Peran Stakeholder dalam Tata Kelola Pariwisata di Kalitalang, Taman Nasional Gunung Merapi
Bintang Almira Marsichoputri, Prof. Dr. Muhammad Baiquni, M.A ; Yulia Arisnani Widyaningsih, M.B.A., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola pariwisata di
Kalitalang, Taman Nasional Gunung Merapi, dengan fokus pada identifikasi stakeholder, peran, fungsi, serta
kontribusi yang dijalankan secara empiris dalam praktik pengelolaan pariwisata.
Data di analisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif
(interpretivisme) untuk memahami realitas sosial berdasarkan pengalaman,
interaksi, dan pemaknaan para stakeholder.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap stakeholder yang terlibat langsung dalam
tata kelola pariwisata di Kalitalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola
pariwisata di Kalitalang menerapkan pola kolaboratif multipihak yang melibatkan
stakeholder dengan peran formal,
nonformal, dan informal. Stakeholder
formal berperan dalam regulasi, pengawasan, pengembangan destinasi, dan
mitigasi bencana; stakeholder
nonformal berfungsi sebagai pelaksana operasional sekaligus penghubung antara
kebijakan dan praktik lapangan; sedangkan stakeholder
informal berkontribusi melalui partisipasi sosial dan aktivitas ekonomi wisata.
Penelitian ini juga menemukan bahwa peran stakeholder
tidak hanya dibentuk oleh mandat formal kelembagaan, tetapi berkembang secara
dinamis melalui interaksi sosial, kebutuhan lapangan, dan proses adaptasi
terhadap dinamika kawasan wisata berbasis konservasi dan rawan bencana.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan tata kelola pariwisata di
Kalitalang bergantung pada sinergi antar stakeholder,
kapasitas kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta kemampuan adaptasi
terhadap risiko bencana dan perubahan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa
tata kelola pariwisata di kawasan konservasi dan rawan bencana memerlukan
pendekatan adaptif, kolaboratif, dan berbasis praktik sosial yang berkembang
secara empiris di lapangan.
This study aims to analyze tourism
governance in Kalitalang, Mount Merapi National Park, with a focus on
identifying stakeholders, their roles, functions, and contributions they empirically
practiced in tourism management. The study employs a qualitative approach with
an interpretive paradigm (interpretivism) to understand social reality based on
the experiences, interactions, and interpretations of stakeholders. Data
collection was conducted through in-depth interviews with stakeholders who
directly involved in tourism governance in Kalitalang. The research findings
that tourism governance in Kalitalang employs a multi-stakeholder collaborative
model involving formal, non-formal, and informal roles of stakeholders. Formal stakeholders
play a role in regulation, oversight, destination development, and disaster
mitigation; non-formal stakeholders function as operational implementers and as
a mediator between policy and field practices; while informal stakeholders
contribute through social participation and tourism-related economic
activities. This study also found that the roles of stakeholders are not solely
shaped by formal institutional mandates but evolve dinamically through social
interactions, destination-needs, and adaptation processes in response to the
dynamics of a conservation-based and disaster-tourism area. This study
concludes that the sustainability of tourism governance in Kalitalang depends
on synergy among stakeholders, institutional capacity, community participation,
and the ability to adapt to disaster risks and environmental changes. These
findings emphasize that tourism governance in conservation areas and
disaster-prone areas requires an adaptive, collaborative approach grounded in
social practices that have evolved empirically in the destination.
Kata Kunci : Tata kelola pariwisata, Peran Stakeholder, Collaborative Governance, Kalitalang / Tourism Governance, Stakeholder Roles, Collaborative Governance, Kalitalang