Laporkan Masalah

Memaknai Hubungan Parasosial dengan Idola K-Pop: Studi Fenomenologi pada Penggemar ENHYPEN Sebelum dan Sesudah Menghadiri Konser Musik Sector-K 2025

Odelia Novena Agniputri, Fakhirah Inayaturrobbani, S.Psi., M.A.

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Hubungan parasosial yang pada awalnya merupakan hubungan satu arah antara penggemar dengan idolanya perlahan bertransformasi menjadi hubungan timbal balik akibat pesatnya perkembangan media sosial. Fenomena ini diperkuat dan mencapai titik puncaknya dengan seolah-olah divalidasi oleh pengalaman fisik seiring dengan masifnya penyelenggaraan konser. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai hubungan parasosial antara idola dan penggemar menjadi krusial mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kondisi emosional dan perilaku sosial penggemar di platform digital. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana ENGENE (nama penggemar ENHYPEN) memaknai hubungan parasosial dengan ENHYPEN dalam dua momen kontras: sebelum dan sesudah menghadiri konser SECTOR-K 2025. Penelitian melibatkan tiga partisipan ENGENE berusia 20-25 tahun yang mengikuti ENHYPEN di media sosial serta telah menonton konser SECTOR-K 2025. Analisis data dilakukan dengan teknik Interpretative Phenomenological Analysis dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran idola sebagai figur lekat bagi penggemar membuat pengalaman konser menjadi momen puncak kebahagiaan sekaligus sebagai bentuk validasi hubungan parasosial yang sebelumnya terbatas ruang dan waktu.

Parasocial relationships—initially one-way connections between fans and their idols—have gradually transformed into reciprocal relationships due to the rapid evolution of social media. This phenomenon is reinforced and reaches a peak when seemingly validated by physical experiences, such as the massive scale of concert events. Consequently, a deep understanding of the parasocial relationship between idols and fans is crucial, given its significant impact on fans' emotional states and social behavior on digital platforms. Using a qualitative phenomenological approach, this study explores how ENGENE (ENHYPEN’s fans) perceive their parasocial relationship with ENHYPEN across two contrasting moments: before and after attending the SECTOR-K 2025 concert. The study involved three ENGENE participants, aged 20–25, who followed ENHYPEN on social media and attended the SECTOR-K 2025 concert. Data analysis was conducted using Interpretative Phenomenological Analysis based on semi-structured interviews. The findings indicate that the idol's role as an attachment figure transforms the concert experience into a pinnacle of happiness, while simultaneously serving as a form of validation for a parasocial relationship that was previously constrained by space and time.

Kata Kunci : hubungan parasosial, penggemar, konser

  1. S1-2026-439344-abstract.pdf  
  2. S1-2026-439344-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-439344-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-439344-title.pdf