Analisis Segmentasi penumpang bis perkotaan di DI Yogyakarta
SUTEJO, Bagos, Dr.Ir. Siti Malkhamah, M.Sc
2005 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiBus perkotaan di Yogyakarta sering diidentikkan dengan ketidaknyamanan dan kualitas pelayanan yang buruk, padahal bus kota sangat dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan berpenghasilan menengah ke bawah untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Permasalahan ini menjadi salah satu penyebab bus perkotaan semakin lama semakin ditinggalkan oleh konsumennya. Studi ini mencoba melihat pangsa pasar bus perkotaan baik bus reguler nonAC maupun bus patas AC yang akan dioperasikan dan kemauan untuk membayar penumpang. Pengambilan data dilakukan dengan teknik stated preference, jumlah sampel yang diambil sebanyak 130 responden. Pengolahan data dilkakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 12 yang menghasilkan model kualitas pelayanan. Pemodelan dilakukan dengan regresi linier berganda, sedangkan segmen penumpang dikelompokkan berdasarkan pelajar, mahasiswa, masyarakat umum berpenghasilan kurang dari 1 juta dan masyarakat umum berpenghasilan lebih besar dari 1 juta. Hasil penelitian berupa persamaan model yang diaplikasikan untuk mengetahui besarnya kemauan membayar responden. Dari aplikasi model didapatkan hasil bahwa kemauan membayar pelajar lebih memilih bus perkotaan dengan kondisi seperti saat ini, sedangkan mahasiswa, masyarakat berpenghasilan kurang dari 1 juta dan masyarakat berpenghasilan lebih besar dari 1 juta lebih memilih bus perkotaan baik reguler maupun patasAC dengan kualitas pelayanan yang telah ditingkatkan. Dari pangsa pasar penumpang yang pasti naik bus perkotaan reguler maupun patasAC diperoleh bahwa yang menghendaki tarif Rp. 1.350,- sebanyak 28 %, memilih tarif Rp. 1.600,- sebanyak 22 %, memilih tarif Rp. 2.500,- sebanyak 28 % dan memilih tarif Rp. 3.000,- sebanyak 23 %. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pemda DIY dalam merencakan bis perkotaan yanga aman, nyaman dan biaya terjangkau.
Urban bus service in Yogyakarta is often identified with inconvenience and poor service quality although in other way that bus service is undeniably required by urban people with low income to hold up their daily activities. This problem is one of the reasons why the urban bus service is more and more neglected by the consumers. This study tried to observe market segment of urban bus service both economyclass service and executive-class service which would be operated and to know the willingness to pay of the consumers. Data was obtained with stated preference technique from 130 respondens. The analysis was done with SPSS version 12 which resulted service quality model. The modelling was done with multivariate linear regression while the passenger segment was classified into students, collegians, residents with income less than one million rupiahs and residents with income more than one million rupiahs. This research resulted a model equation which was applied to obtain willingness to pay od respondents. From model application, it was obtained that, from their willingness to pay, student tended to choose the existing bus service while collegians ,residents with income less than one million rupiahs and residents with income more than one million rupiahs more likely to choose urban bus service both economy and executive-class with an improved quality service. From passenger market segment which obviously would use urban bus service either economy or executive class, it was obtained that 28% respondents wish the tariff was Rp. 1.350,-, 22% respondents wish the tariff was Rp. 2.500,- and 28 % respondents wish the tariff was Rp. 3.000,-. It was expected that this research would be a valueable input for regional government of Yogyakarta in designing urban bus service which is safe, secure, comfortable and inexpensive.
Kata Kunci : Angkutan Perkotaan,Bus Kota,Kualitas Layanan, Urban bus service, stated preference technique and willingness to pay