Laporkan Masalah

Analisis PCR-SSCP Fragmen Gen pfmdr-1 Plasmodium Isolat Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa Selatan, Propinsi SUlawesi Utara yang resisten terhadap klorokuin

WAHONGAN, Greta Jane Pauline, Prof.dr. Supargiyono, DTM

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Tropis

Malaria merupakan masalah kesehatan di Propinsi Sulawesi Utara, terutama di Kecamatan Tombatu yang memiliki AMI tertinggi se-Kabupaten Minahasa pada tahun 2000 dan telah dilaporkan mengalami kegagalan pengobatan dengan klorokuin. Mutasi pada gen pfmdr-1 P. falciparum terutama pada kodon 86 dilaporkan berhubungan dengan resistensi klorokuin, akan tetapi belum ada penelitian yang melaporkan peranan gen pfmdr-1 terhadap resistensi klorokuin di Sulawesi Utara. Analisis Single Stranded Conformation Polymorphism (SSCP) merupakan salah satu cara untuk mendeteksi mutasi gen secara sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penderita malaria falciparum yang resisten terhadap klorokuin in vivo di Kecamatan Tombatu, mengamplifikasi fragmen gen pfmdr-1 menggunakan primer yang telah dipublikasi yang dirancang berdasarkan isolat Thailand dan untuk menganalisa apakah terdapat mutasi pada fragmen gen pfmdr-1 pada parasit yang resisten di Kecamatan Tombatu menggunakan teknik PCR-SSCP. Parasit yang resisten ditemukan menggunakan tes resistensi klorokuin (in vivo) kriteria WHO 2001. Gen pfmdr-1 diisolasi dari sampel darah dan diamplifikasi menggunakan primer yang telah dipublikasi. Adanya mutasi pada gen pfmdr-1 ditentukan menggunakan analisis SSCP terhadap produk PCR yang dielektroforesis pada gel poliakrilamid. Hasil uji resistensi in vivo menunjukkan dari 15 subyek yang diteliti 66% mengalami kegagalan pengobatan, dengan perincian yaitu LCF 1 orang (6%) dan LPF 9 orang (60%). Hasil penelitian laboratorium menunjukkan gen pfmdr-1 isolat Kecamatan Tombatu dapat diamplifikasi dengan primer isolat Thailand, analisis PCR-SSCP terhadap produk PCR fragmen gen pfmdr-1 isolat Tombatu menunjukkan tidak terdapat mutasi pada isolat yang secara in vivo resisten terhadap klorokuin.

Malaria is a major health problem in the Province of North Sulawesi, especially in Tombatu subdistrict. The development of chloroquine resistance strain has been reported in 2003. Mutation in pfmdr-1 gene especially in codon 86 has been corelated with chloroquine resistance. However, in North Sulawesi the corelation between pfmdr-1 gene mutation and the resistance to chloroquine hasn’t been identified. Single Stranded Conformation Polymorphism (SSCP) analysis is a simple methode to detect mutation in certain gene. The present study is aimed to find the resistance parasites from Tombatu subdistrict, to know whether pfmdr-1 gene isolate from Tombatu can be amplificated with primer from Thailand isolate, and whether there is any mutation on pfmdr-1 gene fragment of resistance parasites by PCR-SSCP technique. The resistance parasites were identified using WHO 2001 in vivo chloroquine resistance test. The pfmdr-1 gene were isolated from blood samples and amplified using published primers. The mutation on the pfmdr-1 gene was identified by SSCP analysis of the PCR product on polyacrilamid gel electrophoresis. The in vivo resistance test showed that among 15 subject to be studied, 10 person (66%) indicating treatment failure consisted of 1 person (6%) Late Clinical Failure and 9 persons (60%) Late Parasitological Failure. The result of laboratory study indicates: pfmdr-1 gene fragment isolated from Tombatu can be amplificated using primer from Thailand isolate, PCR-SSCP analysis on PCR amplification product of pfmdr-1 gene fragment indicated that there isn’t any mutation of the gene fragment of resistant parasites.

Kata Kunci : Malaria,Pengobatan Klorokuin,Resistensi p Falciparum,Analisis PCR SSCP

  1. S2-PAS-2005-Greta_Jane_Pauline_Wahongan-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2005-Greta_Jane_Pauline_Wahongan-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2005-Greta_Jane_Pauline_Wahongan-TableofContent.pdf  
  4. S2-PAS-2005-Greta_Jane_Pauline_Wahongan-Title.pdf