Laporkan Masalah

Peran Ekonomi Lansia di Indonesia Menurut Perspektif Mikro dan Makro

Titik Munawaroh, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.; Dr. Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.

2026 | Disertasi | S3 Kependudukan

Stereotip negatif yang memandang lansia sebagai beban telah lama melekat, diperkuat oleh ageisme serta anggapan bahwa mereka tergantung, lemah secara fisik, dan terbatas perannya. Pada tingkat mikro, pandangan ini berkaitan dengan penurunan kapasitas fisik, kebutuhan perawatan, penghentian aktivitas produktif akibat pensiun, dan ketergantungan pada dukungan keluarga, jaminan pensiun, atau bantuan sosial. Pada tingkat makro, meningkatnya jumlah lansia mendorong kenaikan dependency ratio, yang menambah beban penduduk usia produktif, dan memberi tekanan pada sistem jaminan sosial. Namun, benarkah lansia selalu menjadi beban? Di Indonesia, pandangan ini patut dikaji ulang mengingat cakupan jaminan pensiun terbatas dan banyak lansia tetap mandiri. Mengacu pada konsep productive ageing dan active ageing, pandangan tentang lansia seharusnya bergeser dari paradigma ketergantungan menuju pengakuan atas potensi dan kontribusi mereka. 

Disertasi ini menganalisis peran ekonomi lansia melalui dua perspektif, mikro dan makro. Perspektif mikro menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2020 untuk mengukur kontribusi lansia dalam rumah tangga melalui jam kerja dan pendapatan menggunakan regresi linier berganda, serta peluang ketergantungan ekonomi dengan regresi logistik. Sedangkan perspektif makro memanfaatkan data PDRB 514 kabupaten/kota, data penduduk, dan data ketenagakerjaan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengestimasi pengaruh penuaan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan regresi linier berganda. Selanjutnya integrasi dua perspektif tersebut dalam satu model tipologi kuadran menghasilkan sebaran kabupaten kota menurut status lansia dalam tiap kuadran, yaitu (1) kontributor mikro dan makro (2) kontributor mikro, beban makro (3) beban ganda dan (4) beban mikro, kontributor makro. 

Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tingkat mikro, lansia memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi rumah tangga, baik melalui jam kerja maupun pendapatan. Namun, melalui analisis peluang ketergantungan ekonomi diketahui bahwa 62,67 persen lansia Indonesia berstatus tergantung secara ekonomi dan sisanya sebanyak 37,33 persen adalah lansia mandiri. Pada tingkat makro, penuaan penduduk memperlambat pertumbuhan ekonomi. Namun pengaruhnya bisa dikurangi dengan partisipasi kerja lansia. Integrasi kedua perspektif ini melalui tipologi kuadran menunjukkan bahwa lansia tidak selalu menjadi beban.  Sebanyak 26,26 persen kabupaten kota, lansianya berstatus kontributor mikro-makro. Namun, sebaliknya masih terdapat 21,01 kabupaten/kota lansianya berstatus beban mikro dan makro.

Negative stereotypes depicting older persons as a burden have long persisted, reinforced by ageism and the perception that they are dependent, physically weak, and limited in their roles. At the micro level, this view relates to declining physical capacity, the need for care, retirement, and reliance on family, pensions, or social assistance. At the macro level, an increasing older population raises the dependency ratio, adding pressure on the working-age population and the sustainability of social security systems. In Indonesia, this perception warrants re-examination given the limited pension coverage and the fact that many older persons remain self-reliant. Drawing on the concepts of productive ageing and active ageing, perspectives should shift from a dependency paradigm toward recognizing older persons’ potential and contributions.

This study examines the economic role of older persons from micro and macro perspectives. The microanalysis, using March 2020 National Socio-Economic Survey (SUSENAS) data, assesses their contributions to household economies through working hours and income (multiple linear regression) and their likelihood of economic dependency (logistic regression). The macro analysis employs GRDP data from 514 districts/municipalities, population projections, and labor statistics from BPS-Statistics Indonesia to estimate the effect of ageing on economic growth (multiple linear regression). Both perspectives are integrated into a quadrant typology, categorizing regions into four groups: micro–macro contributors, micro contributors but macro burdens, double burdens, and micro burdens but macro contributors.

Findings reveal that older persons contribute significantly to household working hours and income, although 62.67% are economically dependent, with dependency higher among women, the less educated, the unemployed, and those in poor health. At the macro level, ageing tends to slow economic growth, but the effect can be mitigated by higher older-age labor participation. The quadrant typology shows that older persons are not always a burden: in 26.26% of districts/municipalities, they are both micro and macro contributors, while in 21.01%, they remain burdens in both dimensions.


Kata Kunci : lansia, peran ekonomi, pendekatan mikro, pendekatan makro, tipologi kuadran

  1. S3-2026-484426-abstract.pdf  
  2. S3-2026-484426-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-484426-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-484426-title.pdf