Laporkan Masalah

Pengaruh Kepemimpinan Spiritual terhadap Perilaku Kerja Inovatif Pendeta Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat dengan Mediasi Burnout dan Moderasi Identitas Moral

Yosua Wahyu Anggoro, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D, Psikolog; Dr. Leonard Chrysostomos, M.Th.

2026 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan spiritual terhadap perilaku kerja inovatif melalui mekanisme burnout sebagai mediator dan identitas moral sebagai moderator pada pendeta Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB). Tuntutan bagi gereja untuk terus berinovasi di tengah perubahan zaman menjadikan fungsi pendeta—yang memegang multiperan sebagai Presbiter, Ketua Majelis Jemaat, sekaligus pegawai—sangat krusial. Namun, tingginya beban pelayanan dan birokrasi sering kali memicu burnout yang berisiko menghambat inovasi. Selain itu, fenomena pelanggaran etika-moral di kalangan pendeta turut menjadi isu strategis yang melatarbelakangi pentingnya kajian mengenai identitas moral dalam dinamika pelayanan.

Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan pengumpulan data primer melalui survei daring. Dengan teknik purposive sampling, sampel penelitian ini terdiri dari 238 pendeta yang menjabat sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ) di seluruh wilayah pelayanan GPIB. Analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan aplikasi SmartPLS 4.

Hasil pengujian statistik membuktikan bahwa kepemimpinan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, serta secara efektif mampu menurunkan burnout. Kondisi burnout terbukti berpengaruh negatif terhadap perilaku kerja inovatif dan berperan sebagai mediator parsial yang bersifat komplementer. Sementara itu, identitas moral secara empiris terbukti tidak memoderasi hubungan antara kepemimpinan spiritual dan perilaku kerja inovatif, yang mengindikasikan bahwa moralitas pendeta lebih berfungsi sebagai mekanisme regulasi pencegah perilaku niretik alih-alih sebagai daya dorong inovasi. Sebagai implikasi inovasi kebijakan, gereja perlu merancang sistem penguatan kepemimpinan spiritual pendeta, pemeliharaan kesejahteraan spiritual dan psikologis pendeta, dan membangun identitas GPIB sebagai Health-Promoting Church, guna memitigasi burnout dan memastikan ekosistem pelayanan tetap adaptif dan inovatif.

This study aims to examine the influence of spiritual leadership on innovative work behavior through mechanism of burnout as a mediator and moral identity as a moderator among pastors of Protestant Church in Western Indonesia (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat – GPIB). The demand for the church to continuously innovate amidst changing times makes the function of pastors—who hold multi-roles as Presbyters, Chairpersons of the Congregation Council (Ketua Majelis Jemaat – KMJ), and employees—highly crucial. However, the high burden of ministry and bureaucracy often triggers burnout, which risks hindering innovations. Furthermore, the phenomenon of ethical-moral violations among pastors has become a strategic issue underlining the importance of studying moral identity within ministry dynamics.

This quantitative research utilizes a cross-sectional design with primary data collection through online surveys. Using purposive sampling, the research sample consists of 238 pastors serving as KMJ throughout GPIB ministry areas. Data analysis and hypothesis testing employ the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the SmartPLS 4 application.

Statistical test results prove that spiritual leadership has a positive and significant influence on innovative work behavior and effectively reduces burnout. Burnout condition is proven to have a negative influence on innovative work behavior and acts as a complementary partial mediator. Meanwhile, moral identity is empirically proven not to moderate the relationship between spiritual leadership and innovative work behavior, indicating that a pastor's morality functions more as a regulatory mechanism to prevent unethical behavior rather than as a driving force for innovation. As policy innovation implications, the church needs to design a system for strengthening the spiritual leadership of pastors, maintaining their spiritual and psychological well-being, and establishing identity of GPIB as a Health-Promoting Church, in order to mitigate burnout and ensure the ministry ecosystem remains adaptive and innovative.

Kata Kunci : Perilaku kerja inovatif, kepemimpinan spiritual, burnout, identitas moral, pendeta GPIB

  1. S2-2026-540880-abstract.pdf  
  2. S2-2026-540880-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-540880-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-540880-title.pdf