Pengembangan Desain Dan Formulasi Harga Satuan Rumah Instan Struktur Baja Melalui Pendekatan Value Engineering (Evaluasi Keandalan dan Perbandingan dengan Bangunan Gedung Negara)
Hesthi Anggono, Dr. Ir. Inggar Septhia Irawati, S.T., M.T., IPM. ; Ir. Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Tingginya kebutuhan hunian akibat backlog perumahan nasional dan kebutuhan rekonstruksi pascabencana menuntut tersedianya sistem bangunan yang dapat dibangun secara cepat, efisien, dan tetap andal secara struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain dan menyusun formulasi harga satuan bagi sistem Rumah Instan Struktur Baja (RISBA) Generasi 4 (Gen-4) sebagai solusi pembangunan hunian yang efisien, cepat, dan andal. RISBA Gen-4 dirancang berbasis rangka baja cold-folded profil CNP yang disusun secara modular dan dapat diproduksi massal, dengan menerapkan sistem sambungan pelat buhul (gusset plate) dan blind rivet sebagai pengganti sambungan las di lapangan. Pendekatan Value Engineering (VE) diterapkan secara sistematis untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi elemen desain struktural, sistem sambungan, fondasi, dan elemen arsitektural utama, dengan tujuan mencapai efisiensi fungsi pada biaya minimum tanpa mengurangi keandalan bangunan.
Penelitian ini merumuskan permasalahan utama terkait pengembangan desain RISBA Gen-4 melalui pendekatan Value Engineering, perumusan harga satuan konstruksinya secara empiris, evaluasi tingkat keandalan bangunan beserta sistem sambungan pelat buhul dan blind rivet, serta perbandingan biaya konstruksinya terhadap Analisis Standar Belanja (ASB) Fisik Daerah berbasis Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN). Metode penelitian mencakup pembangunan satu unit prototipe RISBA Gen-4 skala penuh di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai sumber data primer, penyusunan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dari koefisien empiris hasil pengamatan lapangan, serta evaluasi keandalan bangunan berdasarkan empat aspek yang disyaratkan Permen PU No. 29/PRT/M/2006, yaitu keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sambungan pelat buhul dan blind rivet pada RISBA Gen-4 mampu menghasilkan sambungan modular yang kuat dan efisien tanpa memerlukan pengelasan di lapangan, sehingga menyederhanakan proses konstruksi dan meningkatkan presisi perakitan. Koefisien AHSP yang disusun dari data primer lapangan menghasilkan harga satuan pekerjaan yang kompetitif dibandingkan standar BGN. Evaluasi keandalan menunjukkan bahwa prototipe RISBA Gen-4 memenuhi seluruh persyaratan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi teknis bagi instansi pemerintah maupun swasta dalam perencanaan anggaran dan implementasi sistem bangunan modular berbasis struktur baja cold-formed CNP, khususnya dalam konteks rekonstruksi pascabencana dan pemenuhan backlog perumahan nasional.
The high demand for housing caused by the national housing backlog and post-disaster reconstruction needs requires a building system that can be constructed rapidly and efficiently while remaining structurally reliable. This study aims to develop the design and formulate the unit cost for the fourth-generation Prefabricated Steel Structure Housing System, known as RISBA Gen-4, as an efficient, rapid, and reliable housing solution. RISBA Gen-4 is designed based on a modular cold-formed steel frame using CNP profiles that can be mass-produced, with a gusset plate and blind rivet connection system applied as a replacement for on-site welded connections. The Value Engineering (VE) approach is systematically applied to identify and evaluate structural design elements, connection systems, foundations, and primary architectural components, with the objective of achieving functional efficiency at minimum cost without reducing building reliability..
This study addresses the main research problems concerning the development of the RISBA Gen-4 design through a Value Engineering approach, the empirical formulation of its unit construction cost, the evaluation of the building's reliability level along with its gusset plate and blind rivet connection system, and the comparison of its construction cost against the Regional Physical Expenditure Standard Analysis (ASB Fisik) based on the State Building Unit Cost (HSBGN). The research method involves constructing a full-scale prototype of RISBA Gen-4 in the Special Region of Yogyakarta Province as the primary data source, preparing Unit Cost Analyses (AHSP) from field-observed empirical coefficients, and evaluating building reliability across the four aspects required by Ministerial Regulation PU No. 29/PRT/M/2006, namely safety, health, comfort, and accessibility.
The results indicate that the gusset plate and blind rivet connection system of RISBA Gen-4 produces modular joints that are structurally sound and cost-efficient without requiring on-site welding, thereby simplifying the construction process and improving assembly precision. The AHSP coefficients derived from primary field data yield unit construction costs that are competitive against the BGN standard. Reliability evaluation confirms that the RISBA Gen-4 prototype meets all requirements for safety, health, comfort, and accessibility in accordance with applicable national regulations. This research is expected to serve as a technical reference for both governmental and private sectors in budget planning and implementation of cold formed steel modular building systems, particularly in the context of post-disaster reconstruction and addressing the national housing backlog.
Kata Kunci : Rumah Instan Struktur Baja, Value Engineering, Harga Satuan Pekerjaan, Keandalan Bangunan, Bangunan Gedung Negara