalization, modernization, and digitalization have created significant challenges for traditional cultural organizations, including the Yogyakarta Palace, in preserving cultural values amid continuous societal change. Within this context, the leadership of Sultan Hamengku Bawono Ka 10 becomes an important phenomenon to be understood from the perspective of the Abdi Dalem as cultural custodians. This study aims to explore how the Abdi Dalem interpret the leadership of Sultan Hamengku Bawono Ka 10, to explain their adaptation process in response to global challenges, and to analyze the Sultan's leadership role in shaping this adaptation process. This research employed a qualitative approach within an interpretivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and subsequently analyzed using Grounded Theory through the stages of open coding, axial coding, and selective coding. The findings were then interpreted using transformational leadership as the analytical lens through an abductive approach.

The findings reveal that the leadership of Sultan Hamengku Bawono Ka 10 is interpreted by the Abdi Dalem through exemplary leadership, the construction of the meaning of service, adaptive thinking, and a nurturing relationship. Their adaptation process is carried out selectively by maintaining cultural values as the primary foundation in responding to globalization, modernization, and digitalization. The study further demonstrates that the Sultan's leadership shapes adaptive perspectives, provides normative direction for adaptation practices, and preserves cultural continuity through the reinforcement of values embedded within the Yogyakarta Palace. The findings confirm that transformational leadership remains a relevant perspective for understanding the leadership of Sultan Hamengku Bawono Ka 10. However, through abductive interpretation, the study also reveals that the Sultan's leadership embodies contextual characteristics shaped by cultural symbolism, Javanese philosophy, and the lived experiences of the Abdi Dalem. Accordingly, this study contributes to the leadership literature by demonstrating that leadership in traditional cultural organizations should be understood not only as a process of driving change, but also as a means of sustaining cultural values through contextually grounded adaptation.

Kata Kunci : Kepemimpinan transformasional, pemaknaan kepemimpinan, adaptasi budaya, Abdi Dalem, Keraton Yogyakarta.

  1. S2-2026-530467-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530467-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530467-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530467-title.pdf