Laporkan Masalah

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TOKSIK TERHADAP INTENSI KELUAR DENGAN STRES KERJA SEBAGAI MEDIASI

Frida Lucyana Wahyuningsih, Dr. Dra. Diah Retno Wulandaru, M.B.A.

2026 | Skripsi | MANAJEMEN

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh positif lingkungan kerja toksik terhadap intensi keluar dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Fenomena tingginya kecenderungan Generasi Z untuk berpindah pekerjaan menjadikan upaya retensi talenta muda sebagai tantangan krusial bagi organisasi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan Generasi Z yang bekerja di Pulau Jawa dan memiliki masa kerja minimal enam bulan. Sebanyak 216 data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja memediasi secara penuh hubungan antara lingkungan kerja toksik dan intensi keluar. Temuan penelitian menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan suportif untuk menekan stres kerja serta mengurangi intensi keluar pada karyawan Generasi Z. Organisasi perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan, membangun budaya kerja yang saling menghargai, dan menerapkan strategi retensi yang mampu meningkatkan kenyamanan serta komitmen karyawan terhadap organisasi.

This study aims to analyze the effect of a toxic workplace environment on turnover intention, with job stress serving as a mediating variable. The increasing tendency of Generation Z employees to change jobs has made talent retention a major challenge for organizations. This study employed a quantitative approach using a survey method targeting Generation Z employees working in Java Island with a minimum work tenure of six months. A total of 216 responses were collected using a five-point Likert scale questionnaire and analyzed through Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that job stress fully mediates the relationship between a toxic workplace environment and turnover intention. These findings highlight the importance of fostering a healthy and supportive work environment to reduce job stress and lower turnover intention among Generation Z employees. Organizations are encouraged to develop policies that promote employees psychological well-being, cultivate a respectful workplace culture, and implement effective retention strategies to enhance employees comfort and organizational commitment.

Kata Kunci : Generasi Z, intensi keluar, lingkungan kerja toksik, PLS-SEM, stres kerja

  1. S1-2026-493547-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493547-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493547-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493547-title.pdf