Hubungan Keikutsertaan Senam Dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Puskesmas Wates dan Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Lampung
Muhammad Nur, Dr. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Ng ; Ema Madyaningrum, S.Kep., M.Kes., Ph.D
2026 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang: Lansia rentan mengalami penurunan fungsi fisik dan mental yang dapat menurunkan kualitas hidup, sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan kesehatannya. Senam PROLANIS diduga berpotensi meningkatkan kualitas hidup lansia.
Tujuan: Menganalisis hubungan keikutsertaan senam PROLANIS dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Wates dan Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada Februari-April 2026 di Puskesmas Wates dan Puskesmas Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Subjek penelitian adalah 240 lansia berusia >60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih dengan metode whole sampling. Keikutsertaan senam PROLANIS dikategorikan berdasarkan rutinitas mengikuti senam selama >6 bulan atau <6>
Hasil: Sebanyak 240 lansia dengan rerata usia 66,70±6,15 tahun diikutsertakan dalam penelitian. Mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik (84,6%), sedangkan 15,4% memiliki kualitas hidup sedang. Rutinitas senam PROLANIS berhubungan signifikan dengan kualitas hidup lansia (p<0 OR=7,32; p=0,003),>
Simpulan: Rutinitas mengikuti senam PROLANIS berhubungan dengan kualitas hidup lansia, dan seluruh lansia yang rutin mengikuti senam memiliki kualitas hidup baik. Namun, setelah dikontrol dengan variabel lain, jenis kelamin merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan kualitas hidup, dengan perempuan memiliki peluang lebih besar untuk memiliki kualitas hidup yang baik dibandingkan laki-laki.
Latar Belakang: Lansia rentan mengalami penurunan fungsi fisik dan mental yang dapat menurunkan kualitas hidup, sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan kesehatannya. Senam PROLANIS diduga berpotensi meningkatkan kualitas hidup lansia.
Tujuan: Menganalisis hubungan keikutsertaan senam PROLANIS dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Wates dan Puskesmas Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada Februari-April 2026 di Puskesmas Wates dan Puskesmas Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Subjek penelitian adalah 240 lansia berusia >60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih dengan metode whole sampling. Keikutsertaan senam PROLANIS dikategorikan berdasarkan rutinitas mengikuti senam selama >6 bulan atau <6>
Hasil: Sebanyak 240 lansia dengan rerata usia 66,70±6,15 tahun diikutsertakan dalam penelitian. Mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik (84,6%), sedangkan 15,4% memiliki kualitas hidup sedang. Rutinitas senam PROLANIS berhubungan signifikan dengan kualitas hidup lansia (p<0 OR=7,32; p=0,003),>
Simpulan: Rutinitas mengikuti senam PROLANIS berhubungan dengan kualitas hidup lansia, dan seluruh lansia yang rutin mengikuti senam memiliki kualitas hidup baik. Namun, setelah dikontrol dengan variabel lain, jenis kelamin merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan kualitas hidup, dengan perempuan memiliki peluang lebih besar untuk memiliki kualitas hidup yang baik dibandingkan laki-laki.
Kata Kunci : kualitas hidup, lansia, senam PROLANIS