Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Rasio Kemiringan Tiang terhadap Defleksi Lateral Menggunakan Metode Broms dan Metode p-y Curve

Salsabila Widyaningsih, Dr. Eng. Ir. Sito Ismanti, S.T., M.Eng., IPM.

2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL

Fondasi tiang merupakan salah satu jenis fondasi yang banyak digunakan pada struktur yang menerima beban besar maupun struktur yang dibangun di atas tanah dengan daya dukung rendah. Selain menerima beban aksial, fondasi tiang juga harus mampu menahan beban lateral yang dapat memengaruhi kestabilan struktur. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan kelompok tiang dalam menahan beban lateral adalah penggunaan tiang miring (batter pile). Perbedaan rasio kemiringan pada tiang miring menyebabkan perubahan mekanisme penyaluran beban yang memengaruhi respons lateral fondasi, khususnya terhadap defleksi lateral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio kemiringan tiang terhadap defleksi lateral menggunakan metode Broms dan metode p-y curve, serta menurunkan faktor pengali yang menghubungkan hasil kedua metode sebagai rujukan praktis bagi praktisi lapangan. 

Analisis dilakukan pada fondasi tiang pancang kelompok yang tertanam pada tanah kohesif (silty clay) dengan konfigurasi lima tiang vertikal dan lima tiang miring pada variasi rasio kemiringan 1H:12V, 1H:10V, 1H:8V, 1H:6V, dan 1H:4V. Metode Broms diterapkan pada dua kondisi tanah, yaitu lempung lunak dan lempung kaku, sedangkan metode p-y curve diimplementasikan melalui perangkat lunak RSPile dengan pemodelan kelompok tiang secara utuh. Setiap variasi rasio kemiringan dianalisis menggunakan kedua metode dengan parameter tanah, spesifikasi tiang, dan pembebanan yang sama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Broms menghasilkan nilai defleksi yang berbeda signifikan antara tiang vertikal dan tiang miring, defleksi tiang vertikal menurun sedangkan defleksi tiang miring meningkat seiring mengecilnya rasio kemiringan. Sebaliknya, metode p-y curve menghasilkan nilai defleksi lateral yang relatif sama antara tiang vertikal dan tiang miring, dengan tren meningkat seiring mengecilnya rasio kemiringan. Faktor pengali pada tiang miring bersifat stabil dan dapat dijadikan acuan untuk rasio besar sebesar 0,67 pada lempung lunak dan 2,11 pada lempung kaku, serta untuk rasio kecil sebesar 0,61 pada lempung lunak dan 1,90 pada lempung kaku. Pada tiang vertikal, faktor pengali sangat bervariasi sehingga penggunaan metode p-y curve secara langsung lebih disarankan.

Pile foundations are a type of foundation widely used in structures that carry large loads or structures built on soil with low bearing capacity. In addtion to carrying axial loads, pile foundations must also be capable resist lateral loads that may affect structural stability. One alternative to improve the ability of a pile group to resist lateral loads is the use of batter piles Differences in the batter rasio of inclined piles cause changes in the load transfer mechanism and affect the lateral response of the foundation, particularly with regard to lateral deflection. This study aims to analyze the effect of pile batter ratio variation on lateral deflection using using the Broms method and the p-y curve method, as wll as to derive a correction factor linking the result of both methods as practical reference for field practitioners.

The analysis was carried out on a pile group foundation embedded in cohesive soils (silty clay) with a configuration of five vertical piles and five batter pile, at batter ratio variations of 1H:12V, 1H:10V, 1H:8V, 1H:6V, and 1H:4V. The Broms method was applied under two soil conditions, namely soft clay and stiff clay, while the p-y curve method was implemented throught the RSPile software with a full pile group modeling approach. Each batter ratio variation was analyzed using both methods with identical soil parameters, pile specifications, and loading conditions. 

The result showed that the Broms method produced significantly different deflection values between vertical and batter piles, with the deflection of vertical piles decreasing while the deflection of batter piles increasing as the batter ratio decreased. In contrast, the p-y curve method produced relatively similiar lateral deflection values between vertical and batter piles, with a trend of increasing values as the batter ratio decreased. The correction factor for batter piles was found to be stable an can be used as a reference, at approximately 0,67 for soft clay and 2,11 for stiff clay for large batter ratios, and 0,61 for soft clay and 1,90 for stiff clay for small batter ratios. For vertical piles, the correction factor varied considerably, so the direct use of the p-y curve method is more strongly recommended.

Kata Kunci : rasio kemiringan, defleksi lateral, metode Broms, metode p-y curve, faktor pengali

  1. S1-2026-499549-abstract.pdf  
  2. S1-2026-499549-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-499549-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-499549-title.pdf