Perencanaan Bisnis Bimbingan Minat Belajar Anak (BIMBA) "Nalar Cilik"
Dewi Chandra Kartika, Boyke Rudy Purnomo, SE., MM., PhD., CFP
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Pendidikan non-formal anak usia dini memiliki peran penting dalam mempersiapkan kesiapan belajar (school readiness) anak sebelum memasuki pendidikan formal. Sebagian besar lembaga BIMBA masih berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, sehingga aspek kesiapan belajar seperti kemampuan sosial-emosional, regulasi diri, konsentrasi, kemandirian, dan keterlibatan orang tua belum menjadi perhatian utama. Penelitian ini menyusun rencana bisnis BIMBA Nalar Cilik, sebuah lembaga pendidikan non-formal yang dikembangkan untuk mendukung kesiapan belajar anak usia 3-6 tahun melalui pembelajaran yang menyenangkan, pemanfaatan media pembelajaran interaktif, serta keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi proses belajar anak.
Selanjutnya, penelitian ini dilakukan menggunakan Peta Empati untuk memahami kebutuhan, harapan, dan keinginan orang tua terhadap layanan yang akan ditawarkan oleh BIMBA Nalar Cilik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima orang tua dan dua ahli pendidikan anak usia dini, serta penyebaran kuesioner kepada 47 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria penelitian.
Hasil penelitian berupa rancangan bisnis BIMBA Nalar Cilik yang disusun sesuai kebutuhan calon pelanggan serta analisis kelayakan finansial usaha yang meliputi nilai Net Present value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Berdasarkan analisis kelayakan finansial, rencana bisnis ini menghasilkan NPV sebesar Rp105.709.512,IRR Sebesar 30,63?n PP selama 3,21 tahun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rencana bisnis BIMBA Nalar Cilik layak untuk dijalankan dan memiliki prospek yang baik untuk dikembagkan sebagai lembaga pendidikan nono-formal anak usia dini.
Early childhood non-formal education plays an important role in preparing children's school readiness before they enter formal education. Most BIMBA institutions still primarily focus on developing basic literacy and numeracy skills, while other essential aspects of school readiness, such as social-emotional competence, self-regulation, concentration, independence, and parental involvement, have not yet received sufficient attention. This study develops a business plan for BIMBA Nalar Cilik, a non-formal early childhood education institution designed to support the school readiness of children aged 3-6 years through enjoyable learning activities, the uses of interactive learning media anda active parental involvement in assisting children's learning process.
Furthermore, this study employed an Empaty Map to identify parents ' needs, expectations, and preferences regarding the services to be offered by BIMBA Nalar Cilik. The research adopted a qualitative approach supported by quantitative data. Data were collected through interviews with five parents and two early childhood education experts, as well as a questionnaire distributed to 47 respondents selected based on the research criteria.
The findings consist of a business plan for BIMBA Nalar Cilik that was developed according to the needs of prospective customers, along with a financial feasibility analysis covering the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and payback period (PP). the financial feasibility analysis indicates an NPV of IDR Rp105.709.512, an IRR of 30,63% and a PP of 3,21 years. These results demonstrate that the proposed business plan for BIMBA Nalar Cilik is financially feasible and has strong potential for development as a non-formal early childhood education institution.
Kata Kunci : Rencana bisnis, BIMBA, pendidikan non-formal, peta empati, model bisnis, analisis kelayakan finansial,Business plan, BIMBA, non-formal education, empathy map, business model, financial feasibility analysis