PERANCANGAN STRUKTUR BAJA PIPE RACK BERDASARKAN SNI 1729:2020 MENGGUNAKAN STAAD PRO DENGAN PENDEKATAN FINITE ELEMENT METHOD
Dionnicius Alfons Whyrda, Prof. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc., Ph.D.,IPU.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Pipe rack merupakan struktur vital pada fasilitas proses
gas bumi yang menopang jaringan perpipaan bertekanan tinggi, dengan
kompleksitas pembebanan berupa beban operasional fluida, gaya gesek termal, dan
beban lingkungan yang bekerja simultan. Perancangan pipe rack pada CGPX Plant
Grissik, Sumatera Selatan pada Kategori Desain Seismik (KDS) D sebelumnya
menggunakan metode gempa statis ekuivalen (ELF) dikombinasikan Allowable
Stress Design (ASD) secara menyeluruh, pendekatan yang kurang mampu
menangkap perilaku dinamik struktur rangka fleksibel bermassa pipa tidak
seragam antar tingkat. Tugas akhir ini bertujuan menerapkan Response
Spectrum Analysis (RSA) berdasarkan SNI 1726:2019 dikombinasikan filosofi
desain ganda Load and Resistance Factor Design (LRFD) untuk kekuatan dan Allowable
Stress Design (ASD) untuk kelayanan berdasarkan SNI 1729:2020, termasuk Direct
Analysis Method (DAM) untuk efek orde kedua dan ketidaksempurnaan geometris
awal.
Perancangan
diterapkan pada pipe rack G2 (lebar 6 m, panjang 52 m, tinggi 10,5 m, 5 tingkat),
dimodelkan sebagai rangka ruang tiga dimensi tipe Open Frame pada STAAD
Pro Connection Version, dengan elemen frame untuk kolom dan balok transversal,
elemen truss untuk bracing, serta tumpuan jepit pada dasar kolom. Validitas
model diverifikasi melalui perbandingan berat struktur hasil pemodelan terhadap
hitungan manual. DAM diterapkan melalui reduksi kekakuan elemen, notional
load, dan analisis P-Delta iteratif sesuai SNI 1729:2020 Bab C, dengan
validitasnya diverifikasi lewat rasio gaya aksial terhadap kapasitas leleh tiap
kolom kritis. Respons gempa dianalisis menggunakan RSA sebagai metode utama dan
ELF sebagai pembanding, mengikuti ketentuan partisipasi massa ragam SNI
1726:2019. Evaluasi kapasitas elemen mengacu SNI 1729:2020 Bab D–H untuk
kekuatan LRFD dan batas lendutan/simpangan untuk kelayanan ASD, sedangkan
kapasitas sambungan kritis dievaluasi berdasarkan Bab J menggunakan STAAD Pro
Connection Version dan RAM Connection. Sensitivitas ketahanan terhadap korosi
turut dianalisis mengacu ISO 9223:2012.
Verifikasi
model menunjukkan selisih berat 2,141% terhadap hitungan manual, di bawah
toleransi 5%. Parameter seismik lokasi menghasilkan SDS = 0,343g dan SD1 =
0,383g, dengan partisipasi massa RSA memenuhi syarat ?90% pada mode ke-75. Gaya
geser dasar RSA (VRSA,X = 402,34 kN; VRSA,Z = 382,99 kN) masing-masing 0,94?n 3,47% lebih tinggi dibandingkan ELF. Verifikasi rasio ?Pr/Py maksimum 0,076
mengkonfirmasi ?b = 1,0 untuk seluruh kolom kritis. Seluruh elemen
kritis memenuhi syarat kekuatan LRFD dengan rasio D/C tertinggi 0,722 (balok),
0,431 (kolom), dan 0,506 (bracing), serta kelayanan ASD dengan rasio defleksi
tertinggi 0,23 dan simpangan antartingkat tertinggi 0,631. Seluruh sambungan
kritis memenuhi SNI 1729:2020 Bab J dengan rasio D/C tertinggi 0,824 pada base
plate pedestal 500x500. Sensitivitas korosi menunjukkan reduksi kapasitas
hipotetis tetap di bawah margin keamanan seluruh elemen. Hasil ini menunjukkan
metode RSA-LRFD/ASD menghasilkan estimasi respons struktur yang lebih
representatif dibandingkan ELF-ASD eksisting, dan seluruh elemen serta
sambungan pipe rack G2 dinyatakan aman terhadap kombinasi beban yang berlaku.
A pipe
rack is a vital structure in gas processing facilities supporting high-pressure
piping networks, with loading complexity from fluid operational loads, thermal
friction forces, and simultaneous environmental loads. The pipe rack design at
CGPX Plant Grissik, South Sumatra in Seismic Design Category (SDC) D,
previously used the Equivalent Lateral Force (ELF) method combined entirely
with Allowable Stress Design (ASD), an approach with limited capacity to
capture the dynamic behaviour of flexible frame structures carrying non-uniform
pipe mass across tiers. This study applies Response Spectrum Analysis (RSA)
based on SNI 1726:2019 combined with a dual design philosophy. Load and
Resistance Factor Design (LRFD) for strength and Allowable Stress Design (ASD)
for serviceability based on SNI 1729:2020, including the Direct Analysis Method
(DAM) for second-order effects and initial geometric imperfections.
The design
was applied to pipe rack G2 (6 m wide, 52 m long, 10.5 m high, 5 tiers),
modelled as a three-dimensional Open Frame in STAAD Pro Connection Version,
with frame elements for columns and transverse beams, truss elements for
bracing, and fixed column-base supports. Model validity was verified by
comparing modelled structural weight against manual calculation. DAM was
applied through stiffness reduction, notional loads, and iterative P-Delta
analysis per SNI 1729:2020 Chapter C, validated through the
axial-force-to-yield-capacity ratio of each critical column. Seismic response
was analysed using RSA as the primary method and ELF as a benchmark, following
SNI 1726:2019 modal mass participation requirements. Member capacity followed
SNI 1729:2020 Chapters D–H for LRFD strength and deflection/drift limits for
ASD serviceability, while critical connection capacity was evaluated per
Chapter J using STAAD Pro Connection Version and RAM Connection. Long-term
corrosion resistance sensitivity was analysed based on ISO 9223:2012.
SDS =
0.343g and SD1 = 0.383g, with RSA mass participation satisfying the ?90%
requirement at the 75th mode. Base shears (VRSA,X = 402.34 kN; VRSA,Z = 382.99
kN) were 0.94% and 3.47% higher than ELF. The maximum ?Pr/Py ratio of 0.076
confirmed ?b = 1.0 for all critical columns. All critical elements satisfied
LRFD strength with maximum demand-to-capacity (D/C) ratios of 0.722 (beams),
0.431 (columns), and 0.506 (bracing), and ASD serviceability with maximum
deflection and drift ratios of 0.23 and 0.631. All critical connections
satisfied SNI 1729:2020 Chapter J with a maximum D/C ratio of 0.824 at the
500×500 pedestal base plate. Corrosion sensitivity showed hypothetical capacity
reduction remaining within the safety margin of all elements. These results indicate
that the RSA-LRFD/ASD method produces a more representative structural response
than the existing ELF-ASD method, and all pipe rack G2 elements and connections
are confirmed safe against the applicable load combinations.
Kata Kunci : Pipe rack, Response Spectrum Analysis, SNI 1729:2020, Sambungan Baja