Hubungan Beban Kerja Dan Masa Kerja Dengan Kejadian Burnout Pada Jaksa Di Lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia
Irma Kurnia Hidayati, Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ; Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ (K)
2026 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar Belakang: Jaksa merupakan penegak hukum menjadi tombak utama dalam sistem peradilan dan salah satu profesi yang memiliki beban kerja besar dengan tuntutan kerja tinggi. Keterampilan dalam mengelola beban kerja secara efektif sangat diperlukan. Hal ini dipengaruhi oleh keterampilan dan pengalaman kerja pegawai yang diperoleh selama masa kerja. Masa kerja pegawai bermanfaat dalam meningkatkan pengalaman dan ketrampilan pegawai. Beban kerja mental tinggi yang dimiliki jaksa dapat menyebabkannya mengalami penurunan kepuasan kerja dan stres berkepanjangan yang berakibat pada timbulnya burnout. Jaksa yang mengalami burnout dapat merugikan bagi individu, instansi dan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh karena produktivitas dan kualitas kerja jaksa mengalami penurunan.
Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan masa kerja dengan burnout pada jaksa di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian adalah jaksa yang masih aktif menangani perkara pidana. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner data pribadi, National Aeronautics and Space Administration - Task Load Index dan Maslach Burnout Inventory. Analisis data dilakukan
Hasil Penelitian: Jaksa memiliki beban kerja tinggi dengan masa kerja cukup (>15 tahun) dan mengalami burnout tingkat sedang. Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan burnout pada jaksa. Namun pada masa kerja tidak memiliki hubungan signifikan dengan terjadinya burnout.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja memiliki hubungan terhadap burnout, dengan semakin tinggi beban kerja yang dirasakan, maka semakin besar kemungkinan terjadinya burnout pada jaksa.
Background: Prosecutors, as law enforcers, are the main spearhead of the justice system and are among the professions with heavy workloads and high demands. The ability to manage this workload effectively is crucial. This is influenced by the skills and work experience employees acquire during their tenure. Employee tenure is beneficial in enhancing their experience and skills. Prosecutors' high workloads can lead to decreased job satisfaction and prolonged stress, which can lead to burnout. Prosecutors experiencing burnout can be detrimental to individuals, institutions, and society. This is due to decreased productivity and work quality.
Objective: To analyze the relationship between workload and length of service with burnout in prosecutors within the Attorney General's Office of the Republic of Indonesia.
Methods: This research is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The subjects were prosecutors were still actively handling criminal cases. The instruments used included a personal data questionnaire, the Indonesian version of the National Aeronautics and Space Administration - Task Load Index and the Indonesian version of the Maslach Burnout Inventory. Data analysis was performed using spearmen tests and ordinal regression.
Research Results: Prosecutors had a high workload, with sufficient work experience (>15 years), and experienced moderate burnout. There was a significant relationship between workload and burnout in burnout prosecutors. However, during work, there was no significant relationship with the occurrence of burnout.
Conclusion: This study demonstrates a relationship between workload and burnout; the higher the perceived workload, the greater the likelihood of burnout among prosecutors.
Kata Kunci : beban kerja, burnout, jaksa, masa kerja