Analisis Kontrastif Idiom yang Mengandung Leksem Ao dan Midori Bahasa Jepang dengan Biru dan Hijau Bahasa Indonesia
Adinda Putri Safma, Drs. Tatang Hariri, M.A., Ph.D
2026 | Skripsi | SASTRA JEPANG
Penelitian ini dibuat karena terdapat istilah yang berbeda antara penamaan benda yang berwarna biru dan hijau di bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Contohnya adalah bahasa Jepang aoshingou yang menggunakan leksem ao yang artinya biru, sedangkan lampu lalu lintas hijau di bahasa Indonesia menggunakan leksem hijau Penelitian ini membahas tentang perbedaan idiom yang menggunakan leksem ao dan midori di bahasa Jepang dengan leksem biru dan hijau di bahasa Indonesia yang ada pada kedua bahasa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna idiom yang menggunakan leksem ao dan midori dengan biru dan hijau, mengetahui perbedaan makna idiom yang menggunakan leksem ao dan midori dengan biru dan hijau, dan mengetahui hubungan makna idiom yang menggunakan leksem warna ao dan midori dengan biru dan hijau. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari berbagai kamus dan korpus. Penelitian ini menggunakan teori semantik leksikal. Berdasarkan data, hijau memiliki makna idiomatik terbanyak dan konotasi yang bervariasi, sedangkan midori memiliki makna idiomatik paling sedikit. Dari segi makna leksikal, ao dan biru cenderung memiliki makna yang hampir sama dengan midori dan hijau. Diketahui bahwa terdapat 7 idiom yang menggunakan leksem ao, 1 idiom yang menggunakan leksem midori, 2 idiom yang menggunakan leksem biru, dan 11 idiom yang menggunakan leksem hijau. Ao dan hijau sama-sama memiliki idiom yang artinya belum berpengalaman. Keempat leksem tersebut memiliki prinsip yang bersinggungan.
This
research is conducted because there are different terms for naming blue-green
objects in Japanese and Indonesian. For example, the Japanese word aoshingo uses the lexeme ao, while the Indonesian
word lampu lalu lintas hijau uses the lexeme hijau.
This
research examines the differences between the Japanese lexemes ao and midori with the Indonesian lexemes biru and hijau
based on idioms in both languages. The objectives of this study are to describe the
meaning of the idioms
that use lexemes ao and midori with biru and hijau, to determine the differences between the meanings
of the idioms that
use lexemes ao and midori with biru and hijau, and to find out the relationship between the
meaning of the idioms
that use lexemes ao and midori with biru and hijau. The method used
is a qualitative descriptive method. Data is taken from various dictionaries and
corpuses. This research uses lexical semantics theory.
Based
on the data, hijau has the most idiomatic meanings
and varied connotations, while midori has the fewest. In terms of
lexical meaning, ao with biru tends to have nearly the same
meaning as midori with hijau. It is known that there are 7 idioms that use the lexeme ao, 1 idiom that uses the
lexeme midori, 2 idioms that use the lexeme biru, and 11 idioms that use the lexeme hijau. Ao and hijau both
have idioms that mean inexperienced. These four lexemes have intersecting
principles.
Kata Kunci : analisis kontrastif, idiom, ao, midori, biru, hijau