Laporkan Masalah

Sikap Bahasa Dan  Pemertahanan Bahasa Jerman Sebagai Bahasa Kedua Pada Kalangan Alumni Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta: Kajian Sosiolinguistik

Lalu Ahmad Rofi', Dr. Sulistiyowati, S.S., M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk upaya pemertahanan bahasa Jerman, menganalisis faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan keberlangsungan penggunaan bahasa Jerman, serta mengkaji keterkaitan bidang profesi dengan pemertahanan bahasa Jerman pada alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta setelah menyelesaikan pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 43 alumni sebagai responden yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui pengodean deduktif dan induktif dengan keabsahan data melalui triangulasi dan member checking. Berdasarkan perspektif Complex Dynamic Systems Theory (CDST) dan Dynamic Model of Multilingualism (DMM), pemertahanan bahasa dipahami sebagai proses dinamis yang berlangsung melalui interaksi berbagai faktor dalam sistem multilingual individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (39,5%) sering menggunakan bahasa Jerman, sedangkan 26 responden (60,5%) jarang menggunakannya setelah lulus. Upaya pemertahanan dilakukan melalui pembelajaran mandiri, paparan dan interaksi berbahasa Jerman, serta penggunaan bahasa Jerman dalam konteks profesional. Faktor internal yang berkaitan dengan pemertahanan meliputi motivasi, pengelolaan diri, kepercayaan diri, kompetensi, dan tujuan penggunaan bahasa, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan kebahasaan, keberadaan mitra tutur, kesempatan penggunaan, tuntutan pekerjaan, keterbatasan waktu, akses terhadap sumber belajar, teknologi digital, serta dominasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bidang profesi menunjukkan keterkaitan dengan intensitas penggunaan bahasa Jerman; dari 19 alumni yang bekerja atau beraktivitas dalam bidang yang berkaitan langsung dengan bahasa Jerman, 17 orang menyatakan sering menggunakan bahasa Jerman, sedangkan alumni di luar bidang tersebut cenderung menggunakannya secara terbatas dan tidak teratur. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemertahanan bahasa Jerman setelah pendidikan formal merupakan proses yang dinamis dan kontekstual, yang keberlangsungannya dipengaruhi oleh interaksi antara penggunaan bahasa, paparan, interaksi sosial, motivasi, pembelajaran mandiri, lingkungan profesional, dan penggunaan bahasa lain dalam kehidupan sehari-hari.

This study aims to describe the forms of German language maintenance undertaken by alumni of the German Language Education Study Program at Universitas Negeri Yogyakarta, analyze the internal and external factors associated with the continuity of German language use, and examine the relationship between occupational fields and German language maintenance after the completion of formal education. This study employed a descriptive qualitative approach involving 43 alumni selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, in-depth interviews, participant observation, and documentation, and were analyzed thematically using deductive and inductive coding, with data credibility established through triangulation and member checking. Based on the perspective of Complex Dynamic Systems Theory (CDST) and the Dynamic Model of Multilingualism (DMM), language maintenance is understood as a dynamic process resulting from the interaction of various factors within an individual's multilingual system. The findings show that 17 respondents (39.5%) frequently used German, while 26 respondents (60.5%) rarely used German after graduation. German language maintenance was carried out through self-directed learning, exposure to and interaction in German, and the use of German in professional contexts. Internal factors associated with maintenance included motivation, self-regulation, self-confidence, competence, and language-use goals, while external factors included the linguistic environment, availability of interlocutors, opportunities for language use, occupational demands, time constraints, access to learning resources, digital technology, and the dominance of Indonesian and English. Occupational fields were associated with the intensity of German use; among 19 alumni working or engaging in activities directly related to the German language, 17 reported frequent use of German, whereas alumni working outside German-related fields tended to use German in a limited and irregular manner. These findings indicate that German language maintenance after formal education is a dynamic and contextual process influenced by the interaction of language use, exposure, social interaction, motivation, self-directed learning, professional environment, and the use of other languages in everyday life.

Kata Kunci : bahasa Jerman, alumni, pemertahanan bahasa, sosiolinguistik, multilingualisme, sistem dinamis, profesi. / German language, alumni, language maintenance, sociolingustics, multilingualism, dynamic systems, occupational field.

  1. S2-2026-537270-abstract.pdf  
  2. S2-2026-537270-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-537270-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-537270-title.pdf