Evaluasi Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) terhadap Supply Chain Management pada BUMN Industri Konstruksi di Indonesia
Patrisius Irwanto Pratama, Tantri Nastiti Handayani, S.T., M.Eng., Ph.D.; Arief Setiawan B Nugroho, ST., M.Eng., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Industri konstruksi memiliki
tingkat kompleksitas yang tinggi dalam pengelolaan Supply Chain Management
(SCM) karena melibatkan banyak pemangku kepentingan, aktivitas yang saling
bergantung, serta kebutuhan koordinasi informasi, material, dan keuangan secara
terintegrasi. Untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan rantai pasok,
perusahaan konstruksi mengadopsi sistem Enterprise Resource Planning
(ERP) sebagai sarana integrasi proses bisnis dan informasi. Meskipun
implementasi ERP telah banyak dilakukan pada industri konstruksi, kajian
mengenai implikasinya terhadap SCM pada BUMN industri konstruksi di Indonesia
masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Kondisi Eksisting implementasi ERP
terhadap SCM, menganalisis manfaat dan tantangan implementasi ERP, serta
menyusun rekomendasi strategi untuk mengoptimalkan efektivitas implementasi ERP
pada BUMN industri konstruksi.
Penelitian ini menggunakan
pendekatan sequential exploratory mixed method. Tahap pertama dilakukan
melalui studi literature dan wawancara semi-terstruktur dengan tujuh Stakeholder yang memiliki keterlibatan
langsung dalam implementasi ERP pada BUMN industri konstruksi. Data kualitatif
digunakan untuk mengidentifikasi current state, manfaat, tantangan, dan
strategi implementasi ERP terhadap SCM, kemudian divalidasi menggunakan
pendekatan Stakeholder judgment. Faktor yang memperoleh persetujuan
minimal empat dari tujuh Stakeholder
dikategorikan sebagai valid. Tahap kedua dilakukan melalui survei menggunakan
kuesioner skala Likert kepada 38 pengguna ERP. Data kuantitatif
dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, uji
normalitas, dan uji Kruskal-Wallis.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa implementasi ERP telah mendukung integrasi proses pengadaan, pengelolaan
material, pengendalian proyek, dan pengelolaan keuangan dalam SCM. Manfaat
utama yang teridentifikasi meliputi standardisasi dokumen pengadaan secara
korporat, peningkatan traceability dan real-time data flow,
integrasi proses lintas fungsi, optimalisasi inventaris, serta pengambilan
keputusan berbasis data. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kompleksitas
teknis sistem, tingginya biaya implementasi, kesiapan SDM dan adaptasi SOP
baru, kesenjangan antara ERP dengan proses bisnis SCM (process-fit gap),
belum optimalnya penyajian analitik data, serta belum konsistennya integrasi
ERP dengan project schedule. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan
tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antar perusahaan terhadap
manfaat ERP (Asymp. Sig. 0,171–0,845) maupun tantangan ERP (Asymp.
Sig. 0,124-0,997). mencakup pelibatan konsultan ahli, pengembangan modul
ERP sesuai kebutuhan bisnis, penyederhanaan antarmuka sistem, pelatihan
berkelanjutan, seleksi sistem ERP yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,
perencanaan implementasi secara bertahap dan realistis, Analisis gap antara
system dengan pros bisnis SCM (Fit-Gap Analysis), Business Process
Reengineering (BPR), pembentukan tim lintas fungsi SCM-IT-ERP, integrasi dashboard
Business Intelligence (BI), pengembangan laporan otomatis, serta
integrasi ERP dengan sistem project scheduling. Penelitian ini
diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan efektivitas implementasi ERP
untuk mendukung kinerja SCM pada BUMN industri konstruksi.
The construction industry
is characterized by a complex, dynamic, and fragmented supply chain due to the
involvement of multiple Stakeholders, interdependent activities, and the need
for integrated coordination of information, materials, and financial resources.
These conditions have encouraged construction companies to adopt Enterprise
Resource Planning (ERP) systems as a digital transformation instrument to
enhance the effectiveness of Supply Chain Management (SCM). Although ERP has
been widely implemented in state-owned construction enterprises, empirical
studies examining its implications for SCM remain limited. This study aims to
identify the Kondisi
Eksisting of ERP implementation in SCM, analyze its benefits and challenges,
and formulate strategies to optimize ERP effectiveness in state-owned
construction enterprises.
This study employed a
sequential exploratory mixed-method approach. The first phase consisted of an
integrative literature review and semi-structured interviews with seven Stakeholders
directly involved in ERP implementation. The identified benefits, challenges,
and implementation strategies were subsequently validated through an Stakeholder
judgment approach. The second phase involved a questionnaire survey using a
Likert scale administered to 38 ERP users. Quantitative data were analyzed
using validity and reliability tests, descriptive statistics, normality tests,
and the Kruskal-Wallis test.
The results indicate that
ERP has supported the integration of procurement, material management, project
control, and financial management processes within construction SCM. The
primary benefits identified include cross-functional process integration, enhanced
traceability and real-time data flow, data-driven decision-making, inventory
optimization, and procurement document standardization. The main challenges
include system technical complexity, high implementation costs, human resource
readiness and adaptation to new standard operating procedures, process-fit
gaps, suboptimal utilization of data analytics, and inconsistent integration
between ERP and project scheduling systems. The Kruskal–Wallis test results
revealed no significant differences in perceptions among companies regarding
ERP benefits (Asymp. Sig. = 0.171-0.845) and implementation challenges (Asymp.
Sig. = 0.124-0.997). The recommended priority strategies include Fit-Gap
Analysis, Business Process Reengineering (BPR), the development of Business
Intelligence (BI) dashboards, ERP integration with project scheduling systems,
strengthening change management, and continuous user competency development.
This study contributes empirically to the ERP and SCM literature in the context
of state-owned construction enterprises and provides strategic recommendations
to support the effectiveness of organizational digital transformation.
Kata Kunci : ERP, SCM, BUMN Konstruksi, uji Kruskal-Wallis