Strategi Pengembangan Agribisnis Bawang Merah di Kalurahan Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul
Vidya Dhermalita Putri, Gilang Wirakusuma; Agus Dwi Nugroho
2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agribisnis bawang merah di Kalurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, (2) merumuskan strategi pengembangan yang sesuai, dan (3) menentukan strategi prioritas yang layak diterapkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September–Oktober 2025 di Dusun Nawungan, Kalurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul yang ditentukan secara purposive. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 40 responden petani yang dipilih dengan quota sampling serta tiga key informant yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS), matriks Internal-Eksternal (IE), diagram dan matriks SWOT, serta Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan kekuatan utama berupa kualitas produk, kepemilikan lahan, pengalaman petani, penggunaan bibit unggul, dan citra produk ramah lingkungan, sedangkan kelemahan utama meliputi penguasaan teknologi, manajemen usaha tani, permodalan, kemandirian benih, dan kelembagaan petani. Peluang utama berupa tingginya permintaan pasar, dukungan pemerintah, dan potensi sumber daya alam, sementara ancaman utama meliputi perubahan iklim, fluktuasi harga, persaingan, keterbatasan informasi pasar, serta serangan hama dan penyakit. Total skor IFAS dan EFAS menempatkan agribisnis bawang merah pada Sel V Matriks IE (Hold and Maintain) dan Kuadran I diagram SWOT, sehingga strategi Strengths-Opportunities (SO) yang bersifat agresif menjadi pilihan yang tepat. Hasil analisis QSPM menetapkan strategi mengembangkan budidaya bawang merah semi organik yang berorientasi pada peningkatan kualitas produk guna memperkuat daya saing di pasar sebagai strategi prioritas utama dengan nilai Sum Total Attractiveness Score (STAS) sebesar 5,39.
This research aims to: (1) identify the internal and external factors influencing the development of shallot agribusiness in Selopamioro Village, Imogiri Sub-district, Bantul Regency, (2) formulate suitable development strategies, and (3) determine the priority strategy to be implemented. This research was conducted from September to October 2025 in Nawungan Hamlet, Selopamioro Village, Imogiri Sub-district, Bantul Regency, determined purposively. The basic method used was descriptive with a quantitative approach, involving 40 farmer respondents selected through quota sampling and three key informants selected purposively. Data were analyzed using validity and reliability tests, Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices, the Internal-External (IE) matrix, the SWOT diagram and matrix, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that the main strengths were product quality, land ownership, farmers' experience, use of superior seeds, and an eco-friendly product image, while the main weaknesses were technology mastery, farm management, capital, seed independence, and farmer institutions. The main opportunities were high market demand, government support, and natural resource potential, while the main threats were climate change, price fluctuation, competition, limited market information, and pest and disease attacks. The IFAS and EFAS total scores placed the shallot agribusiness in Cell V of the IE Matrix (Hold and Maintain) and in Quadrant I of the SWOT diagram, indicating that an aggressive Strengths-Opportunities (SO) strategy is appropriate. The QSPM analysis identified developing semi-organic shallot cultivation oriented toward improving product quality to strengthen market competitiveness as the top priority strategy, with a Sum Total Attractiveness Score (STAS) of 5.39.
Kata Kunci : strategi pengembangan agribisnis, bawang merah, SWOT, QSPM