Kredit Plastik dan Ekonomi Sirkular di Indonesia: Analisis Sentimen Publik Terhadap Strategi Keberlanjutan
Dewo Shero Trijotho, Sari Sitalaksmi, M.Mgt., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Pengelolaan sampah plastik di Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara kerangka regulasi dan pelaksanaannya. Di tengah berkembangnya ekonomi sirkular dan Extended Producer Responsibility (EPR), efektivitas pengelolaan sampah tidak hanya dipengaruhi oleh keberadaan regulasi dan infrastruktur, tetapi juga oleh bagaimana masyarakat memahami, merespons, dan mempercayai sistem yang berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menginterpretasikan persepsi serta sentimen publik digital terhadap pengelolaan sampah plastik di Indonesia, khususnya dalam konteks tata kelola, implementasi kebijakan, dan strategi keberlanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif berbasis data sekunder digital. Data terdiri atas 5.025 unggahan berbahasa Indonesia pada platform X selama Januari 2024–Maret 2026. IndoBERT digunakan sebagai alat bantu untuk mengklasifikasikan kecenderungan sentimen, BERTopic digunakan untuk memetakan kelompok isu dalam percakapan, sedangkan analisis tematik digunakan untuk menginterpretasikan makna dan narasi yang muncul dari data. Evaluasi terhadap 300 unggahan menunjukkan tingkat kesesuaian klasifikasi sebesar 87,33 persen dan koefisien Kappa Cohen sebesar 0,810. Percakapan didominasi sentimen netral sebesar 55,4 persen, diikuti negatif sebesar 23,7 persen dan positif sebesar 20,9 persen. Sentimen negatif terutama muncul pada isu kebijakan, regulasi, tempat pemrosesan akhir, pembuangan terbuka, pencemaran, dan pelaksanaan tanggung jawab produsen. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa kritik publik lebih banyak diarahkan pada pelaksanaan kebijakan, pengawasan, infrastruktur, koordinasi antaraktor, dan akuntabilitas dibandingkan pada keberadaan regulasi itu sendiri. Sebaliknya, bank sampah, pengurangan plastik sekali pakai, ekonomi sirkular, EPR, dan pengolahan sampah menjadi energi cenderung memperoleh respons yang lebih netral atau positif ketika manfaat dan mekanismenya dapat dipahami. Temuan ini menunjukkan pentingnya kejelasan implementasi, komunikasi kebijakan, dan pembagian tanggung jawab dalam membangun kepercayaan publik terhadap strategi pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan.
Plastic waste management in Indonesia continues to face a gap between regulatory frameworks and their implementation. Within the growing adoption of circular economy principles and Extended Producer Responsibility (EPR), the effectiveness of waste management depends not only on regulations and infrastructure but also on how the public understands, responds to, and trusts the existing system. This study aims to analyze and interpret digital public perceptions and sentiment toward plastic waste management in Indonesia, particularly in relation to governance, policy implementation, and sustainability strategies. The study adopts a descriptive-interpretive qualitative approach based on secondary digital data. The dataset consists of 5,025 Indonesian-language posts collected from X between January 2024 and March 2026. IndoBERT was employed as a computational tool to assist sentiment classification, BERTopic was used to map clusters of issues within the conversations, and thematic analysis was applied to interpret the meanings and narratives emerging from the data. An evaluation of 300 posts showed a classification agreement of 87.33 percent and a Cohen's Kappa coefficient of 0.810. The conversations were predominantly neutral at 55.4 percent, followed by negative sentiment at 23.7 percent and positive sentiment at 20.9 percent. Negative sentiment was primarily associated with policies, regulations, landfills, open dumping, pollution, and the implementation of producer responsibility. The interpretation suggests that public criticism is directed more toward policy implementation, oversight, infrastructure, coordination among actors, and accountability than toward the absence of regulation itself. By contrast, waste banks, reductions in single-use plastics, the circular economy, EPR, and waste-to-energy tended to receive more neutral or positive responses when their mechanisms and benefits were understandable. These findings highlight the importance of clear implementation, policy communication, and responsibility-sharing in strengthening public trust in sustainable plastic waste management strategies.
Kata Kunci : pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, sentimen publik, media sosial